Bupati Garut dan BPS Bahas Indikator Pembangunan RPJMD 2025-2030 yang Terukur dan Tepat Sasaran - Kilas Garut News

Bupati Garut dan BPS Bahas Indikator Pembangunan RPJMD 2025-2030 yang Terukur dan Tepat Sasaran

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 7 Mei 2025 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, turut hadir dalam kegiatan Sosialisasi dan Diskusi Indikator Pembangunan Acuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030 bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut. Acara yang bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman dan menetapkan indikator pembangunan yang terukur dan tepat sasaran, yang dilaksanakan di Mini Auditorium Kampus 4 Universitas Garut (Uniga), Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (6/5/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, serta para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Garut.

Dalam sambutannya, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyampaikan pentingnya penetapan indikator pembangunan yang jelas dan terukur agar hasil kerja keras pemerintah daerah dapat terlihat dan terukur secara statistik. Ia mengakui adanya kebingungan terkait hasil pembangunan yang terkadang tidak sesuai dengan upaya yang telah dilakukan.

“Kemarin saya lihat data dari statistik yang mengatakan bahwa di Indonesia itu hampir 60% di bawah garis kemiskinan meskipun itu dibantah oleh BPS hanya 20%. IPM kita naik rata-rata 0,7 dan banyak hal kadang-kadang membuat kita bingung, rasanya sudah kerja keras namun hasilnya tidak seperti kelihatan. Di sini ada dua kemungkinan, pertama tidak terhitung dan kedua tidak tahu cara menghitungnya,” ujar Bupati.

Oleh karena itu, Bupati Garut menekankan pentingnya memahami cara menghitung Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan substansi di baliknya. Ia mengingatkan bahwa indikator hanyalah gambaran, bukan tujuan utama pembangunan.

“Pertama, terkait dengan gambaran melihat perubahan waktu ke waktu dan kalau tidak ada perubahan maka tidak tepat serta kita tidak boleh membandingkan wilayah dengan wilayah lain,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Garut Hadiri Penutupan Kapolres Garut Cup 2025, SMPN 2 Garut dan SMAN 15 Garut Raih Juara Utama

Keterlibatan BPS diharapkan dapat memastikan bahwa penetapan indikator dilakukan dengan benar dan tujuan pembangunan dapat terarah. Bupati Garut mengingatkan bahwa IPM hanyalah angka antara 0 hingga 100, dan tujuan utama pemerintah daerah adalah mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Upaya bersama untuk menerjemahkan visi misi ke dalam indikator yang terukur bertujuan untuk memudahkan evaluasi secara dini, sehingga kesalahan dapat segera diketahui dan diperbaiki.

Ia berharap setiap kegiatan memiliki indikator terukur agar evaluasi tidak memakan waktu lama.

“Maka saya minta kita sama-sama sepakati bahwa ini visi misi RPJMD Bupati Garut 2025-2030, dengan menjabarkan ukurannya tercapai dan tidak tercapai dan secara bersama kita share serta setiap pembangunan selalu ada prioritas,” ajak Bupati.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Garut, Nevi Hendri, menyampaikan materi terkait pengelolaan data, cara membaca data, dan interpretasi data. Nevi menekankan bahwa data merupakan titik awal dari setiap target pembangunan.

“Kemarin kita diskusi terkait dengan bagaimana caranya kita menentukan sebuah program yang sangat korelasi erat dengan pencapaian Bupati Garut khususnya untuk tercapainya visi misi. Karena apabila kita salah baca data maka target tersebut akan sedikit bias atau tidak tercapai,” jelas Nevi Hendri.

Ia menjelaskan perbedaan antara pemahaman statistik secara akademis dengan penerapannya dalam birokrasi. Birokrat tidak harus memahami rumus statistik secara detail, namun penting untuk memahami cara membaca dan menginterpretasikan angka-angka tersebut sebagai dasar kebijakan. Kepala BPS meyakinkan bahwa data yang dihasilkan dengan metodologi yang benar akan akurat.

Baca Juga :  Sat Samapta Polres Garut Amankan 8 Remaja, Ini Alasannya !

“Namun yang perlu kita pertanyakan adalah pada saat kita memproduksi data tetapi kita tidak bisa menjelaskan metodologinya, ini yang bahaya karena di luar sana sudah banyak yang melek data dan di saat kita mempunyai konsep serta definisi yang jelas sesuai metodologi, insyaallah bisa menjelaskan,” tambahnya.

Nevi juga menyampaikan tugas BPS dalam melakukan pembinaan data statistik sektoral yang dihasilkan oleh SKPD. BPS hadir untuk membimbing dan mendampingi SKPD dalam menghasilkan data yang berkualitas.

Ia mengapresiasi keberadaan bidang statistik di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut sebagai muara perbaikan data.

“Dan Alhamdulillah sebenarnya bahwa di Kabupaten Garut ada Dinas Kominfo yang di dalamnya ada bidang statistik, nah ini menjadi muara dari para SKPD untuk melakukan perbaikan data dan BPS sudah banyak koordinasi dengan Diskominfo Garut,” ungkapnya.

Kepala BPS Garut berharap kolaborasi antara BPS dan seluruh SKPD dapat mendukung tercapainya visi misi Bupati dan Wakil Bupati Garut. Di akhir sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Garut atas kesempatan yang diberikan kepada BPS untuk berdiskusi.

Kegiatan sosialisasi dan diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Garut mengenai pentingnya data dan indikator yang akurat dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah.
(dk/IMM Polres Garut)

Berita Terkait

Tanah untuk Rakyat, Bupati Garut Perkuat Reforma Agraria di Rakor GTRA
Bupati Garut Gaskeun Pembangunan Karakter, Pramuka Jadi Garda Terdepan
Air Setinggi 30 Cm Rendam Rumah Warga, Polisi Bergerak Cepat Tangani Banjir di Karangpawitan
Polri Hadir dengan Hati, Polsek Bungbulang Gelar Aksi Jumat Berkah
Dibina, Bukan Dipenjara: Cara Humanis Polsek Cibatu Tangani Pelajar Penjual Miras
Antara Data dan Realita, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) AL Usman Kembali Salurkan Kursi Roda 3 in 1 Bagi Penyandang Disabilitas di Karangpawitan
Dari Polisi untuk Kemanusiaan, Donor Darah di Garut Disambut Antusias
Program MBG di Garut Terus Dievaluasi untuk Pelayanan Maksimal
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:02 WIB

Tanah untuk Rakyat, Bupati Garut Perkuat Reforma Agraria di Rakor GTRA

Sabtu, 18 April 2026 - 11:58 WIB

Bupati Garut Gaskeun Pembangunan Karakter, Pramuka Jadi Garda Terdepan

Sabtu, 18 April 2026 - 11:14 WIB

Air Setinggi 30 Cm Rendam Rumah Warga, Polisi Bergerak Cepat Tangani Banjir di Karangpawitan

Sabtu, 18 April 2026 - 11:11 WIB

Polri Hadir dengan Hati, Polsek Bungbulang Gelar Aksi Jumat Berkah

Sabtu, 18 April 2026 - 08:41 WIB

Antara Data dan Realita, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) AL Usman Kembali Salurkan Kursi Roda 3 in 1 Bagi Penyandang Disabilitas di Karangpawitan

Berita Terbaru

Redaksi Kilas

Polri Hadir dengan Hati, Polsek Bungbulang Gelar Aksi Jumat Berkah

Sabtu, 18 Apr 2026 - 11:11 WIB

 

ALERT : Content Is Protected !!