Kilas Garut News-Kepolisian Sektor Banyuresmi melakukan pendataan sekaligus memberikan himbauan kepada para warga masyarakat mengenai antisipasi maraknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak yang bertempat di Kampung Cikarokrok Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut pada hari Rabu (07/09/2022) pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai.
Rangkaian pelaksanaan meliputi kegiatan Patroli antisipasi marakanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak khususnya sapi, domba dan kambing. Dilanjutkan dengan pelaksanaan himbauan kepada warga masyarakat yang memiliki hewan ternak apabila terdapat ternaknya terpapar PMK agar segera melaporkan ke pihak terkait untuk ditindak lanjuti.
“Saat ini masih ada dalam situasi kondusif dan berdasarkan hasil pengecekan hewan ternak milik Bapak Haji Oleh disampaikan bahwa tidak ada hewan ternak yang terindikasi terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)” ucap PLT Kapolsek Banyuresmi AKP Nurdin Jaelani, S.H.
Kegiatan diselenggarakan dengan pelaksana yang terlibat BRIPKA Panji Nursalam memuat hasil yang diperoleh yaitu tidak ditemukannya hewan Domba yang terindikasi Peyakit Mulut dan Kuku. Lalu, dilaksanakannya juga penyemprotan disinfektan hewan ternak setiap 3 hari sebagai langkah untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat datang kapan saja.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Humas Polres Garut/Deden Kurnia*).











