Mendorong Swasebada di Garut, BEM KBM FAPERTA UNIGA Sukses Gelar FGD - Kilas Garut News

Mendorong Swasebada di Garut, BEM KBM FAPERTA UNIGA Sukses Gelar FGD

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 24 Desember 2024 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagai respons terhadap program unggulan pemerintah pusat mengenai swasembada pangan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Pertanian Universitas Garut (UNIGA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tujuan merumuskan strategi pemanfaatan teknologi terkini untuk memperkuat ketahanan pangan.

i

Sebagai respons terhadap program unggulan pemerintah pusat mengenai swasembada pangan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Pertanian Universitas Garut (UNIGA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tujuan merumuskan strategi pemanfaatan teknologi terkini untuk memperkuat ketahanan pangan.

KILASGARUTNEWS.id|Sebagai respons terhadap program unggulan pemerintah pusat mengenai swasembada pangan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Pertanian Universitas Garut (UNIGA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tujuan merumuskan strategi pemanfaatan teknologi terkini untuk memperkuat ketahanan pangan. Kegiatan ini berlangsung pada 20 Desember 2024 di kampus Universitas Garut dan melibatkan berbagai pihak, yakni Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, serta akademisi/Dosen dan praktisi lapangan Paguyuban Tani Sunda Hejo.

FGD ini mengangkat tema “Strategi Pemanfaatan Teknologi Pertanian dan Teknologi Ternak untuk Keberlangsungan Ketahanan Pangan.” Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga sebagai upaya dari BEM KBM FAPERTA UNIGA untuk berkontribusi dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Dengan mengoptimalkan teknologi, diskusi ini bertujuan untuk mencari solusi yang tepat guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pangan di Kabupaten Garut.

Presiden Mahasiswa BEM KBM FAPERTA UNIGA, Pandi Irawan, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai wadah untuk mendiskusikan solusi teknologi dalam ketahanan pangan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa dalam berperan aktif sebagai sosial kontrol. “Disini kami juga bertindak sebagai sosial kontrol, yaitu untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil oleh pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, benar-benar relevan dan tepat sasaran dalam mendukung swasembada pangan. Jika ada kebijakan yang tidak sesuai atau kurang efektif, kami akan terus mendorong perbaikan demi kepentingan masyarakat luas, khususnya dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Pandi.

FGD ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang tidak hanya relevan bagi kebijakan ketahanan pangan di Kabupaten Garut, tetapi juga dapat memberikan kontribusi signifikan bagi upaya nasional dalam mencapai swasembada pangan. BEM KBM FAPERTA UNIGA berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna menciptakan perubahan positif dalam sektor pangan di Indonesia.

Baca Juga :  BEM KBM Faperta UNIGA Bersama Disperta Gelar Kegiatan Pembelajaran Okulasi Bibit Jeruk Garut

 “Sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian, kami merasa bertanggung jawab untuk berkontribusi dalam mendukung program swasembada pangan yang digagas oleh pemerintah pusat. Melalui FGD ini, kami ingin merumuskan strategi-strategi yang berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas sektor pangan di Kabupaten Garut. Kami yakin bahwa teknologi dapat menjadi katalisator utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, yang pada akhirnya mendukung tercapainya swasembada pangan di tingkat nasional,” kata Pandi Irawan.

Pandi juga menyatakan bahwa hasil dari kegiatan FGD ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintahan baru Kabupaten Garut, yang dipimpin oleh Bapak Abdusy Syakur Amin dan Ibu Putri Karlina. Rekomendasi ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan daerah yang mendukung implementasi swasembada pangan dan peningkatan ketahanan pangan lokal.

Selama FGD, berbagai teknologi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Garut dibahas secara mendalam. