Memiliki Berbagai Jurusan, SMK PGRI Bungbulang Kerap Dijadikan Indikator Penilaian IPM  - Kilas Garut News

Memiliki Berbagai Jurusan, SMK PGRI Bungbulang Kerap Dijadikan Indikator Penilaian IPM 

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 25 Juni 2024 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Sebagai mantan Ibu Kota Kewadanaan di Wilayah Garut Selatan, Kecamatan Bungbulang memiliki tingkat kemajuan ekonomi yang cukup baik dibandingkan kecamatan lainnya di wilayah yang sama.  Hal ini terbukti dengan tersedianya infrastruktur transportasi yang menunjang serta iklim perdagangan yang makin maju.

Sektor pendidikan yang kerap kali dijadikan salah satu indikator penilaian Indeks Pembangunan Manusia(IPM) khusus bidang kemampuan pengetahuan masyarakat melalui baca tulis dan rata-rata jumlah tahun bersekolah, Kecamatan Bungbulang patut diacungi jempol, selain angka harapan hidup tentunya dan pendapatan riil per kapitanya setiap orang.

Salah satu tokoh Pendidikan yang sudah malang melintang dikenal seantero Bungbulang dan Kabupaten Garut pada umumnya adalah Ikhsan Ahmad Jami’at, S.Pd., M.Si, sehari-hari bertugas sebagai Kepala Sekolah di SMK PGRI Bungbulang.

Awak media mencoba menemuinya untuk mengetahui sejauh mana fungsi dan peranan SMK PGRI Bungbulang di dalam kancah Pendidikan selama ini dan ke depan.

“SMK PGRI Bungbulang berdiri sejak tahun 2002 oleh prakarsa sekitar 18 orang pendiri yang keseluruhannya merupakan insan-insan pendidik, di bawah pembinaan dan pengawasan YPLP PGRI Provinsi Jawa Barat”, ungkap Ikhsan mengawali pembicaraan dengan semua awak media. 

Lebih lanjut Ikhsan menerangkan bahwa pada saat ini SMK PGRI Bungbulang memiliki jumlah siswa sekitar 484 orang yang tersebar dari kelas X sampai dengan kelas XII di 4 jurusan Pendidikan yang sedang dijalankannya.  Diantaranya di bidang Keahlian Bisnis & Manajemen pada Program Keahlian Manajemen Perkantoran & Layanan Bisnis dengan Konsentrasi Keahlian di bidang Manajemen Perkantoran.  Kemudian masih di bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen pada Program Keahlian Akuntansi & Keuangan Lembaga dengan Konsentrasi Keahlian di bidang Akuntansi.  Selanjutnya di bidang Teknologi Informasi pada Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer & Telekomunikasi dengan Konsentrasi Keahlian di bidang Teknik Komputer & Jaringan. 

Baca Juga :  Bahaya Radikalisme Mengintai, Kepala Kemenag: Guru Punya Peran Strategis Dalam Upaya Membangun Profil Pelajar Pancasila

Dan terakhir di bidang Teknologi Manufaktur & Rekayasa pada Program Keahlian Teknologi Otomotif dengan Konsentrasi Keahlian di bidang Teknik Sepeda Motor.  

“Saat ini kami dengan ketersediaan tenaga pengajar sekitar 25 orang terus berjuang mengatasi berbagai kendala dan kebutuhan masyarakat.  Hasilnya alhamdulillah walau belum sesuai harapan kami, para lulusan sudah banyak yang mandiri dengan membuka usaha bengkel maupun kegiatan usaha lainnya, selain tentunya yang melanjutkan ke perguruan tinggi”, imbuh Ikhsan.  

Salah satu kebutuhan yang mendesak harus segera tersedia bagi SMK PGRI Bungbulang adalah tersedianya sarana prasarana laboratorium untuk uji coba dan berbagai peralatan praktek bagi siswa didik.  

Baca Juga :  Bupati Garut Hadiri Pelantikan Ketua STIE Yasa Anggana Secara Virtual

“Jika hal itu sudah bisa kami sediakan, kami yakin mampu menjadi yang terdepan dalam menyiapkan generasi muda bangsa yang siap kerja maupun siap karya, dan tentunya SMK PGRI Bungbulang akan terus berjuang sekeras mungkin agar para lulusan mampu menjawab kebutuhan zaman yang kian berkembang dengan pesat”, tutur Ikhsan dengan penuh semangat.

ketika awak media menanyakan kemungkinan apakah ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mengail di air keruh, Ikhsan sang kepala sekolah menggelengkan kepala menandakan bahwa selama dirinya menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMK PGRI Bungbulang tidak pernah ada yang coba-coba berbuat aneh-aneh dengan dalih apapun.  

“Selama ini banyak wartawan dari berbagai media cetak maupun elektronik yang bersilaturahmi ke sekolah kami, termasuk teman-teman dari berbagai LSM, semuanya baik-baik dan kami terima dengan baik pula.  Mungkin mereka temen-temen semua sudah pada pada memahami bahwa sektor pendidikan merupakan kebutuhan pokok masyarakat maju dewasa ini. Jadi ngapain di orek-orek malahan wajibnya di dorong maksimal guna menghadapi tantangan global yang kian tajam”, pungkas Ikhsan.(Agus*).

Berita Terkait

Datangi Disdik Garut, FLKSI Jabar Perjuangkan Keadilan PIP bagi Anak Yatim
IPI Garut Bersinar di Kancah Dunia, Mahasiswa PPG Raih Tiga Penghargaan Bergengsi
Diduga Ada Mahar Jabatan Korwil Disdik Garut, ASN Asal Cikelet Mengaku Rugi Rp 25 Juta
Sekolah Rakyat Garut Masuki Tahap Krusial, Kemensos Pastikan Lokasi Harus Bebas Bencana
Di Tengah Aksi Hardiknas, Mahasiswa IPI Garut Temukan Potret Nyata Perjuangan Pendidikan
Kompetisi LCC Garut 2026 Tuntas, SDN 4 Pataruman Kembali Jadi yang Terbaik
SDN 2 Sukaratu Sucinaraja Buka PPDB 2026/2027, Siap Cetak Generasi Unggul Sejak Dini
Serius Benahi Pendidikan Anak Usia Dini, Disdik Garut Susun RAD PAUD HI
Berita ini 169 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:17 WIB

Datangi Disdik Garut, FLKSI Jabar Perjuangkan Keadilan PIP bagi Anak Yatim

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:48 WIB

IPI Garut Bersinar di Kancah Dunia, Mahasiswa PPG Raih Tiga Penghargaan Bergengsi

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Ada Mahar Jabatan Korwil Disdik Garut, ASN Asal Cikelet Mengaku Rugi Rp 25 Juta

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:24 WIB

Sekolah Rakyat Garut Masuki Tahap Krusial, Kemensos Pastikan Lokasi Harus Bebas Bencana

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:11 WIB

Di Tengah Aksi Hardiknas, Mahasiswa IPI Garut Temukan Potret Nyata Perjuangan Pendidikan

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!