Darurat Moral: Himadikpolkum IPI Garut Gelar IPI Lawyers Club Fokus pada Perlindungan Anak dan Perempuan - Kilas Garut News

Darurat Moral: Himadikpolkum IPI Garut Gelar IPI Lawyers Club Fokus pada Perlindungan Anak dan Perempuan

Avatar photo

- Reporter

Senin, 19 Mei 2025 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Himpunan Mahasiswa Dikpolkum (Himadikpolkum) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut kembali menggelar acara IPI Lawyers Club (ILC)

i

Himpunan Mahasiswa Dikpolkum (Himadikpolkum) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut kembali menggelar acara IPI Lawyers Club (ILC)

KILASGARUTNEWS.id|Bertempat di Aula Gedung G Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Himpunan Mahasiswa Dikpolkum (Himadikpolkum) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut kembali menggelar acara IPI Lawyers Club (ILC) sejak pukul 13.00 WIB sd selesai dengan tema “Menjawab Darurat Moral dengan Gerakan IPI Lawyers Club Terhadap Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dalam Perlindungan Anak dan Perempuan”. Acara ini bertujuan untuk membahas dan mencari solusi terhadap permasalahan perlindungan anak dan perempuan di Kabupaten Garut. Senin (19/5/2025).

Dalam acara ini, hadir sebagai pemateri Ketua Satgas PPKPT IPI Garut Dr. Jamilah Ramdani, SH., M.Pd, yang membahas tentang pentingnya perlindungan anak dan perempuan di era modern ini. Selain itu, juga hadir Anggota DPRD Garut Muhammad Nur Jamaludin, SH., MH, yang membahas tentang peran pemerintah daerah dalam melindungi hak-hak anak dan perempuan. Kepala Kejaksaan Negeri Garut Helena Octaviane, SH., MH, juga hadir sebagai pemateri dan membahas tentang upaya penegakan hukum dalam perlindungan anak dan perempuan. 

Himadikpolkum sebagai penggagas dalam acara IPI Lawyers Club  juga dihadiri oleh Ketua Himadikpolkum IPI Garut Hipni Munsyi, Dekan Fakultas PISBS Dr. Lina Siti Nurwahidah, M.Pd, Ketua Pelaksana Tia APanti, dan Kaprodi Pendidikan PKN Dr. Ade Suherman, M.Pd.

Dr. Jamilah Ramdani, SH.,M.Pd memaparkan, “Di era modern ini, anak dan perempuan masih rentan terhadap kekerasan dan penindasan. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita terhadap pentingnya perlindungan anak dan perempuan,” ujarnya.

Menurutnya banyaknya tantangan-tantangan yang dihadapi dalam melindungi anak dan perempuan, seperti kurangnya kesadaran masyarakat, kurangnya sumber daya, dan kurangnya penegakan hukum.

Baca Juga :  Racana Wiyata Mandala IPI Garut Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat Bertema "Racana Bersantun & Peduli Lingkungan"

“Kita harus bekerja sama untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak dan perempuan,”tambahnya.

Muhammad Nur Jamaludin, SH., MH, juga menyampaikan, Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi hak-hak anak dan perempuan. Kita harus pastikan bahwa kebijakan dan program pemerintah daerah dapat meningkatkan kesejahteraan dan keamanan anak dan perempuan.

Muhammad Nur Jamaludin juga membahas tentang beberapa kebijakan dan program yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah untuk melindungi anak dan perempuan, seperti penyediaan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai, serta penegakan hukum yang efektif.

 “Kita harus prioritaskan perlindungan anak dan perempuan dalam setiap kebijakan dan program pemerintah daerah,”ucapnya.

Muhammad Nur Jamaludin juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga penegak hukum dalam melindungi anak dan perempuan. “Kita harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak dan perempuan. Pemerintah daerah harus menjadi contoh dalam melindungi hak-hak anak dan perempuan,” jelas Muhammad Nur Jamaludin saat memberikan materi.

