Bupati Garut : Isu yang Terjadi Di Kabupaten Garut, Bukanlah Paham Kontemporer, Melainkan Paham Yang Membawa Isu Agama - Kilas Garut News

Bupati Garut : Isu yang Terjadi Di Kabupaten Garut, Bukanlah Paham Kontemporer, Melainkan Paham Yang Membawa Isu Agama

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 24 Agustus 2022 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kilas Garut News-Bupati Garut, Rudy Gunawan, menilai di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, paham atau isu kontemporer yang menjadi fokus bahasan kegiatan ini menjadi suatu hal yang harus diperhatikan.

“Karena itu hanya infiltrasi, maka nalar politiknya bagaimana, karena ini kan berbeda ya, STAIDA itu ada irah-irah tentang islam, maka harus menyikapinya berdasarkan pedoman kita dululah Al Quran dan sunnah-sunnah, sehingga aliran-aliran kontemporer yang datang dari darat, dari timur, dari mana yah itu bisa kita lakukan kajian,” ujar Bupati Garut saat diwawancara seusai menghadiri acara Stadium General bertajuk “Reposisi Nalar Politik Kader Ikatan Dalam Menghadapi Isu-Isu Kontemporer”, yang digagas oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Garut, bertempat di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arqam (STAIDA) Garut, Jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (24/8/2022).

Baca Juga :  Rudy Gunawan Salurkan Bansos Kepada Para Penyintas Longsor di Talegong

Rudy menjelaskan, beberapa isu yang belakangan terjadi di Kabupaten Garut bukanlah paham-paham kontemporer, melainkan paham-paham yang membawa isu agama, dan lebih mengarah kepada intoleransi.

Baca Juga :  Pemkab Garut Berkolaborasi Dengan DLH Jabar Peringati Hari Lingkungan Hidup

Guna mengatasi paham intoleransi tersebut, imbuh Rudy, pihaknya membuat Satuan Tugas (Satgas) Anti Intoleransi guna mengatasi masalah yang berhubungan dengan intoleransi.

“(Upaya pemerintah dalam intoleransi) Nah kitakan saya juga bertanya kenapa intoleransi banyak di Garut, karena pesantren itu lebih daripada 500, kenapa dakwah yang dilakukan secara terang-terangan, itu kalah dengan dakwah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, makanya kita (membuat) satgas, satuan tugas untuk mengatasi masalah berhubungan dengan intoleransi,” tandasnya.(Deden Kurnia*).

Berita Terkait

Koramil 1112/Samarang Kodim 0611/Grt Bantu Warga Terdampak Longsor Desa Parakan
Kapolsek Batujaya Polres Karawang Pantau Tempat Wisata Pantai Pulau Putri
Bupati Garut Buka Acara Sosialisasikan Pelaksanaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri
Sat Polairud Polres Garut Kerja Bakti Membesihkan Sungai Cipalebuh
Kapolsek Pasirwangi Polres Garut Gelar Program Jumat Curhat di Akhir Tahun 2022
Sinergitas TNI dan Polri Menjaga Kamtibmas di Wilkum Polsek Karangpawitan Polres Garut
Mengantisipasi Terjadinya Bencana, Polsek Cisurupan Lakukan Patroli Imigasi
Polsek Leuwigoong Lakukan Pengamanan Jalan Santai Dalka di HUT PGRI Ke-77 Tahun 2022
Berita ini 45 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 7 Mei 2023 - 07:43 WIB

Koramil 1112/Samarang Kodim 0611/Grt Bantu Warga Terdampak Longsor Desa Parakan

Kamis, 27 April 2023 - 17:48 WIB

Kapolsek Batujaya Polres Karawang Pantau Tempat Wisata Pantai Pulau Putri

Senin, 27 Februari 2023 - 22:21 WIB

Bupati Garut Buka Acara Sosialisasikan Pelaksanaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri

Kamis, 23 Februari 2023 - 14:35 WIB

Sat Polairud Polres Garut Kerja Bakti Membesihkan Sungai Cipalebuh

Sabtu, 31 Desember 2022 - 10:16 WIB

Kapolsek Pasirwangi Polres Garut Gelar Program Jumat Curhat di Akhir Tahun 2022

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!