Garut Mulai Terapkan Program Sekolah Rakyat, Bupati: Langkah Strategis Mengentaskan Kemiskinan - Kilas Garut News

Garut Mulai Terapkan Program Sekolah Rakyat, Bupati: Langkah Strategis Mengentaskan Kemiskinan

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Launching dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat Tahun Anggaran 2025/2026 di Sekolah Rakyat Rintisan yang berlokasi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Samarang, Selasa (30/9/2025).

i

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Launching dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat Tahun Anggaran 2025/2026 di Sekolah Rakyat Rintisan yang berlokasi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Samarang, Selasa (30/9/2025).

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Launching dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat Tahun Anggaran 2025/2026 di Sekolah Rakyat Rintisan yang berlokasi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Samarang, Selasa (30/9/2025).

‎Dalam sambutannya, Bupati Garut menegaskan bahwa Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis untuk memutus rantai transmisi kemiskinan antar generasi dengan membuka akses pendidikan berkualitas.

‎”Hal ini terjadi karena keterbatasan akses, utamanya akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Oleh karena itu, Pak Presiden Prabowo berpikiran bahwa harus ada yang diputus, jangan ditransmisikan lagi. Caranya adalah dengan membuka akses-akses tadi, dan yang paling gampang adalah membuka akses pendidikan,” jelasnya.

‎Bupati menerangkan, Program Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

‎Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung, Iyan Kusmadiana, memaparkan percepatan realisasi program ini. Ia menyebut ide Sekolah Rakyat datang langsung dari Presiden Prabowo dan sejak dicetuskan sekitar Februari, hingga September sudah berdiri 165 sekolah, dengan 65 di antaranya serentak melaksanakan MPLS.

‎”Luar biasa, kita applause dulu untuk pemerintah kita. Kita sudah didirikan berkolaborasi bersama itu sejak bulan Juli tanggal 14, dan sekarang 65-nya serentak seluruh Indonesia melakukan pembukaan masa pengenalan lingkungan ini,” kata Iyan.

‎Ia menambahkan, pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan kerja sama antar kementerian, termasuk Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Keuangan. Pada tahap rintisan, program juga bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja, sehingga Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia banyak digunakan sebagai lokasi sementara.

‎Sekolah rintisan ini didirikan sambil menunggu pembangunan sekolah permanen oleh Kementerian PUPR di setiap kabupaten/kota.

‎Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji, melaporkan tahapan penjaringan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Garut yang dilaksanakan sejak Agustus.

‎”Calon siswa ini merupakan para warga masyarakat yang masuk Desil 1 dan Desil 2 sesuai dengan data tunggal sosial ekonomi nasional,” terang Aji.

‎Setelah melalui pleno yang dihadiri Sekda, Kepala BPS, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Disnakertrans, diputuskan jumlah peserta didik sebagai berikut: tingkat SMP sebanyak 50 orang (17 perempuan, 33 laki-laki) terbagi dalam dua rombongan belajar, dan tingkat SD sebanyak 25 orang (8 perempuan, 17 laki-laki) dalam satu rombongan belajar.

‎Saat pembukaan MPLS, para siswa dari 28 kecamatan ini diantar oleh camat dan keluarga mereka. Orang tua siswa difasilitasi untuk menginap semalam sebelum kembali ke kecamatan masing-masing, sementara para siswa mulai tinggal di asrama.

‎Dinas Sosial Garut juga menyampaikan apresiasi atas bantuan Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial dalam pembangunan sarana dan prasarana di BLK Disnakertrans yang digunakan sebagai lokasi Sekolah Rakyat Rintisan, seperti ruang guru, ruang kelas, asrama, dan ruang makan.

Baca Juga :  Pemkab Garut Serahkan Bantuan Pertanian, Bupati Syakur: Petani Harus Sejahtera

(dk)

Berita Terkait

IPI Garut Bersinar di Kancah Dunia, Mahasiswa PPG Raih Tiga Penghargaan Bergengsi
Diduga Ada Mahar Jabatan Korwil Disdik Garut, ASN Asal Cikelet Mengaku Rugi Rp 25 Juta
Sekolah Rakyat Garut Masuki Tahap Krusial, Kemensos Pastikan Lokasi Harus Bebas Bencana
Di Tengah Aksi Hardiknas, Mahasiswa IPI Garut Temukan Potret Nyata Perjuangan Pendidikan
Kompetisi LCC Garut 2026 Tuntas, SDN 4 Pataruman Kembali Jadi yang Terbaik
SDN 2 Sukaratu Sucinaraja Buka PPDB 2026/2027, Siap Cetak Generasi Unggul Sejak Dini
Serius Benahi Pendidikan Anak Usia Dini, Disdik Garut Susun RAD PAUD HI
Rektor IPI Garut Apresiasi Beasiswa UKT “Garut Hebat”, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:48 WIB

IPI Garut Bersinar di Kancah Dunia, Mahasiswa PPG Raih Tiga Penghargaan Bergengsi

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Ada Mahar Jabatan Korwil Disdik Garut, ASN Asal Cikelet Mengaku Rugi Rp 25 Juta

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:24 WIB

Sekolah Rakyat Garut Masuki Tahap Krusial, Kemensos Pastikan Lokasi Harus Bebas Bencana

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:11 WIB

Di Tengah Aksi Hardiknas, Mahasiswa IPI Garut Temukan Potret Nyata Perjuangan Pendidikan

Sabtu, 18 April 2026 - 12:07 WIB

Kompetisi LCC Garut 2026 Tuntas, SDN 4 Pataruman Kembali Jadi yang Terbaik

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!