KILASGARUTNEWS.id|Gelombang besar menerjang perahu nelayan Muara Jaya di perairan Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Perahu yang baru keluar dari mulut dermaga itu mendadak oleng setelah dihantam ombak dari arah laut.
Di tengah situasi yang menegangkan tersebut, tiga nelayan yang berada di atas perahu berhasil diselamatkan berkat pertolongan nelayan lain dan warga yang berada di sekitar lokasi.
Ketiga nelayan tersebut yakni Tatang (65), selaku tekong atau pemimpin perahu, serta dua anak buah kapal (ABK), Firman (42) dan Pidin (50). Mereka merupakan warga Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.
Berdasarkan laporan Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Garut, peristiwa bermula saat perahu Muara Jaya bertolak dari Dermaga Santolo untuk melaut.
Namun, setelah melewati mulut dermaga dan kawasan Ombak Sahabat, gelombang besar tiba-tiba datang dari arah laut dan menghantam perahu hingga oleng.
Melihat kejadian tersebut, nelayan lain yang berada di sekitar lokasi segera bergerak memberikan pertolongan. Berkat respons cepat tersebut, ketiga nelayan berhasil diselamatkan bersama perahunya dan dibawa kembali ke Dermaga Santolo.
Personel Satpolairud Polres Garut yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk membantu proses evakuasi.
Ketiga nelayan kemudian dibawa ke Puskesmas Cikelet guna menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan laporan awal, seluruh korban dinyatakan selamat dan masih menjalani penanganan oleh tim medis.
Kasat Polairud Polres Garut, IPTU Aep Saprudin, melaporkan bahwa proses evakuasi melibatkan personel kepolisian, nelayan, serta masyarakat setempat. Perahu Muara Jaya juga berhasil dikembalikan ke dermaga dengan bantuan warga.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi para nelayan agar tidak mengabaikan kondisi cuaca dan gelombang laut sebelum memutuskan untuk melaut.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama ketika keluar-masuk dermaga dan melintasi kawasan perairan yang berpotensi memiliki gelombang tinggi.
Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Memastikan kondisi perahu, memperhatikan informasi cuaca maritim, serta menggunakan perlengkapan keselamatan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut.
Berkat pertolongan cepat nelayan dan masyarakat setempat, insiden di perairan Santolo ini tidak menimbulkan korban jiwa.
(DK)




























