DAKG Ungkap Sejarah Garut Kakarut di Acara Ritual Ngistrenan "Mapag Garut Balik Ka Jati Diri na" - Kilas Garut News

DAKG Ungkap Sejarah Garut Kakarut di Acara Ritual Ngistrenan “Mapag Garut Balik Ka Jati Diri na”

Avatar photo

- Reporter

Sabtu, 15 Februari 2025 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Bertempat di area wisata Kampung Bareto wilayah kecamatan Cisurupan Garut. Dewan Adat Kabupaten Garut (DAKG) menggelar acara ritual khusus ngistrenan tangkal gaharu anu saestuna dengan tema “Mapag Garut Balik Ka Jati Diri Na” pada Kamis 13 Febuari 2025 (malam).

Acara berlangsung diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan mukadimah sebagai pembukaan seperti biasa dilaksanakan pada setiap kegiatan. Dilanjutkan dengan disertai oleh rajah Garut dengan berbagai tarian sakral anak -anak sekolah baik dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Demikian juga hal itu disampaikan Ketua DAKG,Cepi Kusuma (panggilan akrab Abah Cepi) kepada awak media usai melaksanakan kegiatan tersebut pada Jum’at (14/02/2025).

“Alhamdulillah acara demi rangkaian yang begitu menakjubkan dimana tampilan seni kreatif khas kabupaten Garut yang cukup menarik perhatian para tamu undangan yang hadir pada saat itu, begitu antusias”

Tarian ini yang diiringi oleh gamelan (degung),angklung,dan rebatan merupakan salah satu tarian bentuk sebagai kemajuan kebudayaan yang tentu hal ini menciptakan sebuah karya yang sangat luar biasa.

Setelah itu,lanjut Cepi menjelaskan,diadakan acara pemaparan sejarah ki Garut kakarut yang sebelumnya dibuka dengan “rajah” awal sejarah Garut dari masa ke masa kemudian,ada ngawiwitan sehingga Garut sekarang penginstrenan atau tangkal kayu di Garut yang merupakan sebagai identitas kabupaten Garut.”jelasnya.

Di acara itu juga telah diadakan pengukuhan yaitu ada 22 lembaga desa se Garut yang mana bulan besok mungkin kita akan mengukuhkan kembali 50 lembaga adat desa yang ada di kabupaten Garut untuk sama -sama dengan pemerintah dalam upaya kemajuan kebudayaan yang mana dasar kebudayaan itu adalah di desa.

Baca Juga :  Masyarakat Sangat Antusias Akses Layanan Publik dan Saksikan Wayang Golek di Bale Pakuan

Selain itu acara kami sudah dimeriahkan oleh elemen masyarakat baik malakeudeu, masyarakat adatnya yang sekarang sudah menjadi tradisi yang diakui oleh pemerintah provinsi (pemprov) Jawa Barat tentu merupakan sebuah kebanggaan bagi warga Garut juga sebagai motivasi bagi lembaga -lembaga adat yang baru dibentuk.

Apa makna balik Ka jati diri na? Ungkap Cepi menjelaskan,jadi inti dari acara ini adalah seperti bahwa,kami telah lama memperdalam dan mengkaji sejarah Garut dari berbagai aspek. Alhamdulillah kita menemukan data – data yang valid dan tepat yang sudah kami seminar kan terkait kajian – kajian dan itu sudah diterima dan diakui oleh para akademisi juga dinas bersangkutan bahwa, penemuan kita bahwa Garut sebagai kampung adat yang sudah tercatat dalam “peta Ciela” tahun 1641dan peta 1760.

Disana di sebutkan bahwa nama Garut yang sama dengan letak dan posisi yang sama yang ada di peta Ciela kemudian tahun 1809 bahwa, ditempat yang serupa Garut menjadi ibukota “Pasranggrahan”. Tahun 1812 peta yang dibuat oleh Raffles itu menunjukkan nama yang sama bahwa Garut ada dilokasi itu juga. Maka setelah itu, ketika Limbangan berdiri menjadi kabupaten pada saat itu Garut belum menjadi ibukota tapi ibukotanya adalah Suci.

Setelah beberapa tahun kemudian berpindah ke wilayah Garut. Jadi jelas sebelum Garut menjadi ibukota Limbangan,Garut itu sudah ada bahkan sudah tercatat dalam peta dan kamus juga didalam peta Ciela itu menunjukan bahwa Ki Garut itu ada,peta ini dibuat 3 ratus tahun dibuat sebelum peta ini tersusun,jadi kalau kita melihat dari catatan tersebut bahwa,3 ratus tahun sebelum peta ini ada diperkirakan tahun 1300.

