Bursa Sekda Garut Makin Membara, Tiga Nama Ini Jadi “Pilihan Warga” Pengganti H. Nurdin Yana - Kilas Garut News

Bursa Sekda Garut Makin Membara, Tiga Nama Ini Jadi “Pilihan Warga” Pengganti H. Nurdin Yana

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilutrasi calon Sekda Garut

i

Gambar ilutrasi calon Sekda Garut

KILASGARUTNEWS.id|Dinamika politik birokrasi di Kabupaten Garut mulai memanas. Menjelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, H. Nurdin Yana, publik mulai ramai membicarakan siapa sosok paling pantas mengisi kursi strategis nomor satu di jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut.

Di tengah perbincangan yang kian riuh, muncul tiga nama kuat yang disebut-sebut sebagai “pilihan warga” dan digadang-gadang layak menjadi pengganti: Dr. Hj. Leli Yuliani, M.M., M.Kes., Dr. Agus Ismail, S.T., M.T., dan Drs. Bambang Hafidz, M.Si.

Kursi Sekda bukan jabatan biasa. Ia adalah motor penggerak birokrasi, jembatan kebijakan Bupati, sekaligus pengendali ritme pembangunan daerah. Tak heran jika bursa calon Sekda Garut kali ini menyedot perhatian luas dari ASN, tokoh masyarakat, hingga kalangan akademisi.

Dr. Hj. Leli Yuliani, M.M., M.Kes – Srikandi Birokrasi yang Sarat Pengalaman

Nama Dr. Hj. Leli Yuliani mencuat sebagai figur perempuan tangguh dengan pengalaman panjang di pemerintahan. Dikenal disiplin, tegas, dan memiliki latar belakang manajerial serta kesehatan, ia dinilai mampu membawa sentuhan humanis sekaligus ketegasan dalam tata kelola birokrasi.

Sejumlah kalangan menyebut, Garut butuh “energi baru” dan kepemimpinan yang adaptif di era transformasi digital dan pelayanan publik berbasis kinerja. Sosok Leli dinilai memiliki kapasitas tersebut.

“Beliau figur yang komunikatif dan punya pengalaman memimpin OPD besar. Kalau bicara reformasi birokrasi, beliau sangat memahami teknisnya,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Garut yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Adanya Korban Bencana Banjir di Pameungpeuk, Polsek Caringin Giat Bansos

Jika terpilih, Leli berpotensi menjadi salah satu perempuan dengan jabatan tertinggi dalam struktur birokrasi Garut—sebuah langkah progresif yang bisa mencatatkan sejarah baru.

Dr. Agus Ismail, S.T., M.T – Teknis, Visioner, dan Berorientasi Pembangunan

Nama kedua yang tak kalah kuat adalah Dr. Agus Ismail. Berlatar belakang teknik dan dikenal dekat dengan isu pembangunan infrastruktur serta perencanaan strategis, Agus disebut-sebut sebagai figur yang sistematis dan berorientasi hasil.

Di tengah tuntutan percepatan pembangunan dan efisiensi anggaran, banyak pihak menilai Garut membutuhkan Sekda yang mampu berpikir teknokratis dan presisi.

“Pak Agus punya visi pembangunan yang jelas dan kuat dalam perencanaan. Garut butuh birokrasi yang bergerak cepat dan terukur,” ungkap seorang pengamat kebijakan publik di Garut.

Jika Agus Ismail naik sebagai Sekda, publik memperkirakan fokus utama akan tertuju pada optimalisasi kinerja OPD, percepatan proyek strategis, serta harmonisasi perencanaan daerah dengan RPJMD.

Drs. Bambang Hafidz, M.Si – Senior, Stabil, dan Paham Medan Birokrasi

Sementara itu, nama Drs. Bambang Hafidz, M.Si juga tak bisa dipandang sebelah mata. Dikenal sebagai birokrat senior dengan pengalaman panjang di berbagai lini pemerintahan, Bambang dinilai memahami “medan tempur” birokrasi Garut dari dalam.

