Efesiensi Anggaran Ternyata Berdampak Terhadap Pengusaha Hotel dan Restoran Begini Kata Ketua PHRI - Kilas Garut News

Efesiensi Anggaran Ternyata Berdampak Terhadap Pengusaha Hotel dan Restoran Begini Kata Ketua PHRI

Avatar photo

- Reporter

Sabtu, 15 Maret 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Efesiensi Anggaran Ternyata Berdampak kepada para pengusaha hotel dan restoran. Khususnya di kabupaten Garut,”ujar Ketua PHRI Kabupaten Garut, H Deden Rohim kepada awak media saat mengadakan acara silaturahmi dan buka puasa bersama di Hotel Rancabango, Tarogong Kaler, kabupaten Garut,Jumat (14/03/2025).

Adanya hal itu memang pengusaha hotel dan restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tengah mengeluh karena mengalami kerugian besar akibat pembatalan kegiatan yang sudah agendakan jauh hari.”ujarnya

Sementara itu,Wakil Bupati Garut, Putri Karlina juga mengaku, kebetulan juga memiliki usaha restoran dan menjadi anggota PHRI Garut.

” Kita tahu karena adanya Inpres nomer 1 tahun 2025 ada banyak proyek proyek pemerintahan dan kementerian yang bekerja sama dengan perhotelan dan restoran itu di-cancel. Kerugiannya juga luar biasa. Tadi ceritanya ada yang sampai rugi ratusan juta sampai Rp. 500 juta.

Dalam hal ini Putri sebagai pemimpin daerah, mengaku tidak bisa bertindak dengan kebijakan pemerintah pusat ini. Namun demikian, ia berharap ke depan ada kebijakan yang boleh dibilang lebih ramah untuk pengusaha hotel dan restoran.

” Mungkin ada cara cara tertentu, tapi dari kami memotivasi rekan rekan untuk lebih semangat , dan kami juga mulai memetakan bagaimana supaya bisa dari lokal untuk lokal. Kalau misalnya tidak ada projek projek dari luar, bagaimana lokal punya daya beli dan lokal bisa berwisata bagitu,”ungkapnya.

Baca Juga :  Unit Patroli Polsek Lemahabang Polres Karawang Polda Jabar Gelar Patroli Di Kantor BRI

Khusus menghadapi libur lebaran dan libur nasional lainnya, Putri meminta kepada Ketua BPC PHRI Garut, H. Deden Rohim agar bisa membuat daftar tarif minimal dan maksimal, supaya tida ada lagi kesan mahal soal wisata di Garut ini “katanya.

Lanjut dikatakan Ketua BPC PHRI Garut,H Deden Rohim mengaku tentu, dampak dari adanya Inpres nomer 1 tahun 2025 tentang efesiensi itu telah membuat perusahaannya merugi cukup besar.

” Kalau dulu kita mengalami pandemi covid 19, sekarang ini pandemi efesiensi. Makanya tadi kita bahas dampak dari efesiensi. Tapi insya Alloh kita tengah merumuskan jalan keluarnya supaya tidak berlama lama. Karena contoh usaha yang saya bangun ini sudah 3 kementerian yang membatalkan agendanya, dengan kerugian sampai Rp. 500 juta. Belum hotel yang lain yang jumlahnya hampir 80 yang berbintang dan non bintang,”katanya.

Oleh karena itu,sambung Jiden (H Deden Rohim) mengestimasi kerugian akibat pembatalan agenda acara di hotel yang ada di Garut itu bisa mencapai belasan milyar rupiah. Ia juga memperkirakan akan terjadi penurunan pendapatan untuk seluruh pengusaha hotel dan restoran sekitar 30 persenan

Baca Juga :  Kemunculan Tim Sancang Polres Garut Sempat Membuat Masyarakat Terkejut

Untuk mengakali bisnis di tengah efesiensi anggaran pemerintah ini,ia bersama pengurus BPC PHRI Garut berencana menggulirkan program Sport Tourism dengan menggandeng KONI sebagai leading sector olahraga.

Jika program ini bergulir, dengan banyak kegiatan olahraga berskala nasional di Garut yang sifatnya kompetisi akan dapat menyebabkan tingkat hunian atau okupasi hotel lebih meningkat meningkat.

Menanggapi adanya kesan mahal untuk harga hotel di Garut pada musim libur lebaran, hal itu terjadi di mana mana bukan hanya di Garut.

” Mahal itu kan relatif, saat saat bulan puasa seperti ini okupasi kan turun. Itu kan efek domino dalam bisnis, itu merata di mana mana secara nasional, bahkan bisa jadi internasional. Nah sekarang karena musim musim tertentu seperti lebaran, itu terjadi rebutan karena jumlah kamar juga terbatas dibanding pengunjung yang datang,”tambahnya.

Pajak dari sektor pariwisata ini sebagai penyumbang PAD terbesar ke 3, di mana setiap tahunnya menyetor Rp. 29 milyar. Sehingga kata Jiden, sewajarnya pemerintah daerah bisa membantu dari sisi promosi agar tingkat kunjungan bisa meningkat di tengah efesiensi ini

“Harusnya ada dong insentif yang diberikan oleh pemerintah daerah dalam bentuk promosi, supaya PAD nya bisa lebih meningkat lagi,”pintanya.

(Agus)

Berita Terkait

BPJS PBI Dinonaktifkan? Dinsos Garut Buka Peluang Pendaftaran Kembali, TKSK Turun Verifikasi
Cegah Banjir dan Bangun Kepedulian Lingkungan, Polres Garut Bersama Warga Gelar Aksi Green Policing di Suci Kaler
Blanko E-KTP Aman, Camat Cibalong Pastikan Informasi Sampai hingga Tingkat RT/RW
Pupuk Sulit Dicari saat Musim Tanam, Petani Cibalong Menanti Respons Pemerintah
Polisi Beri Kejutan di Jalan! Pengendara Tertib Dapat Bunga, Helm Gratis hingga Reward UMKM
Diskominfo Garut Terima Kunjungan DPRD Belitung, Bahas Penguatan SPBE dan Komunikasi Publik
Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai, Garut Perkuat Kesiapsiagaan hingga Posko 24 Jam
DWP Garut Gelar Lomba Hijab dan Tata Rias Pesta, 13 Peserta Unjuk Kreativitas Sambut HUT ke-27
Berita ini 48 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 11:25 WIB

Cegah Banjir dan Bangun Kepedulian Lingkungan, Polres Garut Bersama Warga Gelar Aksi Green Policing di Suci Kaler

Jumat, 6 November 2026 - 18:30 WIB

Blanko E-KTP Aman, Camat Cibalong Pastikan Informasi Sampai hingga Tingkat RT/RW

Kamis, 5 November 2026 - 14:01 WIB

Pupuk Sulit Dicari saat Musim Tanam, Petani Cibalong Menanti Respons Pemerintah

Kamis, 5 November 2026 - 13:50 WIB

Polisi Beri Kejutan di Jalan! Pengendara Tertib Dapat Bunga, Helm Gratis hingga Reward UMKM

Kamis, 5 November 2026 - 13:41 WIB

Diskominfo Garut Terima Kunjungan DPRD Belitung, Bahas Penguatan SPBE dan Komunikasi Publik

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!