KILASGARUTNEWS.id|Kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh LKSA Al Usman Sucinaraja melalui penyaluran bantuan kursi roda 3 in 1 kepada seorang penyandang disabilitas di Kabupaten Garut. Namun di balik aksi kemanusiaan tersebut, tersimpan realitas yang memantik perhatian serius terkait ketepatan sasaran bantuan sosial pemerintah. Jum’at (17/4/2026).
Bantuan kursi roda tersebut merupakan amanah dari hamba Allah yang tidak mau di sebutkan naamanya, yang kemudian disalurkan oleh LKSA Al Usman kepada penerima manfaat, Dewi Sinta, warga Kampung Panyingkiran RT 01 RW 08, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di kediaman penerima, dengan suasana penuh haru. Bagi Dewi Sinta dan keluarganya, bantuan tersebut bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi menjadi simbol hadirnya kepedulian dan harapan baru di tengah keterbatasan yang selama ini mereka jalani.
Namun, di balik kondisi tersebut, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Dewi Sinta telah masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 3, yang seharusnya menjadi prioritas dalam berbagai program bantuan sosial.
Ketua LKSA Al Usman Sucinaraja, Deden Kurnia, menyoroti bahwa hingga saat ini, Dewi Sinta hanya menerima bantuan BPNT, tanpa mendapatkan program PKH yang seharusnya juga menjadi haknya, mengingat kondisi disabilitas yang dialaminya.
“Ini menjadi perhatian serius. Dewi Sinta sudah masuk DTSEN desil 3, artinya masuk kategori masyarakat yang layak mendapatkan bantuan lebih. Namun faktanya, hanya menerima BPNT. Seharusnya bisa mendapatkan PKH juga, apalagi dengan kondisi disabilitas yang ada,” tegas Deden Kurnia.
Ia juga menilai bahwa kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kepekaan dari pemerintah, termasuk peran para pendamping sosial di lapangan.
“Kami berharap pemerintah lebih peka terhadap kondisi riil masyarakat. Termasuk para pendamping PKH dan TKSK di Kecamatan Karangpawitan, harus lebih aktif melihat dan memastikan bahwa warga yang berhak benar-benar mendapatkan bantuan yang sesuai,” lanjutnya.
Deden menegaskan bahwa keberadaan data saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan validasi dan pengawasan yang optimal di lapangan. “Ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi menyangkut keadilan sosial bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, LKSA Al Usman Sucinaraja juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Selain kepada donatur utama, apresiasi secara khusus disampaikan kepada salah satu donatur tetap yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, atas titipan bantuan kursi roda 3 in 1 yang sangat bermanfaat bagi penerima.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh relawan LKSA Al Usman yang telah bekerja dengan penuh keikhlasan, kebersamaan, dan semangat kemanusiaan dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik.
“Tanpa dukungan para donatur dan relawan, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik. Mereka adalah bagian penting dari hadirnya kepedulian di tengah masyarakat,” ungkap Deden.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian yang tulus masih tumbuh di tengah masyarakat. Namun di sisi lain, juga menjadi pengingat bahwa sistem bantuan sosial perlu terus diperbaiki agar benar-benar mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
“Kepedulian bukan hanya tentang memberi, tetapi memastikan setiap yang berhak benar-benar mendapatkan haknya.”
(dk)











