Pemkab Garut Dan PVMBG Akan Rumuskan Terkait Kewaspadaan Terhadap Bencana Gempa Bumi Di Daerahnya - Kilas Garut News

Pemkab Garut Dan PVMBG Akan Rumuskan Terkait Kewaspadaan Terhadap Bencana Gempa Bumi Di Daerahnya

Avatar photo

- Reporter

Senin, 5 Desember 2022 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id| Rudy Gunawan menerima kunjungan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi (PVMBG), Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, di Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (5/12/2022). Kunjungan dimaksud terkait gempa bumi di Kabupaten Garut yang terjadi belum lama ini.

Bupati Garut mengatakan, pihaknya sengaja mengundang PVMBG untuk berdiskusi terkait gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Garut pada Sabtu lalu. Ia mengungkapkan, dalam diskusi ini dibahas pula berkaitan beberapa gempa kecil yang terjadi di Kecamatan Pasirwangi dan Kecamatan Samarang.

“Sudah terjadi, tapi tidak dirasakan oleh masyarakat, jadi kami ada beberapa gempa,  jadi memang Jawa Barat itu siaga satu terhadap gempa, kan kemarin juga terjadi di Tasik,” ucap Bupati Garut kepada para awak media.

Pihaknya akan merumuskan beberapa hal terkait kewaspadaan terhadap bencana gempa bumi di Kabupaten Garut, termasuk akan menyiapkan tambahan cadangan makanan sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Jadi sekarang ini saya sudah menyiapkan tambahan lauk-pauk yang disiapkan di Tagana Dinsos. Tadi Pak Sekda yang akan ngatur, khusus juga tambahan BTT (Belanja Tidak Terduga) untuk persiapan-persiapan kebencanaan di BPBD ya,” ucap Bupati Garut.

Baca Juga :  Kring Serse Unit Reskrim Polsek Jatiluhur Polres Purwakarta Cegah Kriminalitas Siang Hari

Terkait bencana gempa bumi kemarin, Bupati Garut mengungkapkan terdapat 40 rumah yang terdampak kerusakan ringan yang tersebar di semua wilayah yang ada di Kabupaten Garut. Rudy menilai, mitigasi bencana di Kabupaten Garut sudah bagus hanya tinggal implementasi di lapangan saja ketika terjadi bencana.

“(Kondisi 40 rumah) semuanya ringan, ada sekolah, ya kemarin yang dikontrol. Yang retak-retak itu yang rusak ringannya hanya 40, terdampaknya 152 keluarga, ada 2 orang (terluka),” tuturnya.

Sementara itu, Penyelidik Bumi Madya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM RI, Supartoyo, mengungkapkan bahwa dalam kunjungan ini pihaknya melakukan koordinasi untuk tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Garut.

“Jadi ada 2 sumber gempa bumi yang ada di wilayah Kabupaten Garut, pertama yang di laut yang berasosiasi dengan zona subduksi atau zona penunjaman, kedua adalah patahan aktif yang terletak di darat yang disebut Sesar Garsela yang tersebar di sekitar Kecamatan Pasirwangi,” ucapnya.

Ia menerangkan, bahwa di wilayah selatan Garut terdapat zona subduksi dan zona penunjaman yang saat ini sedang cukup aktif, dibuktikan dengan adanya gempa dengan kekuatan 5,5 SR pada tanggal 12 November lalu, kemudian terulang kembali pada tanggal 3 Desember 2022 yang mengakibatkan beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan. Supartoyo mengatakan, pihaknya siap membantu  Pemkab Garut dalam upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami.

Baca Juga :  Silaturahmi Kapolsek Cibuaya Polres Karawang Dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat

“Untuk itu ada pelajaran penting mungkin yang saya sampaikan ke pak Bupati, terutama adalah adanya potensi sumber gempa bumi megathrust dari penunjaman, dan mudah-mudahan ini kalau terjadi dengan kekuatan yang besar itu bisa menimbulkan tsunami, mumpung itu belum terjadi mari sama-sama kita tingkatkan upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami,” ucapnya.

Supartoyo mengimbau kepada masyarakat untuk terus meningkatkan upaya mitigasi khususnya terhadap bencana gempa bumi dan tsunami, sehingga dapat meminimalisasi dampak pasca bencana.

“Untuk kejadian gempa bumi kemarin itu dari penunjaman dengan kedalaman dangkal, 3 Desember meskipun kekuatannya 6,4 namun dampaknya tidak begitu membahayakan, lain halnya apabila kekuatannya besar kedalam dangkal, obat mujarabnya saya kira hanya 3, mitigasi, tata ruang, penguatan regulasi-regulasi di daerah,” tandasnya.(Deden Kurnia).

Berita Terkait

Aksi Pembobol Rumah Terhenti, Polisi Amankan Pelaku Beserta Hasil Curian
Kasat Reskrim Polres Garut Berganti, AKP Herman Saputra Siap Perkuat Penegakan Hukum
Sidak Tambang di Leles Berujung Sanksi, Tiga Lokasi Tak Bisa Lagi Beroperasi
Ega Mahesa: Kemajuan Digital Harus Disikapi Bijak oleh Generasi Muda
Resmi Dilantik, PC SEPMI Kabupaten Garut Masa Jihad 2025-2027 Siap Melesat Menuju Garut Hebat
Dukung Program Prabowo, BPJPH Percepat Sertifikasi Halal SPPG di Kabupaten Garut
Salat Iduladha di Garut Berlangsung Khusyuk, Syakur Amin Doakan Jemaah Haji Tetap Lancar
Kapolres Garut Rayakan Idul Adha Bersama Masyarakat, Sajikan Makanan Gratis untuk Jamaah
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:27 WIB

Aksi Pembobol Rumah Terhenti, Polisi Amankan Pelaku Beserta Hasil Curian

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:46 WIB

Kasat Reskrim Polres Garut Berganti, AKP Herman Saputra Siap Perkuat Penegakan Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:13 WIB

Sidak Tambang di Leles Berujung Sanksi, Tiga Lokasi Tak Bisa Lagi Beroperasi

Senin, 1 Juni 2026 - 12:49 WIB

Ega Mahesa: Kemajuan Digital Harus Disikapi Bijak oleh Generasi Muda

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:02 WIB

Resmi Dilantik, PC SEPMI Kabupaten Garut Masa Jihad 2025-2027 Siap Melesat Menuju Garut Hebat

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!