PDNA Garut Gelar Dengar Pendapat Terkait Kesehatan Ibu dan Anak - Kilas Garut News

PDNA Garut Gelar Dengar Pendapat Terkait Kesehatan Ibu dan Anak

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 7 Februari 2023 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Pimpinan Daerah Nasiyatul Aisyiyah (PDNA) Garut bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, didukung oleh Rise Foundation, menggelar acara Forum Dengar Pendapat terkait Isu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (6/2/2023).

Dalam kegiatan ini, PDNA Garut menghadirkan beberapa pemangku kebijakan seperti Perwakilan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Kabupaten Garut, Suherman, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut, dr. Maskut Farid, dan Kepala Bidang (Kabid) Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Garut, Asep Jawahir.Sebanyak 45 peserta perwakilan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, remaja, ibu hamil dan bidan, hingga Tim Sakinah berdiskusi serta menyampaikan beberapa aspirasi dan unek-unek yang dimiliki kepada pemangku jabatan yang hadir dalam acara ini terkait dengan masalah KIA.

Perwakilan TPPD Kabupaten Garut, Suherman, mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh PDNA Garut ini, terlebih ia menilai jika penanganan masalah ibu hamil hingga bayi baru lahir ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab seluruh stakeholder yang ada.Suherman beharap Forum Dengar Pendapat ini bisa terus berlanjut, guna mewujudkan Kabupaten Garut yang zero new stunting, dan zero Angka Kematian Ibu/Angka Kematian Bayi (AKI/AKB).

“Pemerintah sangat merespon kegiatan ini dan terus memberikan dukungan semaksimal mungkin sesuai dengan regulasi yang ada, (dan) harapannya tentu kita harapkan dengan adanya ini mampu mensosialisasikan kepada masyarakat, sehingga akhirnya (terwujud) zero AKI dan AKB, sehingga Kabupaten Garut nanti menjadi kabupaten yang sehat,” ujar Suherman.Apresiasi terkait acara ini juga disampaikan oleh Kepala Dinkes Garut, dr. Maskut Farid, di mana kegiatan ini merupakan suatu usaha untuk membantu pemerintah dalam menangani masalah yang berkaitan dengan ibu hamil, stunting, hingga bayi-bayi yang baru lahir. Apalagi, Pemkab Garut saat ini sedang mengadakan sebuah gerakan guna memastikan semua ibu hamil di Kabupaten Garut harus terlayani dengan baik.

Baca Juga :  Komunitas RADEKSA Gelar Halal Bihalal Pasca Idul Fitri, GAPURA Jabar Apresiasi Kekompakan Komunikasi Antar Desa dan Kecamatan

“Nah sehingga dengan adanya partisipasi dari semua pihak hari ini dari Nasiyatul Aisyiyah Ini sangat kami senang sekali, kami sangat terbuka dan nanti kita akan kembangkan lagi, mungkin sekarang di Muhammadiyah, nanti NU, kemana-mana yah, agar bareng-bareng, intinya adalah bagaimana membantu masyarakat ibu hamil yang sekarang lagi hamil nih, kalo tidak ada masalah ya nggak apa-apa lancar-lancar saja formal gak masalah, nah ketika ada masalah itulah yang harus kita usahakan (bantu),” imbuhnya.Kadinkes Garut menekankan agar semua pihak memikirkan bagaimana intervensi yang dilakukan betul-betul menyentuh masyarakat.

“Nah ini ketika ada masalah inilah kita harus konsen, maka saya tekankan kita harus bagaimana how-nya bukan programnya, tapi bagaimana itu betul-betul menyentuh pada masyarakat-masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan,” kata dr. Maskut.

Sementara itu, Kabid LKD DPMD Garut, Asep Jawahir, menilai Forum Dengar Pendapat merupakan salah satu pendidikan yang paling berharga karena memberikan pemahaman serta pengertian yang harus diadopsi oleh peserta.Selain itu, ia juga berharap hasil diskusi dari kegiatan ini nantinya bisa ditindaklanjuti oleh program kegiatan yang ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yang ada di lingkungan Pemkab Garut.

Di tempat yang sama, Ketua Departemen Sosial (Depsos) PDNA Garut, Rosi Siti Rahmawati, mengatakan salah satu tujuan dari acara ini adalah untuk memetakan berbagai macam persoalan dan tindakan yang telah dan akan dilakukan oleh masyarakat, yang diwakili oleh peserta dari berbagai kalangan terkait isu KIA di Kabupaten Garut.

