Antisipasi Lonjakan Covid-19, Dinkes Garut Berupaya Dengan Koordinasi Lintas Sektor - Kilas Garut News

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Dinkes Garut Berupaya Dengan Koordinasi Lintas Sektor

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 23 Desember 2022 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Jumlah total konfirmasi COVID-19 di Kabupaten Garut s.d 21 Desember 2022 tercatat 7.171 kasus dengan jumlah kematian 131 kasus atau Case Fatality Rate (CFR) 1,8 %. Puncak outbreak gelombang ke-2 di bulan Februari s.d Maret 2022 (5.884 kasus, dan 87 meninggal) Terjadi peningkatan jumlah kasus dimulai sejak September 2022. Probabilitas akan meningkat di akhir tahun 2022 sampai awal 2023

Demikian terangkum dalam Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor dalam Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tingkat Kabupaten Garut, di Ballroom Kassiti Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (22/12/2022). Pertemuan ini digagas penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Kesehatan (Dinkes)

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), puskesmas, organisasi profesi, media massa, Forum Garut Sehat, perguruan tinggi dan relawan pengendalian covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Garut, Asep Surachman, menyampaikan bahwa pada kali ini pihaknya mengadakan sosialisasi lintas sektor terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut, termasuk antisipasi dalam menghadapi libur natal dan tahun baru.

“Jadi kita (melakukan) kesiapsiagaan lintas sektor terutama yang ada di Garut Raya, Garut Kota, di mana Tarogong Kidul termasuk Garut Raya yang tiap tahun kasusnya cukup lumayan naik terus ya di daerah ini. Tinggi dibandingkan kecamatan-kecamatan lain,” ucapnya.

Baca Juga :  Berbagai Perlombaan Digelar Polres Garut Meriahkan Peringatan HUT RI ke 78

Ia mengungkapkan, dalam menghadapi natal dan tahun baru ini diperlukan kewaspadaan masyarakat khususnya bagi masyarakat yang baru saja pulang dari daerah lain, agar terus mengecek kondisi kesehatannya dan berhati-hati bila terdapat gejala Covid-19 terutama batuk, pilek, sakit tenggorokan dan hilang penciuman, sehingga disarankan untuk diperiksa ke puskesmas maupun ke fasilitas kesehatan lainnya.

“Di sisi lain yang paling utama adalah vaksin, vaksin Covid-19 yang dosis ketiga itu bisa menurunkan kasus kesakitan karena covid dan juga kematian. Yang meninggal sekarang cukup banyak itu di kelompok masyarakat yang baru sekali saja divaksin atau sama sekali gak divaksin yang paling banyak itu,” tuturnya.

Ia menyampaikan, capaian vaksinasi dosis kedua di Kabupaten Garut sudah mencapai 72% namun untuk dosis ketiga masih rendah. Asep menuturkan, hampir 70% kasus Covid-19 terjadi pada usia produktif yaitu terhadap anak-anak usia sekolah sampai 49 tahun. Meskipun begitu, kata Asep, kasus meninggal paling banyak terjadi pada usia lansia.

“Oleh karena itu sekarang lansia diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin dosis tiga segera. (upaya dari dinkes) kita sudah menyebarkan vaksin, menyebarkan di puskesmas tinggal bagaimana masyarakat untuk mau akses ke puskesmas, vaksin sudah disediakan,” tuturnya.

Baca Juga :  Sekda Garut : 2 Pekan Kedepan Masa Tanggap Darurat Kekeringan Diperpanjang

Berkaitan dengan menjelang nataru, Asep memaparkan bahwa pihaknya akan membuka gerai vaksin di beberapa titik khususnya di tempat wisata, di mana jika ingin memasuki tempat wisata tersebut masyarakat harus sudah melakukan vaksinasi dosis ketiga.

“Tempat wisata disyaratkan untuk berpergian, orang di Jakarta mau ke Garut kan naik kereta api harus dosis tiga syaratnya. Dari Jakarta udah kayak gitu, atau kita mau ke Jogja di stasiun ditanya dosis tiga, itu sudah diberlakukan seperti itu. Nanti ketika di tempat wisata kita tanyakan udah divaksin belum dosis tiga? kalau belum kita akan lakukan vaksinasi,” lanjutnya.

Selain di tempat wisata, lanjut Asep, pihaknya juga akan menyiapkan tenaga kesehatan selama 24 jam di setiap pintu masuk di Kabupaten Garut dari mulai tanggal 24 Desember 2022 sampai dengan Januari tahun 2023.

“Untuk kesehatan ya, (dicek) tensi, suhu, itu sudah biasa nah nanti yang paling utama adalah vaksin diberikan vaksin, kita siapkan teman-teman nakes buka layanan vaksinasi,” tandasnya.(Agus).

Berita Terkait

Dari Kaki Gunung Papandayan, Bupati Syakur Gaungkan Persahabatan Dunia Lewat Kite Festival 2026
Garut Satu Langit untuk Dunia, Bupati Syakur Tekankan Persahabatan dan Perdamaian Lewat Kite Festival
Dari Aceh hingga Palestina, Kini WFI Hadir di Garut Bawa Misi Kemanusiaan dan Bedah Rumah
25 Paket Sabu Gagal Beredar di Garut, Polisi Kantongi Identitas Bandar ‘N’
Bupati Garut Tegaskan Negara Harus Hadir, Perda Bantuan Hukum Disiapkan untuk Warga Miskin
Dandim Garut Resmikan Jalan Rabat Beton 3,8 Km Penghubung Dua Desa, Dorong Akses Ekonomi Warga Cibalong
Sertijab Kapolres Garut, Siap Mengawal Kamtibmas untuk Masyarakat
210 Peserta Ikuti Seminar Inspiratif Perempuan Garut, Bekali Diri Hadapi Tantangan Zaman
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Dari Kaki Gunung Papandayan, Bupati Syakur Gaungkan Persahabatan Dunia Lewat Kite Festival 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Garut Satu Langit untuk Dunia, Bupati Syakur Tekankan Persahabatan dan Perdamaian Lewat Kite Festival

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Dari Aceh hingga Palestina, Kini WFI Hadir di Garut Bawa Misi Kemanusiaan dan Bedah Rumah

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:59 WIB

Bupati Garut Tegaskan Negara Harus Hadir, Perda Bantuan Hukum Disiapkan untuk Warga Miskin

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:47 WIB

Dandim Garut Resmikan Jalan Rabat Beton 3,8 Km Penghubung Dua Desa, Dorong Akses Ekonomi Warga Cibalong

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!