KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut Rudy Gunawan memperingatkan Ini penting bahwa, pertama adanya cuaca ekstrim. Cuaca ekstrim itu akan mengakibatkan kekeringan luar biasa di Garut dan daerah lainnya.
“Kita akan melakukan langkah langkah, Pemerintah Kabupaten Garut dalam rangka melaksanakan ini untuk preventif kekurangan air, maka kita akan menyiapkan berbagai upaya diantaranya mencari sumber air di pegunungan kita alirkan atau kita membuat sumur sumur, dan kami tidak berbicara untuk tanaman pertanian dulu, namun untuk kehidupan dulu pengadaan air bersih,”
Oleh karena itu kita telah mendapatkan peringatan serius, Garut dan daerah lainnya dan kekeringan itu akan mempengaruhi pada kesehatan yang luar biasa.”lanjut Rudy
“Makanya hari ini kita Waspada. Puskesmas hari ini saya kumpulkan untuk membahas menghadapi itu, diantaranya adalah terkait perubahan Iklim dengan cuaca yang tidak menentu”.
Kita preventif, mulai penyiapan obat, kesiagaan mobil ambulance dan banyak melakukan home care ke kampung – kampung masing masing,” tandasnya
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) kabupaten Garut,dr. Leli Yuliani, M.M turut menyampaikan,kita juga bersama seluruh puskesmas se-Garut akan selalu waspada dan berupaya pencegahan terhadap penyakit dari dampak cuaca atau iklim seperti kekeringan di Garut.
Demikian juga hal itu disampaikan dr. Leli saat menggelar acara rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan deteksi dini,preventif dan respon penyakit tingkat kabupaten Garut yang berlangsung di ballroom Harmoni,jalan Cipanas Baru,Garut pada Senin (29/5/2023)
Menurut dr. Leli lebih lanjut menjelaskan, Iya memang acara ini adalah rapat koordinasi teknis dan evaluasi terkait dengan pelaksanaan deteksi dini, upaya preventif dan respon penyakit. Hal itu memang harus Kita waspadai dan harus kita pantau terus karena sekarang kan perkembangan penyakit dengan situasi cuaca yang kurang baik, penyakit menular maupun tidak menular ini terus harus kita pantau ya.”tuturnya
“Sehingga kita harus membuat strategi-strategi yang memang kita diskusikan bersama. Strateginya bukan hanya kita dari atas harus begini tapi,memang harus dari bawah juga kita menerima masukan, karena sebetulnya mereka yang dibawah itu yang melaksanakan.”jelasnya
Jadi mereka sebetulnya mungkin yang paling tahu harus bagaimana sih untuk pelaksanaan deteksi ini, upaya preventif dan respon penyakit ini.
Sekarang kita kalau untuk upaya penyakit menular kita memang menekankan kepada Puskesmas untuk selalu melaksanakan kegiatan imunisasi dengan sebaik-baiknya! Capaian harus 95%.
Sebut Leli,Imunisasi dasar lengkap itu menjadi kewajiban yang terus kita pantau. Karena jangan sampai nanti ada KLB lagi yang memang disebabkan oleh penyakit yang memang sebetulnya bisa dicegah oleh imunisasi, itu yang pertama.
Disamping kita memang harus mewaspadai juga kasus-kasus seperti demam berdarah kemudian TBC, dan sebagainya.”ujarnya
TBC kita lakukan streaming dengan lebih invasif ke masyarakat kemudian juga DBD dengan kita selalu memberikan penyuluhan kepada masyarakat bagaimana sebetulnya perilaku hidup bersih dan sehat. Jadi air jangan sampai menggenang, sampah harus dibersihkan dan sebagainya.
Kemudian juga untuk penyakit tidak menular kita memberikan penekanan kepada Puskesmas untuk selalu melaksanakan screeningnya ! Terutama untuk diabet hipertensi,kolesterol itu harus lebih awal dideteksi,sehingga nanti bisa upaya-upaya untuk penanganannya bisa lebih cepat.”
Lalu kemudian penanganan untuk pencegahan tentu perlu adanya kerjasama semua pihak termasuk dinas instansi yang lainnya. Pasti butuh ya karena kan kesehatan itu hubungannya itu dengan Dinas Pendidikan,PUPR,,Perkim,dan lainnya Juan SKPD – SKPD yang memang sangat terkait dengan Dinas kesehatan.”paparnya
Pak Bupati memang telah mendapatkan warning tentang hal itu. Dan kita di Dinas kesehatan memang sangat responsif terkait hal itu. Kalau di musim kemarau itu penyakit-penyakit yang banyak itu sebetulnya yang berhubungan dengan faktor seperti, nyamuk, tikus, kemudian kecoa, jadi penyakit-penyakit yang memang bisa ditularkan oleh binatang-binatang tersebut”tandasnya.