Di akhir memberikan materi ILC Kepala Kejaksaan Negeri Garut Helena Octaviane, SH., MH, menjelaskan sebagai aparat penegak hukum, kita memiliki peran penting dalam melindungi hak-hak anak dan perempuan. Kita harus memastikan bahwa hukum ditegakkan dengan adil dan tidak ada diskriminasi terhadap anak dan perempuan,” ujarnya.

Dikatakan Helena Octaviane, dirinya juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga penegak hukum dalam melindungi anak dan perempuan. “Kita harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak dan perempuan. Kita tidak boleh membiarkan kekerasan dan penindasan terhadap anak dan perempuan terjadi di masyarakat kita.

Baca Juga :  Polsek Tarogong Kidul PAM dan Monitoring Kegiatan FKP Pendataan Awal Regsosek Di Desa Kersamenak

Menurut Kaprodi PKn, Dr. Ade Suherman dari hasil diskusi kegiatan ILC ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan kebijakan yang pro terhadap perlindungan anak dan perempuan serta dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya perlindungan anak dan perempuan, serta memberdayakan masyarakat untuk menjadi agen perubahan dalam melindungi hak-hak anak dan perempuan.

Dengan demikian, kegiatan ILC ini dapat menjadi kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kebijakan, dan praktik perlindungan anak dan perempuan di Kabupaten Garut.

Hipni Munsyi selaku Ketua Himadikpolkum IPI Garut juga mengucapkan terima kasih kepada semua pemateri dan peserta yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam acara ini. “Kami berharap ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dari acara ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,”ucapnya.

Pihaknya juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu dalam penyelenggaraan acara ini, sehingga acara dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Acara ILC ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat untuk berdiskusi dan mencari solusi terhadap permasalahan perlindungan anak dan perempuan di Kabupaten Garut. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta kesadaran dan kepedulian yang lebih besar terhadap pentingnya perlindungan anak dan perempuan.

(Deden Kurnia)

Berita Terkait

Tanah untuk Rakyat, Bupati Garut Perkuat Reforma Agraria di Rakor GTRA
Bupati Garut Gaskeun Pembangunan Karakter, Pramuka Jadi Garda Terdepan
Air Setinggi 30 Cm Rendam Rumah Warga, Polisi Bergerak Cepat Tangani Banjir di Karangpawitan
Polri Hadir dengan Hati, Polsek Bungbulang Gelar Aksi Jumat Berkah
Dibina, Bukan Dipenjara: Cara Humanis Polsek Cibatu Tangani Pelajar Penjual Miras
Antara Data dan Realita, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) AL Usman Kembali Salurkan Kursi Roda 3 in 1 Bagi Penyandang Disabilitas di Karangpawitan
Dari Polisi untuk Kemanusiaan, Donor Darah di Garut Disambut Antusias
Program MBG di Garut Terus Dievaluasi untuk Pelayanan Maksimal
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:02 WIB

Tanah untuk Rakyat, Bupati Garut Perkuat Reforma Agraria di Rakor GTRA

Sabtu, 18 April 2026 - 11:58 WIB

Bupati Garut Gaskeun Pembangunan Karakter, Pramuka Jadi Garda Terdepan

Sabtu, 18 April 2026 - 11:14 WIB

Air Setinggi 30 Cm Rendam Rumah Warga, Polisi Bergerak Cepat Tangani Banjir di Karangpawitan

Sabtu, 18 April 2026 - 11:11 WIB

Polri Hadir dengan Hati, Polsek Bungbulang Gelar Aksi Jumat Berkah

Sabtu, 18 April 2026 - 08:41 WIB

Antara Data dan Realita, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) AL Usman Kembali Salurkan Kursi Roda 3 in 1 Bagi Penyandang Disabilitas di Karangpawitan

Berita Terbaru

Redaksi Kilas

Polri Hadir dengan Hati, Polsek Bungbulang Gelar Aksi Jumat Berkah

Sabtu, 18 Apr 2026 - 11:11 WIB

 

ALERT : Content Is Protected !!