Plt Dinas Pendidikan Garut Sebut Ada 11 Ribu Anak Tidak Sekolah, Data Akan Diverifikasi - Kilas Garut News

Plt Dinas Pendidikan Garut Sebut Ada 11 Ribu Anak Tidak Sekolah, Data Akan Diverifikasi

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 17 Juli 2025 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah menindaklanjuti data yang diterima dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) terkait jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) dan siswa Drop Out (DO) di wilayah Garut. Data tersebut mencatat sekitar 11 ribu anak di Garut yang tidak melanjutkan pendidikan jenjang SD ke SMP maupun SMP ke jenjang selanjutnya.

Menurut Asep, data ini memerlukan proses verifikasi untuk memastikan validitasnya sebelum ditindaklanjuti lebih lanjut.

“Data ini kita terima dari BBPMP, tapi perlu diverifikasi lagi kebenarannya. Karena jumlahnya cukup besar, sekitar 11 ribuan anak yang terdiri dari ATS dan DO di jenjang SD dan SMP,” Ujar Plt Dinas Pendidikan Asep Wawan, yang akrab di sapa pak Aswan. Saat ditemui sejumlah media di Aula Bank BJB Lantai 3 Jln. Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota.

Baca Juga :  Stop Bullying, Aipda Komarudin Anggota Polsek Cisompet Sambangi Anak-Anak SDN 3 dan 4 Sindangsari

Dijelaskan Aswan, kategori anak yang tidak sekolah terdiri dari beberapa kelompok: anak yang DO (drop out) atau tidak menyelesaikan pendidikan dasar, anak yang lulus SD namun tidak melanjutkan ke SMP, serta anak yang belum pernah sekolah sama sekali.

“DO itu artinya anak tersebut tidak tuntas menyelesaikan sekolahnya, misalnya tidak selesai di SD atau SMP. Sedangkan yang lulus tapi tidak melanjutkan, itu artinya mereka tamat SD tapi tidak melanjutkan ke SMP,” jelasnya.

Baca Juga :  Polsek Banjarwangi Cek TKP Ruang Kelas SDN 2 Kadongdong Roboh Karena Hujan Deras

Untuk menindaklanjuti data tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut akan mengerahkan para Koordinator Wilayah (Korwil) dan unsur pengawas untuk melakukan verifikasi langsung ke lapangan.

“Kami akan mengumpulkan para Korwil dan pengawas untuk menelusuri data ini. Penting untuk mengetahui alasan mengapa anak-anak ini tidak melanjutkan sekolah. Apakah karena faktor ekonomi, sosial, atau lainnya,” kata Asep.

Upaya verifikasi ini menjadi langkah awal sebelum Dinas mengambil kebijakan penanganan lebih lanjut terkait anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan. Diharapkan, setelah proses verifikasi selesai, program penanganan bisa dirancang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.”tandasnya

Berita Terkait

Diduga Ada Mahar Jabatan Korwil Disdik Garut, ASN Asal Cikelet Mengaku Rugi Rp 25 Juta
Sekolah Rakyat Garut Masuki Tahap Krusial, Kemensos Pastikan Lokasi Harus Bebas Bencana
Di Tengah Aksi Hardiknas, Mahasiswa IPI Garut Temukan Potret Nyata Perjuangan Pendidikan
Kompetisi LCC Garut 2026 Tuntas, SDN 4 Pataruman Kembali Jadi yang Terbaik
SDN 2 Sukaratu Sucinaraja Buka PPDB 2026/2027, Siap Cetak Generasi Unggul Sejak Dini
Serius Benahi Pendidikan Anak Usia Dini, Disdik Garut Susun RAD PAUD HI
Rektor IPI Garut Apresiasi Beasiswa UKT “Garut Hebat”, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul
PPG IPI Garut Antar Peserta PPL Terbimbing ke Sejumlah Sekolah di Garut
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Ada Mahar Jabatan Korwil Disdik Garut, ASN Asal Cikelet Mengaku Rugi Rp 25 Juta

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:24 WIB

Sekolah Rakyat Garut Masuki Tahap Krusial, Kemensos Pastikan Lokasi Harus Bebas Bencana

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:11 WIB

Di Tengah Aksi Hardiknas, Mahasiswa IPI Garut Temukan Potret Nyata Perjuangan Pendidikan

Sabtu, 18 April 2026 - 12:07 WIB

Kompetisi LCC Garut 2026 Tuntas, SDN 4 Pataruman Kembali Jadi yang Terbaik

Rabu, 15 April 2026 - 08:41 WIB

SDN 2 Sukaratu Sucinaraja Buka PPDB 2026/2027, Siap Cetak Generasi Unggul Sejak Dini

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!