Dukung MBG dan Pro SN, Bupati Garut Serius Kembangkan Koperasi Merah Putih - Kilas Garut News

Dukung MBG dan Pro SN, Bupati Garut Serius Kembangkan Koperasi Merah Putih

Avatar photo

- Reporter

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Ekspose Penyelenggaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tingkat Kabupaten Garut yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (27/3/2026).

Bupati Garut menyampaikan bahwa percepatan penyelenggaraan KDKMP merupakan mandat langsung dari Presiden Republik Indonesia yang harus disukseskan di tingkat daerah. Ia menekankan bahwa fokus utama saat ini bukan sekadar pembangunan fisik atau legalitas koperasi, melainkan penguatan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

“Bapak ibu yang saya hormati ini jadi semacam tantangan buat kita semua, Pak Presiden mengamanatkan tentang perlunya kita melakukan percepatan dalam penyelenggaraan koperasi desa/kelurahan merah putih,” ucapnya.

Bupati Garut menjelaskan bahwa keberhasilan program ini menjadi tolok ukur kinerja Pemerintah Kabupaten Garut terhadap Pro SN (Program Strategis Nasional). Menurutnya, Kabupaten Garut akan diminta pertanggungjawaban terkait dukungan terhadap program pemerintah pusat, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDKMP.

“Tentu saja perlu saya ingatkan bahwa pembangunan koperasi itu bukan yang utama yang penting adalah penguatan ekosistem,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Garut, Hendra Siswara Gumilang, melaporkan bahwa saat ini telah terbentuk 442 unit koperasi yang terdiri dari 421 koperasi desa dan 21 koperasi kelurahan, dengan total anggota mencapai 38 ribu orang.

Baca Juga :  Rudy Gunawan Puji Kapolres Garut Dibentuknya Tim "Sancang"

“Kemudian jumlah RAT, kewajiban dari koperasi itu menyelenggarakan RAT maksimal 6 bulan setelah tutup tahun, tutup buku. Yang sudah melakukan Rapat Anggota Tahunan khusus KDKMP sebanyak 70 tapi itu dari 64 desa dan 6 koperasi kelurahan,” ujarnya.

Dalam sesi ekspose, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sukagalih, Agus Supratman, memaparkan transformasi koperasinya yang kini telah menjadi pilar utama pembangunan ekonomi masyarakat berbasis sosial dan teknologi.

Terbentuk melalui Musyawarah Kelurahan Khusus pada 27 Mei 2025, KKMP Sukagalih mencatatkan diri sebagai salah satu koperasi yang paling progresif dalam hal legalitas. “

“Dan alhamdulilah kami juga sudah bersertifikat NIK yaitu Grade C1- KUK1. Alhamdulillah anggota perkemarin Januari 2026 yaitu 1.110 anggota tersebar di 22 RW,” ungkapnya.

Hingga Januari 2026, KKMP Sukagalih telah merangkul 1.110 anggota yang tersebar di 22 RW. Agus menyoroti potensi besar dari kaum perempuan di wilayahnya. Berdasarkan data kependudukan Kelurahan Sukagalih yang berjumlah 17.887 jiwa (dengan total 5.613 Kepala Keluarga), terdapat 1.093 Kepala Keluarga (KK) perempuan.

Baca Juga :  Bupati Garut Resmikan Klinik Utama Mata Cicendo Garut 2, Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan Mata Masyarakat

“Kami menganalisa bahwa ada beberapa potensi ekonomi salah satunya perdagangan, pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, ekonomi berbasis komunitas dan kuliner dan jasa. Dan ini menandakan bahwa koperasi akan hadir sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sindanggalih, Dede Ramdani, memaparkan strategi pengembangan ekonomi di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ajat Sudrajat. Dengan jumlah penduduk mencapai 9.536 jiwa (3.003 KK) yang tersebar di 19 RW, Sindanggalih memiliki basis ekonomi yang kuat di sektor primer.

“Yang pertama sektor pertanian sebagai sektor primer yang hingga saat ini masih menjadi mata pencaharian utama sebagian masyarakat Desa Sindanggalih. Yang kedua sektor perdagangan dan UMKM yang menunjukkan aktivitas ekonomi lokal yang cukup dinamis di tengah masyarakat,” katanya.

Kehadiran KDMP Sindanggalih diproyeksikan sebagai wadah penguatan ekonomi kerakyatan melalui tiga pilar unit usaha utama yaitu unit simpan pinjam yaitu mem diberikan akses permodalan bagi masyarakat untuk memutus rantai pinjaman non-formal, unit penjualan sembako yaitu menjamin ketersediaan pangan murah bagi warga, dan pemberdayaan UMKM: Melakukan pendampingan bagi pengrajin tangan dan pelaku kuliner lokal agar naik kelas.

(dk)

Berita Terkait

Petani Bayongbong Bangkit dari Kekeringan, Kadistan Garut Salurkan Bantuan Benih Padi
FORTANI’26 Kawal Aspirasi Petani, Pemkab Garut Siap Tindaklanjuti Regulasi dan Akses Lahan
Rafa Cell dan Subadri Jadi Pemenang Lelang CASA BRILink 2026
Jalan Sehat hingga Bazar UMKM Meriahkan Aktivasi dan Rebranding Garut Plaza
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun hingga Juni 2026, Kredit UMKM Capai Rp1.235,4 Triliun
254 Ribu Petani Garut Terdaftar RDKK, Penyaluran Pupuk Subsidi Capai 50 Persen
Bupati Syakur Angkat Topi, Bobotoh Garut Gerakkan UMKM dan Aksi Sosial Sekaligus
Kapolda Jabar Tinjau Kelompok Tani Mekar Mukti, Dorong Kemandirian Pangan di Garut
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:12 WIB

Petani Bayongbong Bangkit dari Kekeringan, Kadistan Garut Salurkan Bantuan Benih Padi

Sabtu, 26 September 2026 - 21:49 WIB

FORTANI’26 Kawal Aspirasi Petani, Pemkab Garut Siap Tindaklanjuti Regulasi dan Akses Lahan

Jumat, 18 September 2026 - 18:27 WIB

Rafa Cell dan Subadri Jadi Pemenang Lelang CASA BRILink 2026

Minggu, 6 September 2026 - 11:03 WIB

Jalan Sehat hingga Bazar UMKM Meriahkan Aktivasi dan Rebranding Garut Plaza

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:28 WIB

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun hingga Juni 2026, Kredit UMKM Capai Rp1.235,4 Triliun

Berita Terbaru

Redaksi Kilas

Bakti Persada 92, TNI Bangun Sumur Bor untuk 80 KK di Cisewu Garut

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:16 WIB

 

ALERT : Content Is Protected !!