Kilas Garut News-Polsek Wanaraja Polres Garut Evakuasi Temuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Sukamenak.Warga Kampung Panyingkiran RT 03, RW 05 Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki di dalam sungai kecil pembatas kampung , pada Sabtu (13/8/2022) siang.
Mayat laki-laki tersebut ditemukan pertama kali oleh warga bernama Ajat yang sedang mencari rumput disekitar tempat kejadian perkara sekira pukul 14.30 wib.

Saat ditemukan di dalam kali dengan posisi bersandar ketebing sungai dan kepala tentunduk, korban yang diperkirakan berusia 25 tahun itu mengenakan jaket switer warna hitam dan celana jeans biru.
Atas temuan tersebut, warga kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian. Petugas Indentifikasi dari anggota Polsek Wanaraja Polres Garut menerima laporan dan berselang kurang dari 20 menit tiba di lokasi penemuan bersama petugas medis dari Puskesmas Wanaraja dan Tim Identifikasi Reskrim Polres Garut.
Kapolsek Wanaraja, Kompol Wawan Setiawan, melalui Kasi Humas Polsek Wanaraja Bripka Yana Hendayana mengungkapkan, korban diperkirakan meninggal dunia sekitar 5 hari yang lalu karena melihat kondisi yang sudah membusuk.
Kami mendapat laporan dari warga terkait adanya temuan mayat, setelah kami cek ternyata benar mayat tersebut berjenis kelamin pria namun tidak ditemukan identitas, diduga korban meninggal sekitar 4 – 5 hari”.,ungkap Bripka Yana. Sabtu (13/8/2022)
Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat bunuh diri, karena saat di identifikasi terdapat tali jaket switer yang melilit di leher korban.
Dugaan sementara korban itu bunuh diri, namun untuk memastikannya kami menunggu hasil dari autopsi”.,jelas Yana.
Pantauan Media di lokasi, mayat tersebut langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulans Puskesmas Wanaraja menuju RSUD dr.Slamet Garut untuk kepentingan pemeriksaan dan lidik.
Bripka Yana juga menghimbau kepada masyarakat, apabila ada yang kehilangan anggota keluarga diharapkan melapor segera atau langsung datang ke RSUD dr.Slamet Garut.
Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan dari program “KASEP”, selama kepemimpinan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, SIK, M.Si
KASEP
Kepanjangan dari Kolaboratif, Adaptif, Solutif, Edukatif dan Presisi, adalah program prioritas Kepolisian Resor Garut, selama kepemimpinan AKBP Wirdhanto Hadicaksono, S.I.K., M.Si.
Pertama : Kolaboratif ini adalah, mengedepankan sinergitas dan kerjasama, yang baik dengan unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (stakeholder)
Dalam mengatasi permasalahan sosial dan kamtibmas diwilayah Kabupaten Garut, serta meningkatkan soliditas di internal Polres Garut dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kedua : Adaptif. Ini adalah bagaimana kemampuan berfikir dan bertindak responsive, cepat, tepat dan terukur.
Dalam menghadapi dinamika, tantangan tugas dan perkembangan masyarakat diera digital, menerapkan pemolisian serta adaptasi kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19.
Ketiga : Solutif, ini dalam hal mengedepankan mutu kualitas pelayanan sebagai upaya membangun simpati dan empati masyarakat, berfikir dan bertindak.
Mencari solusi serta mengedepankan solusi konstruktif dalam pemecahan masalah, baik dengan unsur eksternal maupun internal polres.
Keempat : Edukatif, adalah bagaimana menampilkan sosok polisi yang jadi panutan, mampu membangun interaksi yang harmonis dan efektif dengan masyarakat berinovasi.
Sehingga ini menjadi nilai tambah dan kemanfaatan yang baik untuk masyarakat luas maupun internal polres.
Kelima : Presisi atau menjadi anggota Polri yang Presisi adalah mempedomani arak bijak dan program prioritas bapak Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Dalam mewujudkan POLRI yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pada setiap pelaksanaan tugas Polres Garut. (Deden Kurnia*).












