KILASGARUTNEWS.id|Prestasi gemilang kembali ditorehkan atlet muda asal Kabupaten Garut. Adinda Dwi Setiawan (12), atlet cilik berbakat yang telah mengharumkan nama daerah di berbagai ajang nasional, kini menanti kehadiran nyata pemerintah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam mendukung kelanjutan karier prestasinya. Senin (2/2/2026).
Adinda merupakan anak bungsu dari Aiptu Andi Setiawan, anggota Samapta Polsek Karangpawitan, Polres Garut. Meski berasal dari keluarga sederhana dan sang ayah berprofesi sebagai anggota kepolisian, perjuangan untuk membiayai keikutsertaan Adinda di berbagai kejuaraan tingkat nasional masih menjadi beban besar yang tak mudah dipikul sendiri.
Prestasi terbaru diraih Adinda pada 22 November 2025 di Ancol, Jakarta, saat ia sukses meraih Juara 1 Aquathlon kategori usia 11–12 tahun, dengan nomor renang laut 300 meter dilanjutkan lari 2 kilometer. Tantangan selanjutnya sudah di depan mata. Pada 14 Februari 2026, Adinda dijadwalkan kembali berlaga di ajang nasional dengan jarak yang lebih berat, yakni renang laut 500 meter dan lari 3 kilometer.
Saat ini, Adinda tercatat sebagai siswi kelas VI SDN 7 Regol Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, serta tergabung dalam Klub Junior Aquatic Sport (JAS) Garut di bawah binaan pelatih Moh. Japar Rohman, S.Pd.
Kepada Media Kilas Garut News, sang ayah menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dan KONI Garut agar tidak menutup mata terhadap potensi atlet muda berprestasi.
“Kami tidak meminta berlebihan. Kami hanya berharap ada perhatian dan dukungan nyata, baik berupa bantuan biaya pertandingan, pendaftaran lomba, maupun beasiswa. Anak-anak berprestasi seharusnya tidak terhenti langkahnya hanya karena keterbatasan biaya,” ujar Aiptu Andi Setiawan.
Ia menegaskan, prestasi Adinda adalah prestasi daerah, bukan semata pencapaian pribadi. Oleh karena itu, sudah semestinya negara hadir melalui pemerintah dan KONI untuk memastikan bakat-bakat muda tidak padam di tengah jalan.
Tak hanya berprestasi di Aquathlon, Adinda juga dinobatkan sebagai perenang terbaik pada ajang Fun Swimming yang diselenggarakan MADMAVE, serta sukses meraih Juara 1 Maraton kategori Kid Putri, mengalahkan peserta dari luar Pulau Jawa pada lomba yang digelar Kodim 0611/Garut dalam rangka Hari Juang TNI AD ke-80.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KONI Garut terkait bentuk dukungan bagi atlet muda berprestasi tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: sampai kapan atlet cilik harus berjuang sendiri membawa nama daerah?
Media Kilas Garut News menilai, kisah Adinda Dwi Setiawan adalah cermin realitas dunia olahraga daerah—banyak prestasi lahir, namun dukungan belum sepenuhnya hadir. Sudah saatnya pemerintah dan KONI bergerak lebih responsif, agar prestasi anak bangsa tidak hanya dirayakan saat menang, tetapi juga diperjuangkan sejak proses.
(wan)




















