Kabupaten Garut Tengah Berduka, Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 4,9, Anggota Dewan Yudha Bersama Putri Karlina Tengok dan Bantu Warga Terdampak - Kilas Garut News

Kabupaten Garut Tengah Berduka, Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 4,9, Anggota Dewan Yudha Bersama Putri Karlina Tengok dan Bantu Warga Terdampak

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 19 September 2024 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Kabupaten Garut sedang berduka, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 yang mengguncang pada hari Rabu (18/9/2024) kemarin.

Demikian diungkapkan salah satu anggota DPRD Garut fraksi PDI Perjuangan Garut Yudha Puja Turnawan,Kamis (19/09/2024).

Ia menjelaskan,dari tanggal 18 september 2024 hingga kamis siang ini berdasarkan keterangan dari BPBD kabupaten Garut ada 1.197 ,21 mesjid ,musholla,dan madrasah yang mengalami kerusakan. Selain itu, ada 20 bangunan sekolah yang mengalami kerusakan yang tersebar di 6 kecamatan meliputi pasirwangi, sukaresmi, samarang, tarogong kaler, cisurupan dan cibiuk. Bangunan yang rusak sebagian besar terkonsentrasi di kecamatan pasirwangi.”jelasnya

Hari Kamis 19 september 2024,lanjut Yudha mengatakan, dirinya bersama Baguna DPC PDI Perjuangan kabupaten Garut, ibu Hj. Putri Karlina, pak Bambang Rudianto camat Pasirwangi, dan pak Ahmad Gunawan( kades barusari )blusukan di tiga kampung di desa barusari diantaranya ,di kampung Cibaeud, kampung Negla Sirna, kampung Bunisari dan kampung Cidatar desa Barusari kecamatan Pasirwangi.

Saya mengunjungi beberapa warga yang rumahnya rusak berat diantaranya

Baca Juga :  Kepala Disperindag ESDM Garut, Ridwan Effendi Apresiasi dan Inisiasi Pengrajin Kampung Batik Paledang

1. Pak Ahmad Solih Lesmana
Kampung Cibaeud RT 02 RW 02

2. Pak anang
Kampung Neglasirna RT 02 RW 05

3. Ibu Aminah
Kampung Neglasirna RT 02 RW 05

4. Mak iting
Kampung Neglasirna RT 02 RW 05

5. Ibu Imas
Kampung Bunisari RT 03 RW 09

6. Ibu Euis
Kampung Bunisari Rt 03 RW 09

7. Pak Mahfudin
Kampung Cidatar RT 01 RW 09

8. Ibu Siti
Kampung Cidatar RT 03 RW 09

9. Ibu eulis
Kampung Cidatar RT 03 RW 09

10. Pak Juju
Kampung Cidatar RT 01 RW 09

Dalam kesempatan ini selaku anggota DPRD Garut,kata Yudha,saya memberikan santunan sembako dan santunan uang kepada warga pada saat menengok untuk menguatkan hati dan meringankan beban mereka.”katanya

Setelah blusukan Yudha juga menitipkan 12 karung beras seberat 300 kilogram ke pemerintahan kecamatan Pasirwangi untuk membantu logistik dapur umum buat para penyintas gempa.

Hal itu,menurut Yudha, untuk mengingatkan kepada pemkab Garut agar mengoptimalkan anggaran BTT APBD Garut tahun 2024 yang masih tersisa 32 milyar untuk kepentingan membantu warga Garut yang rumahnya rusak.

Baca Juga :  Yudha Soroti Nasib Sepasang Lansia di Pakenjeng: Masuk Desil 1 Selama 13 Tahun Lumpuh, Bantuan Sembako Tak Kunjung Terealisasi

BTT APBD Garut dari awal 2024 besarnya 58 milyar, namun sudah terserap sebesar 26 milyar, menyisakan 32 Milyar yang belum terserap. Namun ada kondisi dilematis karena rencananya TAPD pemkab Garut akan menggunakan anggaran BTT sebesar 22 Milyar untuk menutup defisit yang ada, sehingga dikhawatirkan akan menyisakan 10 milyar saja untuk kepentingan membantu korban gempa.

APBD Perubahan Garut TA 2024 akan ditetapkan akhir september 2024, harapan saya pemkab tidak fokus dari BTT untuk menutupi defisit yang ada, tapi melakukan efisiensi di semua lini belanja tiap SKPD.

Harapan saya juga ada kolaborasi pendanaan dari pemprov Jabar dan pemerintah pusat, mengingat APBD garut yang sangat terbatas.

“Dengan adanya kolaborasi pendanaan semoga semua bangunan yang rusak, dari rumah, bangunan sekolah, mesjid, musholla dan madrasah bisa diperbaiki segera di tahun ini,”harapnya. (Agus*).

 

Berita Terkait

Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Berganti, Polres Garut Lakukan Penyegaran Jabatan
Hari Santri 2026, Pemkab Garut Salurkan Dana Hibah untuk 9 Pondok Pesantren
Sampah Garut Tak Bisa Terus Bergantung pada TPA, Putri Karlina Dorong Perubahan dari Rumah
382 Kios dan Sarana Dagang Terdampak Kebakaran Pasar Andir, Pemkab Garut Kebut Pemulihan
Lapad Ruhama Dinsos Garut Dampingi Remaja Penderita Tifus, Akses Jaminan Kesehatan Jadi Sorotan
Kendaraan Dinas Dikerahkan, Kapolsek Cibalong Berjuang Salurkan Air Bersih ke Warga
Ketua FLKSI Jabar Deden Kurnia, Sertifikasi SDM Kesos Bukan Sekadar Formalitas, Perlindungan Penerima Manfaat Harus Jadi Prioritas
Bupati Garut Bongkar Kesenjangan Partisipasi Sekolah: Wajib Belajar 13 Tahun Terancam Jika Anak Masih Putus Pendidikan
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Berganti, Polres Garut Lakukan Penyegaran Jabatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Hari Santri 2026, Pemkab Garut Salurkan Dana Hibah untuk 9 Pondok Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Sampah Garut Tak Bisa Terus Bergantung pada TPA, Putri Karlina Dorong Perubahan dari Rumah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Lapad Ruhama Dinsos Garut Dampingi Remaja Penderita Tifus, Akses Jaminan Kesehatan Jadi Sorotan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Kendaraan Dinas Dikerahkan, Kapolsek Cibalong Berjuang Salurkan Air Bersih ke Warga

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!