Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai, Garut Perkuat Kesiapsiagaan hingga Posko 24 Jam - Kilas Garut News

Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai, Garut Perkuat Kesiapsiagaan hingga Posko 24 Jam

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 4 November 2026 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi basah pada musim hujan 2026–2027, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan pentingnya memperkuat langkah pencegahan, meningkatkan kewaspadaan, dan membangun sinergi lintas sektor demi melindungi keselamatan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Tahun 2026 di Lapang Apel Polres Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Rabu (4/11/2026).

Bupati mengingatkan, kondisi geografis Kabupaten Garut yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi menuntut seluruh jajaran pemerintah, TNI-Polri, serta masyarakat untuk tidak lengah menghadapi peningkatan curah hujan.

Bencana alam maupun potensi bencana sosial harus diantisipasi melalui kesiapan personel, sarana prasarana, sistem peringatan dini, hingga koordinasi yang terintegrasi.

Berdasarkan data IRBI 2025, Kabupaten Garut berada pada peringkat 281 secara nasional dengan kategori risiko sedang. Posisi tersebut mengalami penurunan 79 peringkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di peringkat 202. Sementara di tingkat Provinsi Jawa Barat, Garut menempati peringkat keenam.

Meski terjadi penurunan indeks risiko, Bupati menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan alasan untuk mengurangi kesiapsiagaan.

“Berdasarkan data Indeks Risiko Bencana Indonesia atau IRBI, indeks risiko bencana Kabupaten Garut tahun 2025 berada pada peringkat 281 secara nasional dengan kelas risiko sedang. Posisi ini turun 79 peringkat dibandingkan dengan IRBI tahun 2024, yaitu berada pada peringkat 202. Di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Garut berada pada peringkat ke-6,” ungkapnya.

Baca Juga :  Longsor di Cilawu, Satu Rumah Terdampak, Tidak Ada Korban Jiwa

Untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Abdusy Syakur Amin menekankan enam langkah penting yang harus dilaksanakan seluruh jajaran dan masyarakat.

  1. Pemetaan wilayah rawan bencana. Mengacu pada dokumen kajian risiko bencana, rencana kontinjensi melalui Portal InaRISK, serta sumber informasi relevan lainnya.
  2. Memastikan kesiapan personel dan logistik. Melaksanakan apel kesiapsiagaan, memeriksa peralatan penanganan darurat, serta mengoptimalkan dana siap pakai jika diperlukan dengan penetapan status keadaan darurat bencana.
  3. Mengoptimalkan pemantauan cuaca dan peringatan dini. Memanfaatkan informasi BMKG secara berkala, menganalisis wilayah rawan, serta menyebarluaskan informasi melalui berbagai saluran komunikasi.
  4. Memperkuat kolaborasi pentahelix. Melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media serta memastikan posko darurat beroperasi selama 24 jam.
  5. Mengintensifkan edukasi masyarakat. Meningkatkan sosialisasi kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas agar masyarakat mampu mengenali risiko dan melakukan langkah antisipasi.
  6. Memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal. Menjamin kesiapan Early Warning System dan mekanisme penyampaian informasi kepada masyarakat berjalan efektif.
Baca Juga :  Dr. Irfan Nabhani Resmi Pimpin Uniga, Rumusan Strategi Sudah Disiapkan

Tak hanya memberikan arahan strategis, Bupati juga meminta para pimpinan kewilayahan untuk aktif menyampaikan laporan perkembangan kondisi wilayah secara berkala.

Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan harus terus ditingkatkan. Khusus wilayah perkotaan, para camat dan lurah diminta segera melakukan pembersihan drainase guna mengantisipasi genangan hingga banjir akibat saluran air yang tersumbat.

Langkah preventif tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana sekaligus meminimalkan dampak yang dapat merugikan masyarakat.

Menutup arahannya, Bupati Garut menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI-Polri dan seluruh komponen masyarakat yang telah mendukung upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Saya yakin kalau upaya kita lebih aktif lagi dalam melakukan preventif, maka bisa dilakukan penghematan dan juga bisa memberikan rasa aman, nyaman bagi masyarakat,” tandas Abdusy Syakur Amin.

Pesan Bupati jelas: jangan menunggu bencana datang untuk bergerak. Kesiapsiagaan, pencegahan, dan kolaborasi harus dimulai sekarang demi keselamatan warga Garut.

(DK)

Berita Terkait

DWP Garut Gelar Lomba Hijab dan Tata Rias Pesta, 13 Peserta Unjuk Kreativitas Sambut HUT ke-27
Polres Garut Gelar Apel Siaga Bencana 2026, Bupati: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas
Bupati Garut Punya Aplikasi Pantau ASN, Pemeriksaan BPK Jadi Momentum Pembenahan
Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Polres Garut dan IPI Garut Perpanjang Kerja Sama MoU dan MoA
Didit Kehilangan Kaki Akibat Kanker Tulang, LKS Al Usman Gandeng Puskesmas Karangpawitan Perjuangkan BPJS PBI
Bupati Garut Lantik Satria Budi sebagai Pj Sekda, Fokus Kawal Perencanaan Anggaran 2027
Jalan Banjarwangi–Singajaya Amblas 15 Meter, Polsek Banjarwangi Pasang Police Line
Kapolres Garut Sambangi Gereja Santa Perawan Maria, Perkuat Toleransi dan Jamin Keamanan Ibadah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:46 WIB

Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai, Garut Perkuat Kesiapsiagaan hingga Posko 24 Jam

Rabu, 4 November 2026 - 09:29 WIB

DWP Garut Gelar Lomba Hijab dan Tata Rias Pesta, 13 Peserta Unjuk Kreativitas Sambut HUT ke-27

Rabu, 4 November 2026 - 09:22 WIB

Polres Garut Gelar Apel Siaga Bencana 2026, Bupati: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Polres Garut dan IPI Garut Perpanjang Kerja Sama MoU dan MoA

Selasa, 3 November 2026 - 12:47 WIB

Didit Kehilangan Kaki Akibat Kanker Tulang, LKS Al Usman Gandeng Puskesmas Karangpawitan Perjuangkan BPJS PBI

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!