Kilas Garut News-Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Polres Garut melaksanakan giat pengamanan Hajat laut di perairan Rancabuaya, Kabupaten Garut. Sabtu (13/8/2022).
Hajat laut diisi dengan berbagai pentas seni seperti Seni Lais, Seni singa Depok, dan juga acara puncak ditutup dengan Tabligh Akbar.
Kasatpol Airud AKP Adnan mengatakan, giat PAM Hajat laut ini diturunkan beberapa diantaranya Personil Satpol Airud Polres Garut, personil Polsek Caringin, Bhabinsa Koramil Cisewu, Satpol PP, Dishub Provinsi Jabar, dan Balawista Rancabuaya.
” Ya giat pengamanan, selain itu juga tak lupa himbauan -himbauan Kamtibmas dan Prokes kami utarakan kepada seluruh masyarakat yang mengikuti hajat laut tersebut.”, ungkapnya.
Dikatakan Kasatpol Airud AKP Adnan, selama kegiatan berlangsung situasi dipastikan aman dan kondusif, dan masyarakat mengerti kehadiran para personil yang diturunkan.
” Semoga sampai dengan akhir acara dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan semuanya, Kamtibmas dijaga dan Prokes juga diperhatikan.”, pungkasnya.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Deden Kurnia*).











