KILASGARUTNEWS.id|Pemandangan tak biasa terlihat di Lapang Tugu PLP, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Jumat (13/2/2026) pagi.
Di tengah Apel Gabungan memperingati Hari Jadi Garut ke-213 dan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, jajaran kepolisian tak hanya berdiri rapi mengikuti upacara — mereka langsung turun ke lapangan memungut sampah.
Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P., bersama personelnya tampak berbaur dengan TNI, Forkopimda, dan masyarakat dalam aksi bersih-bersih lingkungan. Momentum ini menjadi sorotan karena menunjukkan wajah berbeda aparat penegak hukum: bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kebersihan.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin turut hadir dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi simbol kuat bahwa peringatan hari jadi daerah bukan sekadar seremoni tahunan.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Ini bukan kegiatan simbolis, tapi komitmen nyata,” tegas Kapolres di sela kegiatan.
Sebagai daerah tujuan wisata, Garut dituntut tampil bersih dan nyaman. Sampah yang berserakan bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga mencoreng citra daerah. Karena itu, keterlibatan aktif aparat kepolisian dinilai menjadi pesan kuat bahwa perubahan harus dimulai dari semua lini.
Personel Polres terlihat antusias menyisir area publik, mengumpulkan sampah, dan memastikan lingkungan sekitar kembali bersih. Aksi ini menjadi bukti bahwa menjaga kamtibmas juga bisa dimulai dari menjaga kebersihan.
Momentum HJG ke-213 pun terasa lebih bermakna. Bukan hanya perayaan usia, tetapi pengingat bahwa Garut harus dirawat bersama. Jika semangat kolaborasi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Garut akan semakin bersinar — bersih, aman, dan membanggakan.











