KILASGARUTNEWS | Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, Tanah Sawah di Jalan Cigadog, Kampung Babakan Mekar, Desa Sukarasa, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, terkena longsor.
Tanah longsor yang menimpa Sawah tersebut terjadi pada Senin malam (3/10/2022) sekira pukul 23.15 WIB.
Untuk memastikan kondisi tersebut, Polisi langsung mengecek lokasi musibah tanah sawah yang mengalami longsor.
“Kami lakukan pengontrol tanah sawah yang terkena longsor, musibah itu terjadi Senin malam sekitar pukul 23.15 WIB,”ungkap Kapolsek Malangbong AKP Zaenuri. Selasa (4/10/2022).
Masih kata Zaenuri, longsor yang terjadi sepanjang 25 Meter dan tinggi 5 meter itu disebabkan akibat intensitas hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut dan debit air tinggi sehingga longsor tanah menutupi parit atau selokan tertutupnya perlintasan jalan desa.
“Tidak ada korban jiwa pada musibah itu, namun pemilik tanah sawah mengalami kerugian materi sekitar Rp.50 juta,”tandasnya.
Petugas yang melakukan pengontrolan tanah longsor diantaranya Bhabinkamtibmas Polsek Malangbong, Babinsa Koramil Malangbong, Kepala Desa Sukarasa, Anggota Sat Pol PP Kecamatan Malangbong, dan Perangkat Desa Sukarasa.
“Sampai saat ini untuk sementara situasi aman dan terkendali,”pungkas Zaenuri.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Humas Polres Garut/Deden Kurnia*).











