Pemkab Garut ingin Turunkan Inflasi, DKP Adakan Gerakan Pangan Murah Serentak - Kilas Garut News

Pemkab Garut ingin Turunkan Inflasi, DKP Adakan Gerakan Pangan Murah Serentak

Avatar photo

- Reporter

Senin, 26 Juni 2023 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Badan Pangan Nasional (Bapanas) meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk salah satunya dilaksanakan di Kabupaten Garut bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut. Kegiatan GPM di Kabupaten Garut sendiri dilaksanakan di halaman Kantor DKP Garut, dan dihadiri langsung oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan.

Bupati Garut menyampaikan jika melalui GPM ini, Pemkab Garut ingin menurunkan inflasi, sehingga beberapa komoditas yang dijual dalam kegiatan ini harganya relatif murah dan terjangkau bagi masyarakat karena sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah baik itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat maupun dari Pemkab Garut.

“Jadi artinya bahwa kita ingin menjaga inflasi itu di bawah 4%, dan Garut sudah melakukan itu, sekarang inflasi Garut sudah di bawah 4% ya di bulan sekarang ini,” ujar Bupati Garut kepafa oleh awak media seusai meninjau beberapa komoditas yang dijual di GPM, di Halaman Kantor DKP Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (26/06/2023).

Salah satu bahan pokok yang disubsidi, imbuh Rudy, yaitu telur ayam di mana harga pasaran sekitar 33 ribu rupiah, sedangkan di GPM sendiri dijual dengan harga 29 ribu rupiah.

Baca Juga :  DKP Garut Perkenalkan Gerbang Pangan Sebagai Strategi Tingkatkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut

Selain itu, kegiatan GPM ini akan dilanjutkan di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Garut.

“Iya bukan disini aja, nanti dilakukan bersama-sama, kan gerakan itu gerakan di pasar, di kecamatan-kecamatan, di mana kita lakukan ini kan baru kick off,” paparnya.

Menjelang hari raya Iduladha sendiri, lanjut Bupati Garut, harga relatif terkendali, adapun beberapa bahan pokok seperti daging kambing, domba, sapi hingga ayam memang mengalami kenaikan harga namun tidak terlalu signifikan.

“Nah di Idul Adha ini kita sudah melakukan ke lapangan ya, tidak ada kenaikan signifikan sebagaimana Idulfitri, cuman yang harga naik itu adalah kambing, dan domba, serta sapi. Ayam ada kenaikan sedikit, tapi tidak sebagaimana signifikan di Idulfitri, sekarang ini terkendali lah, stabil semua ya,” ucapnya.

Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya Kepala DKP Kabupaten Garut, Haeruman, menuturkan jika GPM ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi gejolak harga pangan khususnya pangan pokok strategis dan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Baca Juga :  Garut Maksimalkan Potensi Lokal: Workshop Branding Digital dan Permodalan untuk UMKM

“Dan hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat yaitu penanganan dampak inflasi yang diakibatkan oleh gejolak harga pangan pokok strategis yang berfluktuasi akhir-akhir ini,” tuturnya.

GPM yang di- launching ini digelar serentak di 342 titik di 301 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Selain itu, sambung Haeruman, dalam kegiatan ini juga pihaknya bekerja sama dengan beberapa stakeholder seperti Perum Bulog sebagai penyedia beras, Agro Jabar sebagai penyedia minyak goreng, ID Food, Koperasi Produsen Aslupama Jawa Barat, dan Kelompok Tani Binaan DKP sebagai penyedian sayuran dan bahan pangan lainnya. Haeruman mengungkapkan, kegiatan dilakukan dalam rangka optimalisasi Pelaksanaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Selain dilaksanakan GPM, kata Haeruman, pada kesempatan ini juga dilakukan gerakan olahan pangan lokal, sebagai upaya mengangkat kembali citra berbagai jenis tanaman pangan lokal karbohidrat non beras dan terigu merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakat.

“Masyarakat diposisikan sebagai pelaku sekaligus sebagai objek dalam pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan, sedangkan pemerintah sebagai fasilitator sekaligus mengatur dan mengawasi keamanan penggunaannya,” tandasnya.(Agus*).

Berita Terkait

150 Siswa Dapat Edukasi Gizi, Garut Siapkan Inovasi Produk Perikanan Lewat Pesona
Petani Bayongbong Bangkit dari Kekeringan, Kadistan Garut Salurkan Bantuan Benih Padi
FORTANI’26 Kawal Aspirasi Petani, Pemkab Garut Siap Tindaklanjuti Regulasi dan Akses Lahan
Rafa Cell dan Subadri Jadi Pemenang Lelang CASA BRILink 2026
Jalan Sehat hingga Bazar UMKM Meriahkan Aktivasi dan Rebranding Garut Plaza
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun hingga Juni 2026, Kredit UMKM Capai Rp1.235,4 Triliun
254 Ribu Petani Garut Terdaftar RDKK, Penyaluran Pupuk Subsidi Capai 50 Persen
Bupati Syakur Angkat Topi, Bobotoh Garut Gerakkan UMKM dan Aksi Sosial Sekaligus
Berita ini 218 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:41 WIB

150 Siswa Dapat Edukasi Gizi, Garut Siapkan Inovasi Produk Perikanan Lewat Pesona

Selasa, 29 September 2026 - 20:12 WIB

Petani Bayongbong Bangkit dari Kekeringan, Kadistan Garut Salurkan Bantuan Benih Padi

Sabtu, 26 September 2026 - 21:49 WIB

FORTANI’26 Kawal Aspirasi Petani, Pemkab Garut Siap Tindaklanjuti Regulasi dan Akses Lahan

Jumat, 18 September 2026 - 18:27 WIB

Rafa Cell dan Subadri Jadi Pemenang Lelang CASA BRILink 2026

Minggu, 6 September 2026 - 11:03 WIB

Jalan Sehat hingga Bazar UMKM Meriahkan Aktivasi dan Rebranding Garut Plaza

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!