KILASGARUTNEWS.id|Halal Bihalal merupakan acara tradisi penduduk Indonesia yang digelar saat di bulan Syawal atau di saat hari raya Idul Fitri 1445 H/2024 M dengan mengambil tema “Merajut Silaturahmi Dengan Berucap Maaf di Hari Fitri” dengan tujuan untuk saling memaafkan dan menjaga hubungan tali silaturahim.
Begitu pula dengan kegiatan Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh keluarga besar SMP Negeri 3 Garut bersama seluruh warga sekolah yakni kepala sekolah, guru, karyawan/staf dan yang sudah purna bhakti dengan tujuan untuk menjaga harmonisasi hubungan warga SMP Negeri 3 Garut dengan meminta dan menerima maaf.
Acara yang diselenggarakan bertempat di aula sekolah SMP Negeri 3 Garut sejak pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai Senin (15/4/2024).
Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Garut, H. Agus, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum halal bihalal dan silaturahim kali ini menjadi titik tolak bersama, dan penyatuhan visi dan misi sekolah untuk memberikan pelayanan yang sangat prima di satuan pendidikan yang kita kelola bersama.
“Silaturahim ini menjadi ikrar kita bersama bahwa kita akan sama-sama membangun masa depan bangsa lewat kerja nyata yang mengedepankan kualitas dalam etos keja.
Lebih lanjut beliau mengatakan, kebersamaan ini tidak hanya sebatas dalam kegiatan halal bihalal tetapi harus menjadi kebersamaan setiap hari dan setiap kegiatan. Sehingga kebersamaan yang indah ini akan menciptakan suasana yang harmonis antar warga sekolah.

Sementara itu Aji Suryadi, S. Pd., selaku pembicara menyampaikan tausiyahnya mengatakan bahwa silaturahim itu wujud pengaktualisasikan pembelajaran Agama secara nyata, sebab manusia berhubungan dengan manusia pasti tidak selamanya indah, terkadang ada gesekan yang tidak mungkin di hindarkan.
“ Kebanyakan sifat manusia itu cenderung untuk egois dan tidak mau meminta maaf atau memberi maaf, tetapi lebaran merubah segalanya. manusia berebut salah dan meminta maaf tanpa di paksa dan terpaksa, alangkah indahnya jika satu tahun lebaran selamanya, sehingga tidak ada pertikaian, permusuhan, kedengkian dan hal hal yg negatif diantara kita,” katanya.

Lebih lanjut beliau mengatakan, silaturahim itu terbangun dari istilah silah dan rahim, dimana silah itu menyambung sementara rohim itu keluarga maka silaturahim menjadi wahana untuk menyatukan kembali keluarga-keluarga yang sudah mulai terbengkelai, semoga kita menjadi orang yg bersatu lagi dalam bingkai silaturahim.
“Semoga silaturahim ini menjadi ladang amal kita bersama untuk tetap menjaga marwah kebersamaan, persatuan dan kesatuan di lingkungan SMP Negeri 3 Garut,”pungkasnya. (Deden Kurnia*).











