KILASGARUTNEWS.id|Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Garut (ITG) membuktikan bahwa ilmu teknik tidak hanya hidup di atas kertas. Melalui kegiatan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas (PTLF), Kelompok 2A sukses merancang solusi tata ruang produksi yang efisien untuk UMKM ASVA JAYA, usaha konveksi lokal yang tengah menghadapi tantangan produktivitas dan keterbatasan ruang. Sabtu, 28 Juni 2025.
Kegiatan yang berlangsung sejak April hingga Juli 2025 ini berangkat dari temuan lapangan: jumlah mesin jahit yang terbatas (hanya 9 unit) membuat target produksi harian sebesar 151 unit tidak tercapai, sebagian pekerjaan pun terpaksa dimaklon ke luar. Ditambah lagi, tidak adanya ventilasi udara di ruang produksi dan ketiadaan area penyimpanan barang jadi yang terpisah dari proses finishing turut menghambat kelancaran operasional.
Dengan mengacu pada metode perencanaan teknis seperti Routing Sheet dan Machine Process Planning Calculation (MPPC), kelompok merumuskan usulan tata letak baru yang lebih optimal: penambahan 3 unit mesin jahit agar total menjadi 12 unit, penambahan ventilasi udara untuk kenyamanan kerja, serta pengalokasian area penyimpanan barang jadi (GBJ) secara terpisah dari finishing. Semua dirancang dengan mempertimbangkan efisiensi alur kerja, keterbatasan ruang, serta kenyamanan operator.
“Perancangan tata letak ini bukan hanya soal menata ruang, tapi bagaimana ruang kerja bisa mendorong efisiensi, kenyamanan, dan produktivitas secara nyata,” ujar Ahmad Moh Yahman, ketua Kelompok 2A, yang beranggotakan Rahma Siti Fatimah (2203014), Abdul Rojak Hidayat (2203015), Moh Yahman Subagja (2203020), dan Ubad Romansah (2203057).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan teori keilmuan teknik industri, tetapi juga turut menghadirkan solusi nyata bagi UMKM lokal. Hasil rancangan tata letak diharapkan menjadi fondasi bagi UMKM ASVA JAYA untuk berkembang lebih mandiri dan efisien di masa mendatang.
(red)











