KILASGARUTNEWS|Meluapnya air selokan akibat tingginya curah hujan berdampak pada pemukiman warga dan kantor Kecamatan Leuwigoong, karena itu anggota Polsek Leuwigoong lakukan pengecekan lokasi pada Selasa (25/10) sekitar pukul 8.30 malam.
Kejadian tersebut menimpa beberapa Desa Kecamatan Leuwigoong mengalami banjir dan robohnya kirmir atau drenasi. Adapun lokasi tersebut diantaranya Desa Tambaksari Kampung Pasirguling terjadinya luapan air dan lumpur selokan yang berdampak pada 2 (dua) pemukiman warga, hal itu diduga karena adanya pembangunan Perum Pasopati dan Perum Rahwana Jaya Land.
Kemudian di Desa Leuwigoong, air luapan selokan masuk ke dalam kantor Kecamatan Leuwigoong dengan tinggi air sekitar 30 cm yang menyebabkan semua ruangan terendam, hal itu diduga akibat tidak berjalannya selokan di lokasi Perum Jampang karena posisi Perum Jampang dan Kantor Kecamatan bersebrangan. Hal serupa menimpa pada Desa Karangsari Kampung Karangsari Tonggoh, terjadi ambruknya kirmir bahu jalan Desa sekitar lebar 6m dan tinggi 3m, beruntungnya tidak terdapat korban jiwa.
Langkah dan upaya yang dilakukan oleh anggota Polsek Leuwigoong Polres Garut diantaranya menerima laporan, mendatangi lokasi, membantu evakuasi sekaligus ikut serta membersihkan tempat kejadian, melaporkan kejadian ke tingkat atas Polres Garut, serta menghimbau warga agar selalu waspada dan berantisipasi untuk melakukan evakuasi sementara.
“Kami selaku pihak Kepolisian dari Polsek Leuwigoong menghimbau bagi masyarakat semua untuk selalu waspada dengan adanya kejadian ini, dan apabila terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi diharapkan warga semuanya segera mengevakuasi diri dan melapor kepada kami. Terkait kejadian ini, kami berencana besok akan adanya mediasi antara pihak Pengembangan dan warga sekitar” ungkap Kapolsek Leuwigoong IPDA Tatang Sukirman.
(Humas Polres Garut/Deden Kurnia).












