KILASGARUTNEWS.id|Memasuki musim hujan, para petani di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, justru dihadapkan pada persoalan serius. Pasokan pupuk yang semakin sulit diperoleh membuat petani kelimpungan di tengah kebutuhan mendesak untuk menunjang masa tanam. Kamis (05/11/2026).
Sejumlah agen pupuk dilaporkan kehabisan stok. Kondisi ini menjadi keresahan tersendiri bagi para petani, terutama di Desa Mekarmukti yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil pepaya di wilayah Kecamatan Cibalong.
Kelangkaan pupuk bukan sekadar persoalan distribusi barang, melainkan ancaman nyata terhadap keberlangsungan usaha pertanian dan kesejahteraan petani.
Keluhan tersebut disampaikan Hikmat Dijajay, petani yang mengelola perkebunan pepaya puluhan hektare sekaligus salah seorang Ketua AFDESI Kecamatan Cibalong.
Menurut Hikmat, dirinya mengalami kesulitan mendapatkan pupuk lantaran stok di sejumlah agen kosong. Selain itu, mekanisme pembelian pupuk yang mengharuskan menggunakan KTP dinilai turut menjadi kendala bagi petani yang membutuhkan pasokan dalam jumlah memadai.
“Petani saat ini membutuhkan pupuk untuk menunjang masa tanam. Namun, ketika hendak membeli, stok di sejumlah agen justru kosong. Ini tentu sangat menyulitkan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemerintah dan instansi terkait harus segera merespons persoalan tersebut. Pasalnya, keterlambatan pemupukan dapat berdampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman, produktivitas hasil panen, hingga pendapatan petani.
Hikmat mendesak pemerintah segera turun ke lapangan untuk memastikan ketersediaan pupuk dan kelancaran distribusinya, khususnya di wilayah Kecamatan Cibalong.
Menurutnya, petani jangan sampai terus dibebani tuntutan untuk meningkatkan produktivitas, sementara kebutuhan mendasar seperti pupuk justru sulit diperoleh.
“Pemerintah harus hadir dan memastikan pupuk tersedia. Jangan sampai petani kesulitan mendapatkan kebutuhan utama untuk mengelola lahan pertaniannya,” tegasnya.
Persoalan ini juga menjadi alarm bagi instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi pupuk di tingkat agen. Pemerintah perlu memastikan apakah kelangkaan tersebut disebabkan keterbatasan pasokan, hambatan distribusi, atau persoalan lain yang perlu segera dibenahi.
Sebab, ketika pupuk sulit diperoleh pada momentum penting masa tanam, dampaknya bukan hanya dirasakan petani, melainkan juga berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab kelangkaan pupuk di Kecamatan Cibalong maupun langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
(Dea)




