Baca Juga :  Peringati 77 Tahun Wafat R.A. Lasminingrat, Sahabat Museum R.A.A Adiwijaya Gelar Pasanggiri Nga-Dongeng

Satu lagi, sambung Cepi menuturkan,didalam sebuah kamus Sultanikal yang diketemukan oleh kami bahwa di abad 18 itu menyebutkan ada petunjuk dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu,Sunda,dan bahasa Inggris menyebutkan bahwa kayu harum,itu namanya harum kalau bahasa melayu,kalau dalam bahasa Sunda itu Kai garuk atau kigarut (ilmiah -kuile -akularea balacencis ).

Artinya menunjukkan bahwa di daerah Jawa Barat itu terdapat kayu harum,kayu yang menjadi dasar minyak dan wewangian. Maka hal itu jelas bahwa Garut adalah wilayah yang dahulunya tumbuh subur oleh kayu wangi yang berkualitas tinggi. Sekarang kayu tersebut masih ada yaitu di daerah selatan Garut (Cihurip),daerah Kandang wesi,dan daerah Cikuray juga masih ada, objek tersebut datanya masih ada.

Oleh karena itu, ketika Garut itu adalah simbol dari kayu wangi (gaharu) maka,cerita sejarah Garut kakarut itu sudah terpatahkan oleh data – data otentik yang kami dapatkan,sehingga malam Jum’at kemarin kita mengistrenkan kembali,kita berdoa memohon kepada yang maha kuasa untuk menanam kembali identitas kota Garut yaitu kayu gaharu dibeberapa titik pemerintah dan titik pusat tempat sakral yang ada di sekitar kabupaten Garut.

Maka Kita istrenkan atau Do’a secara adat untuk kembalinya Pohon ki Garut tumbuh di Tanah nya yang menjadi jati diri serta Identitas Kota Garut yang tentunya akan membuat hal yang Positif serta kebanggaan Warga Garut.

“Garut dahulu Berjaya, Garut sekarang Gagah Rucita Rahayu Mangun Raharja”pungkasnya.

(Agus)

Berita Terkait

Ribuan Pengunjung Padati GPBG 2026, UMKM di Garut Ikut Panen Rezeki
Pesan Damai dari Bupati Garut Syakur Amin Ajak Warga Rawat Persatuan Saat Cap Go Meh 2577/2026
Festival Nabeuh Bedug 2026 Resmi Digelar, Gratis dan Berhadiah dalam Rangka Hari Jadi Garut ke-213 
Bupati Garut Pimpin Prosesi Sakral HJG ke-213, dari Mapag Hurip hingga Ziarah Para Leluhur
Kapolres Garut Cup Lestarikan Budaya, Pererat Silaturahmi Lewat Seni Ketangkasan Domba
Peringati 77 Tahun Wafat R.A. Lasminingrat, Sahabat Museum R.A.A Adiwijaya Gelar Pasanggiri Nga-Dongeng
Staf Ahli Dedy Sebut Anugerah Budaya Tahun 2025 Sejalan dengan Visi Garut Hebat
Masyarakat Sangat Antusias Akses Layanan Publik dan Saksikan Wayang Golek di Bale Pakuan
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 12:19 WIB

Ribuan Pengunjung Padati GPBG 2026, UMKM di Garut Ikut Panen Rezeki

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:07 WIB

Pesan Damai dari Bupati Garut Syakur Amin Ajak Warga Rawat Persatuan Saat Cap Go Meh 2577/2026

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:44 WIB

Festival Nabeuh Bedug 2026 Resmi Digelar, Gratis dan Berhadiah dalam Rangka Hari Jadi Garut ke-213 

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:57 WIB

Bupati Garut Pimpin Prosesi Sakral HJG ke-213, dari Mapag Hurip hingga Ziarah Para Leluhur

Senin, 1 September 2025 - 09:49 WIB

Kapolres Garut Cup Lestarikan Budaya, Pererat Silaturahmi Lewat Seni Ketangkasan Domba

Berita Terbaru

Redaksi Kilas

TMMD 128 di Cidahu, TNI dan Warga Sulap Jalan Rusak Jadi Layak

Sabtu, 25 Apr 2026 - 13:31 WIB

 

ALERT : Content Is Protected !!