Baca Juga :  Dinas PPKBPPPA Garut Gandeng SMPN 4 Tarogong Kidul Hadapi Isu KTD Dan Narkoba

“Makanya tantangannya apa kan dari mereka yang muncul selama mereka mendampingi masyarakat untuk konsen di isu KIA gitu ya, isu KIA ini kan nanti ada di isu stuntingnya dan di AKI/AKBnya dan lintas usia, jadi hari ini lebih ke me-mapping-kan segala jenis persoalan, hambatannya apa, kemudian disampaikan direkomendasikan,” kata Rosi.Ia mengungkapkan jika selama diskusi yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini, para peserta bebas bicara dengan rasa aman, dan kemudian hasil diskusinya disampaikan langsung ke pemangku kebijakan yang hadir.

“Jadi tadi disampaikan diskusi dan diakhirnya nanti akan kita wrap up (mengemas) ya apa saja yang ada dalam diskusi hari ini, dan disampaikan nanti secara general ke Bapak Bupati gitu,” ungkapnya.

Ia menerangkan selama kegiatan berlangsung antusiasme dari peserta luar biasa, apalagi setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi hingga unek-unek yang dimilikinya selama ini.Rosi juga menjelaskan bahwa tindaklanjut dari kegiatan ini adalah tersusunnya rekomendasi kebijakan atau policy brief yang akan digabungkan dengan data riset dan aspirasi yang hari ini sudah disampaikan oleh peserta Forum Dengar Pendapat.

“Jadi follow up nya adalah kita akan menyampaikan rekomendasi kebijakan kepada para pihak, terutama Bapak Bupati dan juga kepala SKPD terkait gitu, untuk betul-betul bisa merespon ini dan mem-follow up-inya,” jelasnya.Melalui kegiatan inj, lanjut Rosi, pihaknya ingin mendekatkan masyarakat dengan pemerintah, sehingga program dari pemerintah bisa berkesinambungan dengan kebutuhan dari masyarakat.

“Harapannya antara masyarakat dengan pemerintah itu dekat gitu ya, jadi pemerintah membuat program-program itu yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, dan masyarakat mengerjakan segala hal yang dia lakukan untuk isu KIA itu betul-betul memang nyambung sinergis dengan pemerintah gitu,” tandasnya.

Berita Terkait

Bupati Garut Punya Aplikasi Pantau ASN, Pemeriksaan BPK Jadi Momentum Pembenahan
Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Polres Garut dan IPI Garut Perpanjang Kerja Sama MoU dan MoA
Didit Kehilangan Kaki Akibat Kanker Tulang, LKS Al Usman Gandeng Puskesmas Karangpawitan Perjuangkan BPJS PBI
Bupati Garut Lantik Satria Budi sebagai Pj Sekda, Fokus Kawal Perencanaan Anggaran 2027
Jalan Banjarwangi–Singajaya Amblas 15 Meter, Polsek Banjarwangi Pasang Police Line
Kapolres Garut Sambangi Gereja Santa Perawan Maria, Perkuat Toleransi dan Jamin Keamanan Ibadah
Ops Cipkon Polsek Malangbong Sasar Peredaran Miras, 79 Botol Ciu Diamankan
Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi Hadir Bawa Harapan, Rumah Nenek Enung yang Roboh Bakal Dibangun
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:53 WIB

Bupati Garut Punya Aplikasi Pantau ASN, Pemeriksaan BPK Jadi Momentum Pembenahan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Polres Garut dan IPI Garut Perpanjang Kerja Sama MoU dan MoA

Selasa, 3 November 2026 - 12:47 WIB

Didit Kehilangan Kaki Akibat Kanker Tulang, LKS Al Usman Gandeng Puskesmas Karangpawitan Perjuangkan BPJS PBI

Senin, 2 November 2026 - 09:31 WIB

Jalan Banjarwangi–Singajaya Amblas 15 Meter, Polsek Banjarwangi Pasang Police Line

Senin, 2 November 2026 - 09:14 WIB

Kapolres Garut Sambangi Gereja Santa Perawan Maria, Perkuat Toleransi dan Jamin Keamanan Ibadah

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!