Ngopi Bersama Serikat Pekerja, Sekda Garut Merasa Prihatin dengan Masalah Pekerja - Kilas Garut News

Ngopi Bersama Serikat Pekerja, Sekda Garut Merasa Prihatin dengan Masalah Pekerja

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 29 Mei 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Garut H Nurdin Yana

i

Sekda Garut H Nurdin Yana

KILASGARUTNEWS.id|Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menghadiri kegiatan Ngopi (Ngobrol Pintar) Bersama SP/SB (Serikat Pekerja/Serikat Buruh) Kabupaten Garut dan Emphaty Assistance dalam Kerjasama Disnakertrans Kab. Garut dengan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) BPJS Ketenagakerjaan Cabang Garut, bertempat di Jalan Guntur Cendana, Kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten Garut, Rabu (28/5/2025).

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyatakan keprihatinannya atas insiden yang menimpa sejumlah pekerja. Ia juga memberikan apresiasi atas digelarnya kegiatan ini dan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut akan memfasilitasi para Serikat pekerja.

Baca Juga :  Skandal Kredit Mengguncang Garut Tiga Pejabat BPR Intan Jabar Ditahan, Kerugian Negara Diduga Rp 5 Miliar

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Muksin, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya melibatkan para pengusaha.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman terkait UUD Ketenagakerjaan. Sudah dilakukan dari kemarin, kalau kemarin kita bersama dengan para pengusaha, kemudian sekarang dengan serikat, supaya ada pemahaman yang sama terkait dengan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan,” jelas Muksin.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Garut, Supriatna, menyampaikan komitmennya bahwa, rata-rata satu orang pekerja akan menerima Rp1,3 juta per bulan yang akan berlangsung selama enam bulan, dan saat ini pembayaran sudah memasuki bulan ketiga. Namun, ia juga menyoroti adanya kondisi eligible dan non-eligible yang kerap menjadi kendala.

Baca Juga :  Sinergitas TNI Polri, Polsek Cisompet Polres Garut Giat Patroli Dialogis

Pihaknya juga menjelaskan perubahan skema pembayaran bantuan. Awalnya, bantuan ini dibayarkan selama tiga bulan, namun kini diperpanjang menjadi enam bulan. Tiga bulan pertama dibayarkan 5% dari upah, sedangkan tiga bulan berikutnya 25% dari upah.

Sebagai bentuk kebanggaan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Garut merasa terbantu atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Garut.

(Deden Kurnia)

Berita Terkait

Pupuk Sulit Dicari saat Musim Tanam, Petani Cibalong Menanti Respons Pemerintah
Polisi Beri Kejutan di Jalan! Pengendara Tertib Dapat Bunga, Helm Gratis hingga Reward UMKM
Diskominfo Garut Terima Kunjungan DPRD Belitung, Bahas Penguatan SPBE dan Komunikasi Publik
Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai, Garut Perkuat Kesiapsiagaan hingga Posko 24 Jam
DWP Garut Gelar Lomba Hijab dan Tata Rias Pesta, 13 Peserta Unjuk Kreativitas Sambut HUT ke-27
Polres Garut Gelar Apel Siaga Bencana 2026, Bupati: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas
Bupati Garut Punya Aplikasi Pantau ASN, Pemeriksaan BPK Jadi Momentum Pembenahan
Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Polres Garut dan IPI Garut Perpanjang Kerja Sama MoU dan MoA
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:01 WIB

Pupuk Sulit Dicari saat Musim Tanam, Petani Cibalong Menanti Respons Pemerintah

Kamis, 5 November 2026 - 13:50 WIB

Polisi Beri Kejutan di Jalan! Pengendara Tertib Dapat Bunga, Helm Gratis hingga Reward UMKM

Kamis, 5 November 2026 - 13:41 WIB

Diskominfo Garut Terima Kunjungan DPRD Belitung, Bahas Penguatan SPBE dan Komunikasi Publik

Rabu, 4 November 2026 - 19:46 WIB

Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai, Garut Perkuat Kesiapsiagaan hingga Posko 24 Jam

Rabu, 4 November 2026 - 09:29 WIB

DWP Garut Gelar Lomba Hijab dan Tata Rias Pesta, 13 Peserta Unjuk Kreativitas Sambut HUT ke-27

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!