Kilas Garut News-Polsek Banjarwangi Polres Garut mendatangi korban kebakaran rumah untuk mengecek keadaan rumah yang terbakar di Desa Bojong Kecamatan Banjarwangi.
“Telah terjadi kebakaran satu unit rumah panggung dengan ukuran sekitar 20 meterpersegi milik saudara Oman umur 60 tahun. Diduga kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik atau korsleting listrik dimana menurut saksi awal mula kejadian melihat asap membumbung dan api sudah membakar bagian atas rumah kemudian meminta tolong kepada warga sekitar untuk ikut memadamkan kebakaran tersebut dan kebakaran berhasil dipadamkan atas kerjasama dan gotong royong warga sekitarnya” Ujar Kapolsek.
Kapolsek Banjarwangi Iptu Amirudin Latif, SH. berkordinasi dengan instansi terkait dan bersama anggota mendatangi keluarga korban kebakaran untuk mengecek kebenaran kejadian tersebut.
Kebakaran rumah terjadi di Kampung Singkur Desa Bojong Kec. Banjarwangi sekitar dini hari pada hari Senin 12 September 2022.
Akibat kejadian kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, tetapi untuk kerugian materil berupa sebagian rumah dan sebagian perabotan rumah tangga habis terbakar, diperkirakan kerugian sekitar lima belas juta rupiah.
Kapolsek Banjarwangi Iptu Amirudin Latif, SH. menyampaikan “ terima kasih kepada semua warga yang telah bergotong royong membantu memadamkan api yang membakar rumah warga, serta menghimbau agar setiap warga berhati-hati dalam penggunaan listrik agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali ditempat manapun.” Ujarnya
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Humas Polres Garut/Deden Kurnia*).











