Kilas Garut News-Kepolisian Sektor Pamulihan melaksanakan monitoring terkait adanya kegiatan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial yang bertempat di Aula Desa Pananjung Kecamatan Pamulihan Kabupaten Garut pada hari Jum’at (16/09/2022) pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai.
Hadir dalam pelaksanakan monitoring dilakukan langsung oleh Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), petugas Pos Giro Cikajang, Kepala Desa, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) beserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Penyaluran BLT BBM dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) Pada hari Jum’at dilaksanakan di Desa Pananjung dengan jumlah 319 KPM. Adapun penyaluran BLT BBM untuk bulan September dan Oktober sebesar Rp. 300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) dan BPNT untuk bulan September sebesar Rp. 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah) dengan ini jumlah yang diterima tiap KPM sebesar Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah).
“Alhamdulillah Kegiatan penyaluran BLT BBM dan BPNT berjalan lancar. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah yang disalurkan melalui Kantor Pos untuk diberikan kepada warga masyarakat tidak mampu akibat terdampak atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi saat ini” Ungkap Kapolsek Pamulihan IPTU Masrokan, S.E. dalam laporan yang disampaikan.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Humas Polres Garut/Deden Kurnia*).











