KILASGARUTNEWS.id|Di balik berbagai program bantuan sosial yang menyentuh masyarakat, ada sosok yang bekerja dalam senyap. Dialah Firda Siti Mutmainah, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Limbangan, yang dikenal ramah dan selalu hadir ketika warga membutuhkan.
Tak jarang, Firda harus menyusuri gang sempit, mendatangi rumah warga yang sakit, lansia yang tinggal sendiri, hingga keluarga prasejahtera yang kesulitan mengakses bantuan. Dengan pendekatan jemput bola, ia memastikan tak ada warga yang terlewat dari perhatian negara. Kamis (12/2/2026).
“Bu Firda itu baik dan sabar. Kalau kami bingung soal bantuan, beliau datang menjelaskan dengan ramah,” ungkap salah seorang warga Limbangan.
Sebagai TKSK, Firda bertugas membantu Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi, serta Dinas Sosial Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan, mendampingi, dan mengevaluasi program kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan.
Perannya dimulai dari pemetaan dan pendataan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), termasuk identifikasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) serta potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) di wilayahnya. Data yang akurat menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.
Firda juga mengawal berbagai program bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), penanganan kemiskinan ekstrem, hingga program pencegahan stunting. Ia memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Tak hanya menjalankan tugas administratif, Firda menjadi jembatan harapan antara warga dan pemerintah. Ia membangun koordinasi dengan camat, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga Karang Taruna dan Pekerja Sosial Masyarakat untuk memperkuat jejaring penanganan sosial di Limbangan.
Seluruh hasil pendampingan dilaporkan secara berkala kepada Dinas Sosial Kabupaten sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi program.
Di tengah berbagai tantangan sosial, kehadiran Firda Siti Mutmainah menjadi bukti bahwa pelayanan sosial bukan sekadar tugas, melainkan panggilan kemanusiaan. Dengan senyum dan ketulusan, ia terus mengetuk pintu-pintu warga, memastikan bantuan hadir bagi mereka yang membutuhkan.
(dk)




















