Kilas Garut News-Polsek Wanaraja Polres Garut Monitoring penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Agen Mandiri Koko yang berada di Kampung Tajur, Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Senin (15/8/2022).
BPNT merupakan program bantuan sosial sembako yang didalamnya terdapat komoditi 4 sehat 5 sempurna.Sebanyak 80 KPM disalurkan Agen Mandiri Koko.
Kapolsek Wanaraja Kompol Wawan Setiawan mengatakan, Program BPNT kembali disalurkan oleh Pemerintah, guna menjaga kondusifitas pada saat Penyaluran, jajaran Polsek Wanaraja lakukan monitoring.
” Ya kami monitoring Penyaluran BPNT di Agen Mandiri, komoditi-komoditi nya kami pantau juga, jangan sampai masyarakat setelah menerima ada yang komplain, kami cek di setiap agen.”, ungkapnya.
Di agen mandiri Koko, Kata Kapolsek, komoditi yang disalurkan sesuai juklak juknis, beras, telur, daging, dan yang lainnya sesuai dengan mekanisme.”, ujarnya.
” Pada kesempatan itu pula, Jajaran Polsek Wanaraja meberikan himbauan kamtimbas dan Prokes kepada masyarakat, agar situasi aman dan terhindar dari Virus Covid 19″pungkas Kompol Wawan.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Deden Kurnia*).











