Tiga Sekolah Dijadikan Sample diLaunching Program SAPINTAS SMSBK Yang Digelar Disdik Garut - Kilas Garut News

Tiga Sekolah Dijadikan Sample di
Launching Program SAPINTAS SMSBK Yang Digelar Disdik Garut

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 6 Oktober 2022 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS | Bupati Garut, Rudy Gunawan me launching Program Strategi Peningkatan Tata Kelola Sekolah Melalui Sistem Manajemen Sekolah Berbasis Keunggulan (SAPINTAS SMSBK).

Bupati Rudy menyampaikan, Program tersebut merupakan proyek perubahan Pendidikan Latihan Kepemimpinan (Diklat Pim) II Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut,dan launching berlangsung di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (6/10/2022).

“Ada 3 sekolah yang dijadikan sampel pada launching ini, yaitu TK Negeri Pembina, SDN 1 Gentramasekdas, dan SMPN 1 Tarogong Kaler. Program ini mengubah tata kelola sekolah yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi ke arah digital. Sehingga program ini akan meminimalisir hilangnya berkas dan arsip ketika terjadi bencana ataupun hilang dimakan usia.

Beberapa fitur yang ada dalam program ini di antaranya inventarisasi dokumen sekolah, program dan kegiatan sekolah, laporan kinerja sekolah, dan laporan hasil belajar siswa. Manfaat jangka panjang dari SAPINTAS SMSBK ini adalah dapat memperoleh nilai akreditasi sekolah yang lebih baik sebagai salah satu ukuran kualitas sekolah”jelasnya

Program SAPINTAS SMSBK sebagai produk Diklatpim II Kadisdik Garut, bisa menjadi bagian perubahan dalam penatausahaan sekolah yang menggunakan manajemen berbasis keunggulan.

“Saudara-saudara sekalian, maka marilah kita bersama-sama mempersiapkan apa yang harus tersedia, karena sekarang ini proyek tahun depan di antaranya adalah untuk kegiatan-kegiatan yang berbasis elektronik,” ujarnya.

Baca Juga :  Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas untuk Pelajar: Satlantas Polres Garut Turun ke Sekolah"

Mengingat program ini merupakan sebuah strategi, maka harus dilakukan penjabaran kembali oleh para petugas kewilayahan di lapangan. Adanya program ini, karena bersinggungan dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 8 Tahun 2022 dan Peraturan Bupati Garut Nomor 119 Tahun 2021 tentang Penyelengaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

“Saya sebagai mentor ini mengaplikasi saja, tapi ini adalah strategi yang bagus, kita tidak mungkin menghindari karena terikat dengan Perpres, terikat dengan Permen Nomor 8 yang menyatakan bahwa kementerian pendidikan kebudayaan berkomitmen melaksanakan pemerintahan yang berbasis elektronik,” tuturnya

Sementara itu, Kadisdik Kabupaten Garut, Ade Manadin mengungkapkan bahwa SAPINTAS SMSBK ini bertujuan agar dokumen sekolah dapat dikelola dengan cepat dan akurat, serta berbasis keunggulan. Menurutnya, selain menggandeng teknologi, pihaknya juga tetap mempertahankan nilai-nilai, seperti silih asah, silih asih, silih asuh sebagai salah satu nilai yang dikembangkan dalam program ini.

“Nanti anak, pemimpin, atau anak masa depan itu jelas mempunyai karakter yang baik, sebab membangun karakter itu tidak mudah, Jepang saja 63 tahun membangun karakter anak, maka kita harus mengawali dari saat ini bagaimana mengembangkan karakter anak di masa yang akan datang, walaupun tidak terasa saat ini insya Allah akan terasa di masa yang akan datang,” ucap Ade Manadin.

Baca Juga :  Antisipasi Terjadinya Bullying, Kasat Lantas Polres Garut Bersama Anggota Berikan Pesan Kamtibmas Saat Jadi Narasumber  

Ia memaparkan, ada 10 fitur dalam program SMSBK di antaranya 8 standar pendidikan, sarana prasarana, tata kelola, sampai kepada sistem kepemimpinan kepala sekolah.

“Jadi di situ ada 10 fitur di mana nanti Dinas Pendidikan terintegrasi dengan sekolah-sekolah, kepala dinas, kabid, kasie bisa mengakses ke sekolah, pengawas bisa mengakses ke guru-guru dan kepala sekolah, kepala sekolah bisa mengakses ke guru dan anak, sekaligus orang tua pun bisa mengakses kepada anaknya, atau kepada sekolahnya, bagaimana nanti minat belajar anak, mutu anak, prestasi anak bisa diakses disitu,” lanjutnya.

Ade mengungkapkan, output dari kegiatan ini adalah adanya tata kelola yang cepat, tepat, dan akurat, dan berbasis nilai. Selain itu, dengan adanya program ini, ia berharap bisa menjadi saringan penggunaan teknologi sehingga dapat membangun karakter anak.

Ia menyampaikan, untuk saat ini hanya 3 sekolah yang baru dilauching program SAPINTAS SMSBK ini. Nanti, pihaknya akan melakukan launching dalam jangka pendek ataupun jangka panjang terhadap sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Garut.

“Mudah-mudahan ini adalah sebuah obat untuk semua lembaga pendidikan yang di Kabupaten Garut, agar permasalahan data terjawab dengan ini. Dapodik bukan punya kita, Dapodik punya Kemendikbud, (sedangkan) kita punya SAPINTAS SMSBK. Maka untuk menjawab terkait dengan data itu SMSBK akan hadir untuk memudahkan semuanya,” harapnya.(Agus*).

Berita Terkait

Datangi Disdik Garut, FLKSI Jabar Perjuangkan Keadilan PIP bagi Anak Yatim
IPI Garut Bersinar di Kancah Dunia, Mahasiswa PPG Raih Tiga Penghargaan Bergengsi
Diduga Ada Mahar Jabatan Korwil Disdik Garut, ASN Asal Cikelet Mengaku Rugi Rp 25 Juta
Sekolah Rakyat Garut Masuki Tahap Krusial, Kemensos Pastikan Lokasi Harus Bebas Bencana
Di Tengah Aksi Hardiknas, Mahasiswa IPI Garut Temukan Potret Nyata Perjuangan Pendidikan
Kompetisi LCC Garut 2026 Tuntas, SDN 4 Pataruman Kembali Jadi yang Terbaik
SDN 2 Sukaratu Sucinaraja Buka PPDB 2026/2027, Siap Cetak Generasi Unggul Sejak Dini
Serius Benahi Pendidikan Anak Usia Dini, Disdik Garut Susun RAD PAUD HI
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:17 WIB

Datangi Disdik Garut, FLKSI Jabar Perjuangkan Keadilan PIP bagi Anak Yatim

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:48 WIB

IPI Garut Bersinar di Kancah Dunia, Mahasiswa PPG Raih Tiga Penghargaan Bergengsi

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Ada Mahar Jabatan Korwil Disdik Garut, ASN Asal Cikelet Mengaku Rugi Rp 25 Juta

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:24 WIB

Sekolah Rakyat Garut Masuki Tahap Krusial, Kemensos Pastikan Lokasi Harus Bebas Bencana

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:11 WIB

Di Tengah Aksi Hardiknas, Mahasiswa IPI Garut Temukan Potret Nyata Perjuangan Pendidikan

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!