BEM STAIS Garut : Mahalnya UKT di Perguruan Tinggi Negeri Jelas Akibat Kebijakan PTNBH Alias Komersialisasi Kampus - Kilas Garut News

BEM STAIS Garut : Mahalnya UKT di Perguruan Tinggi Negeri Jelas Akibat Kebijakan PTNBH Alias Komersialisasi Kampus

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketua BEM STAIS Mu'adz Arrazy

i

Foto : Ketua BEM STAIS Mu'adz Arrazy

KILASGARUTNEWS.id|Mu’adz arrazy selaku mahasiswa dan sebagai ketua BEM STAIS  menilai uang kuliah tunggal (UKT) yang naik tiap tahun membuat kampus semakin elitis. Ia melihat permasalahan tersebut timbul bukan semata-mata karena faktor perguruan tinggi.

Namun, anggaran pendidikan yang dikucurkan pemerintah pusat tidak cukup untuk kebutuhan operasional perguruan tinggi. Sehingga perguruan tinggi menutupi kebutuhan operasional kampus dengan UKT.

“Ini memang jadi problem bersama, perguruan tinggi hari ini makin mahal makin elitis, tapi tidak semata-mata salah pimpinan perguruan tinggi, karena anggaran pemerintah terhadap perguruan tinggi tidak cukup untuk membiayai operasional pendidikan tinggi,” tutur pengamat kebijakan pendidikan ini, kamis (23/5/2024).

Baca Juga :  Maraknya Aktifitas Premanisme Polsek Tarogong Kaler Polres Garut Patroli Ke Titik Rawan

Skema uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi dinilai harus ditinjau ulang karena sangat memberatkan banyak mahasiswa.

Mahalnya biaya UKT disebut merupakan dampak dari berlakunya perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH), yang membuat terjadinya tren komersialisasi di perguruan tinggi.

Memang ini yang terjadi, tidak jelas bagaimana data diinput, dianalisis, lalu keluar nominal UKT itu prosesnya bagaimana?.

Ini sangat tidak transparan dan kampus tidak mau terbuka,” kata dia.

Dia menilai, biaya UKT yang semakin mahal merupakan dampak dari berlakunya PTN BH, di mana perguruan tinggi yang berbadan hukum diberikan otonomi untuk mendapatkan keuntungan. Akibatnya, terjadilah tren komersialisasi di perguruan tinggi.

Baca Juga :  Gerak Cepat Laporan Warga, Polsek Cibatu : 4 Rumah Tertimpah Pohon Kiara Yang Tumbang

“Jelaslah ini dampak dari PTN BH, di mana kampus diberikan otonomi untuk mendapatkan cuan. Maka yang terjadi adalah biaya jadi tambah mahal karena trennya adalah komersialisasi,”tambahnya..

Mu’adz selaku aktivis pendidikan dan mahasiswa mendesak kepada pemerintah khususnya KEMENDIKBUDRISTEK untuk mengkaji ulang kembali UU NO 2 tahun 2024 jika tidak mengkaji dia meminta mencabut regulasi tersebut.

“Memang pada dasarnya aturan tersebut berlaku kepada  mahasiswa baru bukan untuk mahasiswa yang sudah masuk dan berada di perguruan tinggi ataupun Universitas akan tetapi kenyataannya fakta di lapangan mahasiswa yang sudah ada di perguruan tinggi pun terkena imbas kebijakan tersebut,’pungkasnya.(dk*).

Berita Terkait

Punya Hafalan Al-Qur’an? IPI Garut Buka Beasiswa Tahfidz, Hafal 30 Juz Bisa Kuliah Gratis 8 Semester
IPI Garut Buka Jalur Keluarga Guru, Potongan Biaya 20 Persen Jadi Peluang Kuliah bagi Generasi Pendidik
378 Mahasiswa ITG Siap Mengabdi di Cigedug dan Cikajang, Bupati Garut Titip Misi Pembangunan
Menuju Jamnas 2026, Bupati Garut Bekali Kontingen Pramuka: Tunjukkan Disiplin dan Kenalkan Garut ke Indonesia
Orang Tua Kecewa, Dana PIP Siswa SD di Cibalong Garut Masih Tertahan
UNIGA Wisuda 629 Lulusan, Bupati Garut Ajak Kampus Cetak SDM Unggul
Pendopo Garut Jadi Panggung Inspirasi, Bima Arya dan Bupati Syakur Bahas Kepemimpinan Berbasis Rakyat
360 Mahasiswa PPG UPI Siap Mengabdi di Garut, Bupati Targetkan Lompatan Mutu Pendidikan
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:13 WIB

Punya Hafalan Al-Qur’an? IPI Garut Buka Beasiswa Tahfidz, Hafal 30 Juz Bisa Kuliah Gratis 8 Semester

Selasa, 8 September 2026 - 09:42 WIB

IPI Garut Buka Jalur Keluarga Guru, Potongan Biaya 20 Persen Jadi Peluang Kuliah bagi Generasi Pendidik

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:21 WIB

378 Mahasiswa ITG Siap Mengabdi di Cigedug dan Cikajang, Bupati Garut Titip Misi Pembangunan

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:13 WIB

Menuju Jamnas 2026, Bupati Garut Bekali Kontingen Pramuka: Tunjukkan Disiplin dan Kenalkan Garut ke Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 - 18:30 WIB

Orang Tua Kecewa, Dana PIP Siswa SD di Cibalong Garut Masih Tertahan

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!