KILASGARUTNEWS.id|Anggota DPRD (legislator) sekaligus ketua DPC PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan blusukan ke Kampung Citando, Kelurahan Sukanegla, Garut Kota, guna menengok seorang Janda Dhuafa yang rumahnya sudah tidak layak huni lagi.
Pada kunjunganya tersebut, Yudha memberikan beberapa bingkisan sembako dan juga uang tunai.
“Hari ini saya berkunjung ke rumah emak Edah dan putrinya bersama 4 cucunya, Emak Edah merupakan janda, dan putrinya Siti juga merupakan seorang janda juga karena suaminya sudah meninggal, mereka tinggal disini ditempat rumah yang tidak layak huni,” Ujar Yudha, Kamis 29 Agustus 2024.
Yudha mengatakan, bahwa Edah ini tinggal dirumah milik oramg lain bukan milik asli kepunyaan dirinya, “karena 3 tahun yang lalu rumahnya kebakaran diwilayah Kelurahan Cimumcang, dan Emak Edah ini tidak mempunyai tanah sama sekali,” katanya.
Dengan begitu, setelah berkoordinasi dengan RW setempat, Yudha berencana untuk membelikan tanah hasi dari tunjangan dirinya sebagai anggota DPRD Garut, “agar kelak emak Edah bisa mendapat bantuan rutilahu atau RST dari Kementrian Sosial,” katanya.
Tak hanya itu, bahkan Yudha berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bisa bergerak cepat menengok warganya yang dalam kondisi serba kekurangan, “saya berharap pemkab benar-benar bergerak cepat menengok masyarakat tidak mampu dan masyarakat miskin ekstrim, saya harap Pemkab Garut bisa memberikan bantuan yang sama,” katanya.
“Tentunya ini menjadi perhatian kita semua, dan harapan saya juga Pemkab Garut bisa memberikan bantuan. Dan saya selaku anggota dewan akan membelikan tanah, tanahnya masih di RW yang sama di RW 14, dan alhamdulillah kata pak RW alhamdulillah sudah ada sebidang tanah yang bisa dibeli dengan harga murah,”pungkasnya. (Ale)
[29/8 17:52] Alle Radar Garut: Tah Hanya di Pelosok, Ratusan RTLH di Kecamatan Garut Kota Masih Perlu Bantuan Pemkab.”katanya.
Sementara itu, lurah Sukanegla, Cecep Nurdiansyah, menyampaikan, bahwa menurut data yang ia miliki sekitar 253 unit termasuk kedalam Rumah Tidak Layak Huni, “kalau data RTLH di kelurahan ini (Sukanegla) kurang lebih ada sekitar 253 unit,” Ujar Cecep Nurdiansyah, Kamis 29 Agustus 2024.
Cecep menyebutkan, 253 unit RTLH tersebut tersebar di 17 RW di Kelurahan Sukanegla, “menyebar sih, hampir disetiap RW ada yang termasuk RTLH, misalnya di RW 02 ada 3 unit, RW 03 ada 2 unit, seperti itu,” ujarnya.
Meski begitu menurut Cecep, RTLH yang termasuk kedalam kategori berat jumlahnya sekitar 40 unit rumah, “kan ada yang ringan, sedang dan berat, kalau yang berat kurang lebih ada 40 unit,” katanya.
“Tetapi seingat saya, ada 2 rumah yang sudah diperbaiki, itu seingat saya ya. Tapi ada juga beberapa unit yang sudah diperbaiki oleh keluarganya secara mandiri,” sambungnya.
Ketua Rukun Warga (RW) 14,Dadi turut mengatakan ,ada puluhan warganya yang termasuk kedalam RTLH, “kalau di RW saya ada sekitar 20an unit RTLH, termasuk rumah mak Edah di RT 03 ini,” kata Dadi, sembari menunjukan RTLH yang ditempati Edah bersama keluarganya.
Pantauan dilapangan, rumah Edah tersebut sangat-sangat tidak layak untuk dihuni, selain hanya berukuran sekitar 3×4 meter, rumah tersebut juga tidak mempunyai kamar mandi bahkan terlihat seperti akan roboh.
Mirisnya lagi Edah, yang sudah berumur 73 tahun harus hidup bersama satu anak perempuan dan 4 cucunya dirumah yang ukuranya hanya 3×4 meter saja. Parahnya lagi, Edah mengaku bahwa selama ini ia tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab).
“Selama ini saya belum pernah menerima bantuan apa-apa dari Pemerintah baik itu beras ataupun uang tunai, tetapi ada kebijakan dari pak RW 09 RT 01 yang suka memberi bantuan berupa uang tunai Rp. 500.000 beserta beras, jadi itu bukan bantuan dari Pemerintah, itu dari kebijakan warga. Jadi aya kebijakan tinu sanes anu kenging bantosan, tah sok dikempelkeun dipasihkeun ka emak kitu,”tandasnya.(Agus*).











