KDM Gegerkan Milangkala Tatar Sunda di Garut, Jalur Kirab Mahkota Binokasih Resmi Jadi Jalan Provinsi - Kilas Garut News

KDM Gegerkan Milangkala Tatar Sunda di Garut, Jalur Kirab Mahkota Binokasih Resmi Jadi Jalan Provinsi

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Kemeriahan luar biasa mewarnai perayaan Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kabupaten Garut pada Selasa malam (5/5/2026). Acara yang menjadi simbol kebangkitan budaya Sunda ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersama Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

Puncak acara ditandai dengan prosesi kirab budaya yang sakral sekaligus meriah. KDM dan Bupati Garut menunggangi kuda, mengiringi kereta kencana Ki Jaga Raksa yang membawa Mahkota Binokasih, simbol kebesaran raja-raja Sunda. Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti dan Ketua TP PKK Garut, Tinneke Hermina turut serta dalam iring-iringan menggunakan kereta kencana.

Rute kirab dimulai dari Makorem 062/Tarumanagara dan berakhir di Halaman Kantor Gubernur Bale Dewa Niskala, Kecamatan Garut Kota. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat tidak surut, ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan hingga memadati lokasi utama acara untuk menyaksikan penampilan seni dari 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang dibuka dengan atraksi khas Garut, Surak Ibra.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membawa kabar gembira terkait infrastruktur. Ia menetapkan bahwa seluruh jalur yang dilalui oleh Karnaval Mahkota Binokasih akan beralih status menjadi Jalan Provinsi.

Baca Juga :  Waka Polda Jabar Hadiri Kapolda Jabar Cup Seni Ketangkasan Domba Cup

“Ku sim kuring ditetapkeun sadayana jalur anu kalangkungan ku Karnaval Mahkota Binokasih jalanna alih status jadi jalan provinsi. Janten engke kapayun Pak Sekda, tanggung jawab penataan lampu, tanggung jawab trotoar, tanggung jawab markah jalan, pengecatan dugi ka gurilapna di jalan engke tanggung jawab Gubernur (Oleh saya ditetapkan semua jalur yang dilewati oleh Karnaval Mahkota Binokasih jalannya alih status menjadi jalan provinsi. Jadi nanti ke depannya Pak Sekda, tanggung jawab penataan lampu, tanggung jawab trotoar, tanggung jawab marka jalan, pengecatan sampai berkilaunya jalan nanti jadi tanggung jawab Gubernur.),” tegas KDM.

Ia menilai langkah ini diambil agar Pemerintah Kabupaten Garut bisa lebih fokus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan di pelosok desa. KDM juga berpesan agar jajaran Pemda Garut solid dalam membangun fasilitas dasar rakyat.

” Urang fokuskeun ngabangun jalan. Ngabangun sakola. Ngabangun puskesmas sareng rumah sakit. Ngabangun irigasi. Ngalereskeun imah rahayat nu rek runtuh, ( Kita fokuskan membangun jalan. Membangun sekolah. Membangun puskesmas dan rumah sakit. Membangun irigasi. Memperbaiki rumah rakyat yang mau roboh) ,” tambahnya.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut baik kebijakan Gubernur tersebut. Menurutnya, pengalihan status jalan ini akan sangat membantu mengurangi beban perawatan jalan kabupaten sehingga anggaran bisa dialihkan ke jalur lain yang membutuhkan, seperti rencana pembangunan jalan ke wilayah Kecamatan Pamulihan.

Baca Juga :  Wabup Garut Tinjau Langsung Pembangunan Rutilahu di Sukaresmi

“Kemudian kita juga dapat jalan yang dilewati tadi itu akan dijadikan sebagai jalan provinsi, sehingga nanti mengurangi beban kita untuk perawatan. Itu kan lumayan bisa dipindahkan ke jalur yang lain,” ucap Bupati Garut.

Selain itu, Bupati Garut menekankan pentingnya aspek non-fisik dalam pembangunan daerah, yakni melalui pelestarian budaya. Baginya, hadirnya Mahkota Binokasih di Garut adalah momen bersejarah untuk membangkitkan kebanggaan warga Sunda.

“Kalau saya sih melihat bahwa eventnya bagus, yang pertama tadi meningkatkan kebanggaan sebagai warga Sunda, di mana budaya yang selama ini ada itu agak terabaikan, jadi dibangkitkan kembali tadi juga yang namanya Mahkota Binokasih itu tidak pernah keluar, itu adalah simbol kebesaran orang Sunda dulu. Ini kan dibangkitkan kembali, menurut saya bagus,” lanjutnya.

Acara Milangkala Tatar Sunda ini diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya menggerakkan roda ekonomi melalui pariwisata, tetapi juga mempererat kekompakan antarwilayah di Jawa Barat.

(dk)

Berita Terkait

Bupati Garut Hadiri Haol Akbar Ke-36 Pendiri Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka, Tegaskan Pentingnya Lestarikan Pencak Silat
Dari Hawu ke Panggung Nasional, Nyanet Festival 2026 Jadi Kebanggaan Kabupaten Garut
Srikandi Garut Bersinar, Nadya Borong Medali di Kejurnas Panahan Junior 2026
Haul Akbar Pendiri HPSI Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka Digelar 2 Agustus, Ribuan Pendekar Diundang Hadir
Bupati Syakur Hadiri Battle of Honor Vol. 2, Rangga Ramadan Buktikan Bela Diri Bisa Dongkrak Ekonomi
Dipimpin Yugi Bayu Hendarto, 621 Personel Gabungan Amankan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda
Ribuan Pengunjung Padati GPBG 2026, UMKM di Garut Ikut Panen Rezeki
Pesan Damai dari Bupati Garut Syakur Amin Ajak Warga Rawat Persatuan Saat Cap Go Meh 2577/2026
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Bupati Garut Hadiri Haol Akbar Ke-36 Pendiri Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka, Tegaskan Pentingnya Lestarikan Pencak Silat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Dari Hawu ke Panggung Nasional, Nyanet Festival 2026 Jadi Kebanggaan Kabupaten Garut

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Srikandi Garut Bersinar, Nadya Borong Medali di Kejurnas Panahan Junior 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:03 WIB

Haul Akbar Pendiri HPSI Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka Digelar 2 Agustus, Ribuan Pendekar Diundang Hadir

Senin, 22 Juni 2026 - 21:49 WIB

Bupati Syakur Hadiri Battle of Honor Vol. 2, Rangga Ramadan Buktikan Bela Diri Bisa Dongkrak Ekonomi

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!