Baca Juga :  Polsek Leuwigoong Polres Garut Salurkan Bantuan Sembako Dari Komunitas Senam Leuwigoong di Posko Bencana Banjir

Stabilitas, komunikasi lintas sektor, dan kemampuan meredam dinamika internal menjadi kekuatan yang melekat pada sosoknya.

“Pak Bambang tipe pemimpin yang tenang, matang, dan bisa mengayomi. Dalam situasi birokrasi yang dinamis, itu sangat dibutuhkan,” kata seorang ASN di lingkungan Pemkab Garut.

Bagi sebagian kalangan, pengalaman dan jam terbang menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan program serta stabilitas pemerintahan.

Perbincangan di ruang-ruang publik, termasuk media sosial dan forum diskusi warga, menunjukkan antusiasme tinggi. Masing-masing kandidat memiliki basis dukungan dan keunggulan tersendiri.

Ada yang menginginkan perubahan drastis dengan sentuhan baru. Ada pula yang mengedepankan kesinambungan dan stabilitas. Bahkan, sebagian kalangan menilai sosok Sekda ke depan harus mampu menjadi “dirigen” yang tegas, bersih, dan berani melakukan pembenahan internal.

Namun satu hal yang pasti, keputusan akhir tetap berada di tangan mekanisme seleksi resmi dan kewenangan pimpinan daerah sesuai regulasi yang berlaku.

Bursa Sekda Garut kini menjadi salah satu isu paling hangat di lingkungan birokrasi. Siapapun yang terpilih nantinya, publik berharap figur tersebut mampu membawa Garut lebih maju, responsif, dan berintegritas.

Akankah Garut dipimpin oleh srikandi birokrasi? Tekhnokrat visioner? Atau birokrat senior penuh pengalaman?

Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, pertarungan menuju kursi Sekda Garut semakin seru dan penuh kejutan.

(dk)

Berita Terkait

LKS Al Usman Jadi Jembatan Kemanusiaan, Rifa Nurazizah Putri Warga Desa Cinunuk Wanaraja Terima Bantuan Sembako dari Dinsos Garut
LKS Al Usman Sucinaraja Kembali Hadirkan Harapan, Muhammad Nabil Rafif Kini Bisa Mendengar Berkat Alat Bantu dari Dinsos Garut
Dua Disabilitas di Karangpawitan Akhirnya Dapat Sembako, Dinsos Garut Respons Laporan LKS Al Usman
LKS Al Usman Buka Fakta Miris: Dua Disabilitas di Karangpawitan Belum Tersentuh KTP, Bansos dan BPJS PBI
Kolaborasi Pendamping PKH dan LKS Al-Usman Kawal Hak Bansos Warga Desil 1–4 di Sukaratu
Bakti Sosial Polres Garut Tuai Apresiasi, Wujud Nyata Polri untuk Masyarakat
Muhammad Rizki Bersama Yayasan Dompet Kebaikan Umat Tebar Kebahagiaan Ramadan di Desa Pasirlangu
Di Bulan Penuh Hikmah Kepedulian Tak Boleh Menunggu, LKSA Al Usman Bergerak Bersama Rehabsos Dinsos Garut Salurkan Sembako Bantu Disabilitas 
Berita ini 232 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 23:25 WIB

LKS Al Usman Jadi Jembatan Kemanusiaan, Rifa Nurazizah Putri Warga Desa Cinunuk Wanaraja Terima Bantuan Sembako dari Dinsos Garut

Selasa, 15 September 2026 - 22:29 WIB

LKS Al Usman Sucinaraja Kembali Hadirkan Harapan, Muhammad Nabil Rafif Kini Bisa Mendengar Berkat Alat Bantu dari Dinsos Garut

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Dua Disabilitas di Karangpawitan Akhirnya Dapat Sembako, Dinsos Garut Respons Laporan LKS Al Usman

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:19 WIB

LKS Al Usman Buka Fakta Miris: Dua Disabilitas di Karangpawitan Belum Tersentuh KTP, Bansos dan BPJS PBI

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Kolaborasi Pendamping PKH dan LKS Al-Usman Kawal Hak Bansos Warga Desil 1–4 di Sukaratu

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!