KILASGARUTNEWS.id|Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM)Tarogong Kidul, Ustadz Aun Syaiful Al Hakim mengucapkan banyak terimakasih kepada hamba Allah yang telah membantu fasilitasi perbaikan huruf yang memang pada sebelumnya huruf tersebut hampir tidak terbaca karena sebagian rusak dan sebagian hilang. Masjid Besar Tarogong Kidul tepanyat berada di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Meski perawatan dan pemeliharaan fasilitas masjid yang dilakukan pengurus masjid besar Tarogong Kidul terus menerus dilakukan. Akan tetapi peran serta pemerintah dalam hal itu pun tentu harus ikut berperan dalam merawat dan menjaga fasilitas masjid tersebut. Senin (29/4/2024).
Dengan harapan kedua belah pihak tersebut bisa sama-sama merawat dan menjaga serta memakmurkan secara berkesinambungan bersama-sama. Terlebih Masjid tersebut milik pemerintah kabupaten Garut, yang diresmikan pada tahun 2008 pada era Bupati Garut H.Rudy Gunawan.
Kondisi sebagian huruf-huruf yang sebelumnya rusa, ternyata mengundang perhatian dari hamba Allah yang tidak diketahui asal usulnya. Bahkan saat ini huruf-huruf yang terkelupas tengah diperbaiki dan dipelihara.
Berangkat dari hal itu, pengurus Masjid yang sekaligus sebagai Imam Besar di Masjid Besar Tarogong Kidul, Ustadz Aun Syaiful Al Hakim menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya terhadap hamba Allah yang betul-betul telah mengorbankan sebagian hartanya untuk memperbaiki huruf atau nama masjid yang sebelumnya rusak akibat lama tidak terpelihara.
“Alhamdulillah saya sebagai pengurus sekaligus imam Besar di masjid ini tentunya sangat berterima kasih kepada Agnia atau hamba Allah yang telah memperbaiki huruf-huruf sebagai salah satu fasilitas masjid disini. Mudah-mudahan segala amal kebaikannya dibalas oleh Allah SWT, dilipatgandakan rejekinya, juga disehatkan. Juga mudah-mudahan kedepannya masjid ini lebih makmur dan lebih maju,” Ucapnya.
Kata ia, di samping perbaikan huruf nama sebagai identitas Masjid besar di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, dirinya juga membuka seluas-luasnya seumpamanya ada hamba Allah yang berniat untuk menitipkan sebagian hartanya untuk memperbaiki fasilitas masjid lainnya, untuk diterapkan di masjid Besar Tarogong Kidul.
“ Siapapun yang mau membantu, tentunya kami siap menerima dan menerapkan bantuan ke masjid Besar Tarogong kidul ini,” tandasnya.
Pihaknya juga berharap, Pemerintah kabupaten Garut bisa sama-sama berkolaborasi untuk sama-sama menjaga dan merawat keberadaan Masjid Besar Tarogong Kidul. Bahkan ia mengakui sejak diresmikannya pembangunan Masjid Besar Tarogong Kidul baru dua kali dilakukan pemeliharaan.
“ Sejak 10 tahun ini baru 2 kali pemeliharaan, pertama waktu pemberian dari Qatar yang kedua rehab cor lahan parkir dan kanopi. Nah dari situ hingga saat ini belum ada dari pihak manapun sementara kan masjid ini milik pemerintah Kabupaten Garut, bisa dilihat dari prasasti yang ada. Dengan begitu, pihaknya berharap pemerintah kabupaten Garut bisa bersama-sama memelihara dan memakmurkan Masjid Besar Tarogong Kidul ini,” harapnya. (Agus*).












