Melalui Transformasi Layanan Kesehatan Primer Permasalahan Stunting di Kabupaten Garut Bisa Terkendali - Kilas Garut News

Melalui Transformasi Layanan Kesehatan Primer Permasalahan Stunting di Kabupaten Garut Bisa Terkendali

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 24 Agustus 2022 - 01:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kilas Garut News-Bupati Garut, Rudy Gunawan, berharap, dengan adanya transformasi layanan kesehatan primer bagi puskesmas, permasalahan stunting di Kabupaten Garut bisa terkendali dan angka stunting bisa menurun hingga angka 12% di tahun 2024 nanti.

“Kami juga ingin stunting dikendalikan, dan alhamdulillah dengan intervensi yang dilakukan penderita stunting cepat tertangani, dan ada kenaikan berat badan dan diharapkan dalam 3 bulan ke depan ada kenaikan daripada tinggi tumbuh nya,” ucapnya saat mendampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), dr. Maria Endang Sumiwi dalam kegiatan evaluasi pendampingan tahap kedua uji coba integrasi pelayanan kesehatan primer bagi puskesmas, puskesmas pembantu/poskesdes (poskesdes), dan kader posyandu Desa Talagajaya dan Desa Wangunjaya yang dilaksanakan di Puskesmas Banjarwangi, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Selasa (23/8/2022).

Rudy berterimakasih kepada Menkes, Mendagri, dan Mendes PDTT yang telah menunjuk Kabupaten Garut menjadi percontohan transformasi layanan kesehatan primer. Kemudian, ia juga mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama menyehatkan masyarakat Garut agar menjadi generasi emas di tahun 2045.

“Garut sungguh-sungguh menyelesaikan masalah stunting kematian ibu dan kematian bayi, kita juga ingin mengkontruksi hal yang berhubungan dengan bagaimana memberikan layanan yang prima di bidang kesehatan kepada masyarakat terpencil sekalipun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Kiarapedes Polres Purwakarta Sambangi Warga Untuk  Sampaikan Himbauan Kamtibmas 

Menurut Bupati Garut, kunjungan ini dalam rangka melihat perkembangan percontohan transformasi layanan kesehatan primer yang sebelumnya telah dicanangkan oleh Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI.

“Tentu kami menyambut baik ini karena dengan transformasi layanan kesehatan primer, kita dapat menganalisis penyakit-penyakit dan melakukan langkah konkret di posyandu prima yang tentu akan kita bangun di Kabupaten Garut,” ucap Bupati Garut.

Sementara itu, Dirjen Kesmas RI, dr. Maria Endang Sumiwi menyampaikan, dalam kunjungan ini pihaknya memastikan salah satu program prioritas Kemenkes RI yaitu Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer dapat berjalan dengan baik sehingga pelayanan kesehatan dapat sampai ke masyarakat. Kabupaten Garut bersama dengan 9 daerah lain di Indonesia menjadi lokus pilot project program intergasi sistem pelayanan kesehatan primer.

“Tadi kita lihat di puskesmas berjalan dengan baik melalui sistem klaster, bersama Pak Bupati tadi saya melihat di puskesmas ini semua klaster berjalan dengan bertanggungjawab, dan juga sudah memahami ada beberapa yang kita lihat pelayanan menjadi sedikit lebih lama karena harus lebih lengkap,” ucapnya.

Ia berterimakasih kepada Bupati Garut, Rudy Gunawan beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut, serta para puskesmas yang telah membantu program sistem pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Garut bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Dukung Pelestarian Lingkungan Kabag Ops Polres Garut Ikuti Kegiatan Penanaman Pohon di Gunung Papandayan

“Dari sini nanti bulan Oktober kita akan sama-sama dengan sembilan tempat yang lain belajar hasil dari pilot ini untuk memfinalkan transformasi pelayanan primer,” ujarnya.

Kepala UPT Puskesmas Banjarwangi, Mahmud memaparkan saat ini ada dua desa di Kabupaten Garut yang dijadikan sebagai lokus pilot project yaitu Desa Talagajaya dan Desa Wangunjaya, yang terdiri dari dua posyandu prima dan 19 posyandu dusun.

Ia mengungkapkan, sistem pelayanan kesehatan primer ini memiliki perbedaan yang dari pelayanan sebelumnya, dimana pelayanan sebelumnya dilaksanakan berdasarkan unit pelayanan, sedangkan untuk sistem pelayanan kesehatan primer ini berdasarkan klaster. Menurutnya, kendala yang dialami pihaknya adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana.

“Yang keduanya tentang sarpras, dimana sarpras contohnya dua ruas bangunan yang belum memadai dan mudah-mudahan nanti bangunannya disesuaikan standar, sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu sesuai dengan klaster yang ada,” kata Mahmud.

Meskipun begitu, ia optimis bahwa pelaksanaan pilot project intergasi pelayanan kesehatan primer di Puskesmas Banjarwangi bisa berjalan dengan lancar, berkat dukungan yang luar biasa dari Bupati Garut, Rudy Gunawan.(Deden Kurnia*).

Berita Terkait

Bawa Kapak dan Pisau, Enam Pemuda di Garut Diduga Hendak Tawuran Diciduk Polisi
Granat Diduga Peninggalan Masa Revolusi Ditemukan Warga, Tim Jibom Polda Jabar Lakukan Pemusnahan di Leles Garut
Aksi Pembobol Rumah Terhenti, Polisi Amankan Pelaku Beserta Hasil Curian
Kasat Reskrim Polres Garut Berganti, AKP Herman Saputra Siap Perkuat Penegakan Hukum
Sidak Tambang di Leles Berujung Sanksi, Tiga Lokasi Tak Bisa Lagi Beroperasi
Ega Mahesa: Kemajuan Digital Harus Disikapi Bijak oleh Generasi Muda
Resmi Dilantik, PC SEPMI Kabupaten Garut Masa Jihad 2025-2027 Siap Melesat Menuju Garut Hebat
Dukung Program Prabowo, BPJPH Percepat Sertifikasi Halal SPPG di Kabupaten Garut
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:41 WIB

Bawa Kapak dan Pisau, Enam Pemuda di Garut Diduga Hendak Tawuran Diciduk Polisi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:21 WIB

Granat Diduga Peninggalan Masa Revolusi Ditemukan Warga, Tim Jibom Polda Jabar Lakukan Pemusnahan di Leles Garut

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:46 WIB

Kasat Reskrim Polres Garut Berganti, AKP Herman Saputra Siap Perkuat Penegakan Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:13 WIB

Sidak Tambang di Leles Berujung Sanksi, Tiga Lokasi Tak Bisa Lagi Beroperasi

Senin, 1 Juni 2026 - 12:49 WIB

Ega Mahesa: Kemajuan Digital Harus Disikapi Bijak oleh Generasi Muda

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!