Kadis DPPKBPPPA Garut: Pentingnya Perlindungan Khusus Anak di Satuan Pendidikan - Kilas Garut News

Kadis DPPKBPPPA Garut: Pentingnya Perlindungan Khusus Anak di Satuan Pendidikan

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 20 Maret 2025 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut, Yayan Waryana, menekankan pentingnya perlindungan khusus anak di satuan pendidikan dalam acara Workshop Perlindungan Khusus Anak di Satuan Pendidikan yang digelar di Aula SMPN 1 Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (19/3/2025).

i

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut, Yayan Waryana, menekankan pentingnya perlindungan khusus anak di satuan pendidikan dalam acara Workshop Perlindungan Khusus Anak di Satuan Pendidikan yang digelar di Aula SMPN 1 Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (19/3/2025).

KILASGARUTNEWS.id|Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut, Yayan Waryana, menekankan pentingnya perlindungan khusus anak di satuan pendidikan dalam acara Workshop Perlindungan Khusus Anak di Satuan Pendidikan yang digelar di Aula SMPN 1 Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (19/3/2025).

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai hak-hak anak, cara mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, serta bagaimana mekanisme perlindungan anak.

Dalam sambutannya, Yayan Waryana menyampaikan rasa bahagia dapat bersilaturahmi dalam acara yang sangat penting ini. Ia menerangkan bahwa isu kekerasan seksual pada anak merupakan permasalahan yang harus ditangani bersama. Sekolah sebagai lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar dan mengembangkan diri, namun kenyataannya masih menunjukkan banyak terjadi kasus kekerasan seksual di lingkungan sekolah.

“Kasus kekerasan pada anak tidak hanya berdampak pada perubahan fisik dan psikologis, tetapi juga menghambat masa depan generasi muda kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Barnas Adjidin Instruksikan DPPKBPPPA Garut Bantu Pemulihan Psikologis Anak Pasca Gempa

Ia menambahkan, jumlah laporan kekerasan anak yang didampingi oleh DPPKBPPPA Kabupaten Garut tercatat 130 kasus pada tahun 2023 dan 110 kasus pada tahun 2024 (hingga 9 Desember 2023). Tingginya angka laporan ini menunjukkan keberanian anak-anak untuk melapor.

“Perlindungan anak di satuan pendidikan menjadi prioritas utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki tanggung jawab dalam memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan haknya untuk belajar tanpa ancaman,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual serta penurunan angka perkawinan anak melalui berbagai program dan regulasi yang berpihak pada perlindungan anak dan perempuan.

Yayan Waryana mengapresiasi penyelenggaraan workshop ini sebagai langkah nyata dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda di lingkungan satuan pendidikan, agar memiliki pemahaman yang lebih baik tentang penanganan kekerasan pada anak. Ia berharap workshop ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga melahirkan komitmen dan aksi nyata dalam mencegah penanganan kekerasan seksual pada anak.

Baca Juga :  Polisi Sahabat Anak, TK Paud Al-Kautsar Kunjungi Polres Garut

“Mari kita sama-sama mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan lebih siap dalam membangun masa depan yang lebih baik,” ajaknya.

Dalam kesempatan yang sama, Yayan Waryana menjelaskan delapan fungsi keluarga dalam mendukung perkembangan anak, yaitu fungsi keagamaan, perlindungan, kasih sayang, pendidikan, ekonomi, kesehatan, reproduksi, sosial budaya, dan pemeliharaan lingkungan yang sehat.

Salin itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Garut, R. Yusuf Satria, menyampaikan apresiasi kepada DPPKBPPPA Kabupaten Garut atas kepercayaan yang diberikan kepada SMPN 1 Garut.

Ia berharap workshop ini menjadi percontohan dan mengimbau siswa untuk senantiasa melaksanakan cara mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.

(Deden Kurnia)

Sumber:Diskominfo  Garut

Berita Terkait

378 Mahasiswa ITG Siap Mengabdi di Cigedug dan Cikajang, Bupati Garut Titip Misi Pembangunan
Menuju Jamnas 2026, Bupati Garut Bekali Kontingen Pramuka: Tunjukkan Disiplin dan Kenalkan Garut ke Indonesia
Orang Tua Kecewa, Dana PIP Siswa SD di Cibalong Garut Masih Tertahan
UNIGA Wisuda 629 Lulusan, Bupati Garut Ajak Kampus Cetak SDM Unggul
Pendopo Garut Jadi Panggung Inspirasi, Bima Arya dan Bupati Syakur Bahas Kepemimpinan Berbasis Rakyat
360 Mahasiswa PPG UPI Siap Mengabdi di Garut, Bupati Targetkan Lompatan Mutu Pendidikan
Kisah Alumni Kembali ke Sekolah, Bupati Garut Semangati Siswa Baru: Aktif Pramuka, Jangan Malas Gerak
Datangi Disdik Garut, FLKSI Jabar Perjuangkan Keadilan PIP bagi Anak Yatim
Berita ini 181 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:21 WIB

378 Mahasiswa ITG Siap Mengabdi di Cigedug dan Cikajang, Bupati Garut Titip Misi Pembangunan

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:13 WIB

Menuju Jamnas 2026, Bupati Garut Bekali Kontingen Pramuka: Tunjukkan Disiplin dan Kenalkan Garut ke Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 - 18:30 WIB

Orang Tua Kecewa, Dana PIP Siswa SD di Cibalong Garut Masih Tertahan

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:07 WIB

UNIGA Wisuda 629 Lulusan, Bupati Garut Ajak Kampus Cetak SDM Unggul

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:17 WIB

Pendopo Garut Jadi Panggung Inspirasi, Bima Arya dan Bupati Syakur Bahas Kepemimpinan Berbasis Rakyat

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!