Pemkab Garut Gandeng BMKG dan Komisi V DPR RI, Resmi Buka Program Mitigasi Bencana - Kilas Garut News

Pemkab Garut Gandeng BMKG dan Komisi V DPR RI, Resmi Buka Program Mitigasi Bencana

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Pemerintah Kabupaten Garut bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Komisi V DPR RI resmi membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) Kabupaten Garut Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi melalui edukasi, simulasi, dan penguatan sistem mitigasi bencana.

Dalam sambutannya, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan apresiasi kepada BMKG dan Komisi V DPR RI yang terus mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Menurutnya, masyarakat perlu memahami potensi gempa bumi tanpa harus diliputi rasa panik karena pemerintah terus memperkuat sistem mitigasi dan peringatan dini.

“Di masyarakat dipahamkan bahwa kita adalah salah satu daerah yang berpotensi menghadapi bencana gempa bumi. Ini dipahamkan, tetapi tidak usah panik berlebihan karena pemerintah sudah menyiapkan Earthquake Early Warning System (EEWS) atau Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi,” ujar Bupati Garut.

Baca Juga :  Rudy Gunawan Puji Kapolres Garut Dibentuknya Tim "Sancang"

Bupati menambahkan bahwa setiap bencana memiliki indikasi dan proses. Oleh karena itu, melalui Sekolah Lapang Gempabumi masyarakat dibekali keterampilan menghadapi situasi darurat, mulai dari teknik berlindung saat gempa, proses evakuasi, hingga menuju assembly point atau titik kumpul yang telah ditentukan.

Di akhir sambutannya, ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan bentuk ikhtiar nyata dalam menghadapi potensi bencana, di samping tetap berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Anggota Komisi V DPR RI, Ade Ginanjar, menyampaikan bahwa Sekolah Lapang Gempabumi merupakan langkah konkret dalam memperluas edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Pihaknya juga terus mendukung penyediaan peralatan pemantauan gempa bumi dan instalasi EEWS di wilayah-wilayah prioritas.

“Bencana itu tidak ada yang tahu kapan datangnya. Namun, dengan alat yang diupayakan oleh BMKG ini, potensi dampak risiko bencana bisa ditanggulangi sedikit presentasenya. Melalui kegiatan ini, ketika ada pemberitahuan dari sistem, masyarakat sudah tahu bagaimana dia harus menyikapinya,” kata Ade Ginanjar.

Baca Juga :  Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Sungai Cipala, Polsek Kadungora Lakukan Penanganan

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa keberhasilan mitigasi bencana membutuhkan kolaborasi antara BMKG dan pemerintah daerah. BMKG berperan dalam mendeteksi dan menyampaikan informasi peringatan dini, sedangkan pemerintah daerah bersama BPBD bertugas menindaklanjuti informasi tersebut untuk melindungi masyarakat.

Selain memperoleh materi mengenai potensi sumber gempa di wilayah masing-masing, peserta juga mendapatkan edukasi penggunaan aplikasi InfoBMKG yang menyediakan informasi cuaca, gempa bumi, hingga potensi tsunami secara real-time.

“Kita bukan memberikan ketakutan atau kepanikan, melainkan membangun kesiapsiagaan bersama teman-teman BPBD. Melalui Sekolah Lapang Gempabumi ini, kami berharap masyarakat akan lebih paham dalam menyikapi bencana demi mewujudkan Keluarga Cerdas Bencana,” pungkas Suaidi Ahadi.

(dk)

Berita Terkait

HUT TNI ke-81, Kodim 0611/Garut Hadir Bantu Warga Cintanagara yang Kesulitan Air Bersih
Jalan Licin dan Menikung Jadi Sorotan, Truk Engkel Kecelakaan di Ibrahim Adjie
Kapolri dan Gus Baha Hadir Virtual, Polres Garut Khusyuk Ikuti Ngaji Kebangsaan
Nyaris Terjun ke Sungai Cimanuk, Pemuda 25 Tahun Berhasil Diselamatkan Polisi
Bertaruh Nyawa di Kantin Kapal, Duka Mendalam Selimuti Keluarga Erick di Situsaeur Garut
Sampai Saat Ini 9 ABK Asal Karangpawitan Masih Hilang: Keluarga Terus Menunggu Kabar
Enam Motor Berhasil Diamankan Polres Garut, Korban Kehilangan Diminta Cek Data
Tak Pernah Didata Petugas Sensus, Seorang Jompo di Desa Padaawas Pasirwangi Malah Tercatat Tukang Reparasi Mobil dan Motor
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 21:07 WIB

HUT TNI ke-81, Kodim 0611/Garut Hadir Bantu Warga Cintanagara yang Kesulitan Air Bersih

Minggu, 27 September 2026 - 10:09 WIB

Jalan Licin dan Menikung Jadi Sorotan, Truk Engkel Kecelakaan di Ibrahim Adjie

Sabtu, 26 September 2026 - 21:38 WIB

Kapolri dan Gus Baha Hadir Virtual, Polres Garut Khusyuk Ikuti Ngaji Kebangsaan

Sabtu, 19 September 2026 - 10:17 WIB

Nyaris Terjun ke Sungai Cimanuk, Pemuda 25 Tahun Berhasil Diselamatkan Polisi

Rabu, 16 September 2026 - 00:07 WIB

Bertaruh Nyawa di Kantin Kapal, Duka Mendalam Selimuti Keluarga Erick di Situsaeur Garut

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!