KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut baik pelaksanaan Entry Meeting Pemeriksaan Kepatuhan atas Pengadaan Barang dan Jasa Infrastruktur Pelayanan Publik Tahun 2026 pada Pemerintah Kabupaten Garut dan instansi terkait.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Garut, Kecamatan Garut Kota, Selasa (3/11/2026), sebagai langkah awal pemeriksaan sekaligus penguatan tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Entry meeting ini dihadiri Kepala Bidang Pemeriksaan Jabar II Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Yitno, bersama tim pemeriksa, sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Garut menegaskan bahwa evaluasi dan pengawasan secara berkala menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, perencanaan yang matang harus berjalan beriringan dengan pengawasan yang ketat agar setiap program pembangunan, khususnya pengadaan barang dan jasa infrastruktur pelayanan publik, terlaksana sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran serta penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), Bupati Garut menilai kondisi tersebut tidak semata-mata menjadi tantangan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan efektivitas belanja pemerintah dan melahirkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada BPK atas pendampingan, arahan, serta pembinaan yang diberikan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya dalam meningkatkan kualitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Sekali lagi terima kasih, Bapak. Mohon kiranya tadi bisa membantu kami. Kami juga mengemban amanat dari masyarakat,” ungkap Abdusy Syakur Amin.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa dirinya terus melakukan pemantauan terhadap kesesuaian antara perencanaan dan realisasi kegiatan di lapangan. Pengawasan tersebut juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital untuk memantau kinerja hingga kedisiplinan ASN.
“Bahkan saya juga punya aplikasi yang bisa mengecek semuanya, termasuk absen dan lain-lain. Saking cintanya saya kepada teman-teman ASN supaya mereka bisa bekerja lebih baik. Jadi, terima kasih dikasih guidance pembinaan supaya teman-teman kalau ada yang salah bisa kita perbaiki,” tandasnya.
Melalui pemeriksaan kepatuhan ini, Pemerintah Kabupaten Garut diharapkan semakin memperkuat komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang profesional, tertib administrasi, serta bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran publik.
Pengawasan bukan sekadar mencari kesalahan, melainkan menjadi instrumen perbaikan agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Garut.
(DK)




























