Pemkab Garut Kolaborasi Dengan BP2MI Sosialisaikan Peluang Kerja Di Luar Negeri - Kilas Garut News

Pemkab Garut Kolaborasi Dengan BP2MI Sosialisaikan Peluang Kerja Di Luar Negeri

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 15 September 2022 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kilas Garut News-Bupati Garut, Rudy mengungkapkan, dari sekian banyaknya lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kabupaten Garut, hanya kurang dari 8 ribu yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Hal itu diungkapkan bupati saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Meraih Peluang Kerja Ke Luar Negeri, di Aula Insitut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (14/9/2022). Acara ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Jawa Barat.

“Coba kalian hitung yang bisa masuk di perguruan tinggi Kabupaten Garut dihitung dari UNIGA, IPI dan lain sebagainya, saya dengan menghitung tidak lebih daripada 6 ribu, sedangkan dua ribunya anggaplah ke UPI, ke UNPAD, ke ITB, atau di luar Garut tidak lebih daripada 2ribu,” ucapnya.

Rudy menyatakan bahwa pekerjaan merupakan masalah pokok bagi setiap orang. Okeh karenanya, sosialisasi meraih peluang kerja ke luar negeri ini dinilai sangat penting, mengingat para pekerja yang akan bekerja ke luar negeri membutuhkan informasi, salah satunya terkait perlindungan.

Baca Juga :  Program Halaman Rumah Manfaat Terpadu Dilaunchingkan di Singajaya

“Nah badan pelindungan dan penempatan tenaga imigran, tenaga kerja imigran atau kita lebih kerennya diaspora, diaspora itu juga merupakan bagian orang yang dari Indonesia berada di luar negeri,” ucapnya.

Di bagian lain bupati menyinggung persoalan kemiskinan, di kana sebelum adanya pandemi Covid-19, pihaknya telah berhasil menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Garut hingga mencapai angka 8% di tahun 2019.

“Jadi orang Garut itu tidak tahan dengan Covid-19, angka kemiskinan kita turun lagi kemarin kita sudah 8% di tahun 2019, hebat sudah 8% dari tadinya 14%, kita menurunkan angka kemiskinan di periode pertama saya paling tinggi di Provinsi Jawa barat dan nasional,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Direktur Penempatan Non Pemerintah Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI, Sukarman menyampaikan, kegiatan ini merupakan sebuah momentum yang strategis untuk memberantas pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara nonprosedural.

“Itu adalah harusnya dimulai dari hulunya, hulunya itu adalah kantong-kantong di daerah-daerah, bahkan seharusnya  kalau merujuk kepada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 ya, itu kewajiban untuk perlindungan PMI itu ada di pusat, di pemerintah provinsi, kabupaten ya, bahkan sampai pemerintahan desa, ini amanat kita bersama, karena memang perlindungan ini harus menyeluruh ya dari hulu sampai hilir, “ ujarnya.

Baca Juga :  Organisasi Advokat dan Komunitas Bikers Gelar Silaturahmi Akbar di Masjid Agung Garut

Untuk itu penyelenggarakan sosialisasi ini adalah dalam rangka memperkuat kolaborasi sinergitas antara kementerian atau lembaga pusat dengan daerah.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Garut, Erna Sugiarti menambahkan, tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan peluang kerja ke luar negeri, sehingga para pencari kerja di Kabupaten Garut tidak takut untuk bekerja ke luar negeri karena terdapat peluang yang sangat besar.

“Dan keduanya bagaimana mereka bisa bekerja ke luar negeri secara prosedural, ini yang terpenting adalah prosedurnya karena banyak juga tenaga kerja di kita ini yang masih bekerja ke luar negeri itu non prosedural,” ucapnya.(Deden Kurnia*).

Berita Terkait

Aksi Pembobol Rumah Terhenti, Polisi Amankan Pelaku Beserta Hasil Curian
Kasat Reskrim Polres Garut Berganti, AKP Herman Saputra Siap Perkuat Penegakan Hukum
Sidak Tambang di Leles Berujung Sanksi, Tiga Lokasi Tak Bisa Lagi Beroperasi
Ega Mahesa: Kemajuan Digital Harus Disikapi Bijak oleh Generasi Muda
Resmi Dilantik, PC SEPMI Kabupaten Garut Masa Jihad 2025-2027 Siap Melesat Menuju Garut Hebat
Dukung Program Prabowo, BPJPH Percepat Sertifikasi Halal SPPG di Kabupaten Garut
Salat Iduladha di Garut Berlangsung Khusyuk, Syakur Amin Doakan Jemaah Haji Tetap Lancar
Kapolres Garut Rayakan Idul Adha Bersama Masyarakat, Sajikan Makanan Gratis untuk Jamaah
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:27 WIB

Aksi Pembobol Rumah Terhenti, Polisi Amankan Pelaku Beserta Hasil Curian

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:46 WIB

Kasat Reskrim Polres Garut Berganti, AKP Herman Saputra Siap Perkuat Penegakan Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:13 WIB

Sidak Tambang di Leles Berujung Sanksi, Tiga Lokasi Tak Bisa Lagi Beroperasi

Senin, 1 Juni 2026 - 12:49 WIB

Ega Mahesa: Kemajuan Digital Harus Disikapi Bijak oleh Generasi Muda

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:02 WIB

Resmi Dilantik, PC SEPMI Kabupaten Garut Masa Jihad 2025-2027 Siap Melesat Menuju Garut Hebat

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!