KILASGARUTNEWS.id|Seorang aktivis kemanusiaan Panji Nurhakim (30) warga Kampung Situ Gede, Desa Situjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, meninggal dunia setelah mengalami luka senjata tajam di bagian punggung, Minggu 15 Oktober 2023, sekitar pukul 01.00 WIB.
Korban dikenal sebagai Aktivis yang peka terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan, korban juga diketahui sebagai pendiri Aliansi Masyarakat Peduli Kemanusiaan.
Ihwal kejadian saat itu korban bersama dua rekannya bertemu dengan enam orang yang diduga pelaku penganiayaan di Jalan Ahmad Yani Timur, Kampung Cibangban, Desa Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Garut.
“Kabar sementara yang kawan-kawan AMPK dapat, Almarhum ditikam oleh sajam sampai meninggal dunia ditempat, untuk kronologi pastinya saya belum mengetahui pasti. Kita tunggu hasil BAP dari pihak kepolisian saja.” Ungkap Fathan yang juga rekan Korban
Namun demikian Fathan berasumsi bahwa ini adalah tindakan kriminal yang tersistematis dan diduga telah direncanakan.
“Ini bisa jadi memang sengaja dan direncanakan, logika nya jika tidak sengaja atau direncanakan tidak mungkin terduga pelaku membawa sajam tanpa alasan,” Tambahnya
Saya harap pihak kepolisian mampu memberikan keadilan untuk keluarga korban dengan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada yang nantinya terbukti sebagai pelaku penikaman.
“Saya kira ini sudah bisa masuk ke pasal 459 tentang pembunuhan berencana, karena jelas tidak ada alasan yang bisa dibenarkan terduga pelaku membawa senjata tajam ke TKP.” Lanjutnya
AMPK juga mengapresiasi jajaran polres Garut yang cepat bergerak untuk menangkap seluruh terduga pelaku, ini membuktikan Kepolisian Garut berkomitmen dalam penegakan hukum.
Namun demikian Fathan-pun mengajak seluruh aktivis kemanusiaan, ormas islam, dan masyarakat Garut ikut
(Deden Kurnia*).











