Guru Honorer Garut Menangis, Ketua DPRD Garut Buta dan Tuli - Kilas Garut News

Guru Honorer Garut Menangis, Ketua DPRD Garut Buta dan Tuli

Avatar photo

- Reporter

Minggu, 16 Juni 2024 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Garut, Rifki Fauzi, mengecam tajam pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Ketua DPRD Garut, Euis Ida, dalam menghadapi demonstrasi para guru honorer di Garut.

Pernyataan tersebut, yang mengatakan “sok nangisna sing sae”, dinilai sebagai sikap yang tidak pantas dan tidak menghargai perjuangan para pendidik yang sedang berjuang untuk hak-hak mereka.

Rifki Fauzi menyatakan kekecewaannya atas pernyataan tersebut, Pernyataan tersebut tidak mencerminkan empati dan pengertian terhadap kondisi dan perjuangan guru honorer yang sedang berunjuk rasa.

Sebagai Wakil Rakyat, seharusnya Ketua DPRD Garut memberikan dukungan dan mendengarkan aspirasi mereka dengan serius, bukan menganggap seruan mereka sebagai bentuk “pura-pura menangis” atau tidak tulus. Pernyataan seperti ini dapat memperburuk hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, serta menunjukkan ketidakpedulian terhadap masalah yang dihadapi oleh para guru honorer yang merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan.

Baca Juga :  Pemkab Garut dan IPI Garut Bersinergi dalam Program 1 Desa 1 Sarjana

Terutama mengingat beberapa bulan sebelumnya Ketua DPRD Garut aktif meminta dukungan suara untuk terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Sikap tidak konsisten dari Ketua DPRD Garut dalam merespons aspirasi masyarakat, terutama para guru honorer yang membutuhkan perhatian serius, sangat memprihatinkan,” ujar Rifki.

Baca Juga :  Polsek Cilawu Polres Garut Pastikan Keselamatan Anak-anak Sekolah

Selain itu, Rifki Fauzi juga mengajak seluruh masyarakat Garut untuk bertindak dalam menanggapi tindakan DPRD Garut yang menutup kolom komentar di akun Instagram mereka.

“Tindakan menutup kolom komentar ini mencerminkan ketidaktransparanan dan kurangnya akuntabilitas publik dari pihak DPRD Garut,” kata Rifki.

Ia menegaskan pentingnya ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat sebagai upaya untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kritik dari Ketua DPC SEMMI Garut ini menggarisbawahi perlunya kepemimpinan yang lebih sensitif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta transparansi dalam mengelola urusan publik.(*).

Berita Terkait

378 Mahasiswa ITG Siap Mengabdi di Cigedug dan Cikajang, Bupati Garut Titip Misi Pembangunan
Menuju Jamnas 2026, Bupati Garut Bekali Kontingen Pramuka: Tunjukkan Disiplin dan Kenalkan Garut ke Indonesia
Orang Tua Kecewa, Dana PIP Siswa SD di Cibalong Garut Masih Tertahan
UNIGA Wisuda 629 Lulusan, Bupati Garut Ajak Kampus Cetak SDM Unggul
Pendopo Garut Jadi Panggung Inspirasi, Bima Arya dan Bupati Syakur Bahas Kepemimpinan Berbasis Rakyat
360 Mahasiswa PPG UPI Siap Mengabdi di Garut, Bupati Targetkan Lompatan Mutu Pendidikan
Kisah Alumni Kembali ke Sekolah, Bupati Garut Semangati Siswa Baru: Aktif Pramuka, Jangan Malas Gerak
Datangi Disdik Garut, FLKSI Jabar Perjuangkan Keadilan PIP bagi Anak Yatim
Berita ini 161 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:21 WIB

378 Mahasiswa ITG Siap Mengabdi di Cigedug dan Cikajang, Bupati Garut Titip Misi Pembangunan

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:13 WIB

Menuju Jamnas 2026, Bupati Garut Bekali Kontingen Pramuka: Tunjukkan Disiplin dan Kenalkan Garut ke Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 - 18:30 WIB

Orang Tua Kecewa, Dana PIP Siswa SD di Cibalong Garut Masih Tertahan

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:07 WIB

UNIGA Wisuda 629 Lulusan, Bupati Garut Ajak Kampus Cetak SDM Unggul

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:17 WIB

Pendopo Garut Jadi Panggung Inspirasi, Bima Arya dan Bupati Syakur Bahas Kepemimpinan Berbasis Rakyat

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!