Kilas Garut News-Tradisi hajat laut merupakan tradisi dari nenek moyang yang hingga sampai saat ini masih dilakukan. Jajaran dari Satpol Airud Polres Garut pengamanan hajat laut di Rancabuaya. Dan biasanya Hajat laut dilakukan masyarakat yang berada di pesisir pantai dengan ritual-ritual yang dilakukan nenek moyang ada sejak dulu kala.
Di Kabupaten Garut sendiri tepatnya di Garut selatan pantai Rancabuaya digelar hajat laut oleh para nelayan, untuk menjaga Kamtibmas, Satpol Airud Polres Garut pengamanan hajat di Rancabuaya tepat pada acara Hajat laut yang berlokasi di Pelabuhan dan Perairan Rancabuaya. Jum’at (12/8/2022).

Pengamanan Hajat laut dipimpin langsung Kasatpol Airud AKP Adnan yang didampingi beberapa anggotanya yakni Bripka Sumar, Briptu Rangga, Briptu Bagus, dan Briptu furkon.
AKP Adnan mengatakan, PAM Hajat laut di pelabuhan dan perairan Rancabuaya untuk menjaga Kamtibmas pada saat pelaksanaannya. “alhamdulilah pengamanan berjalan lancar, acara Hajat laut pun berlangsung kondusif.”, ungkapnya.
Tidak hanya pengamanan, Ujar Adnan, ” kami juga tidak lupa memberikan himbauan kamtimbas dan protokol kesehatan pada masyarakat, seperti jaga selalu keamanan dan ketertiban, serta jangan lupa juga tetap memperhatikan dan menjaga protokol kesehatan 3M.”, ucapnya.
Kasatpol Airud AKP Adnan berharap dengan Hajat laut ini, para nelayan mendapatkan sesuai dengan harapan, dan tetap menjaga keselamatan pada saat melakukan kegiatan atau aktivitas di laut.
Peserta Larung Saji sebanyak ±100 orang Nelayan dengan 16 perahu dan buang larung saji ±1 mil dari pantai ke perairan Rancabuaya.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut.(Deden Kurnia*).











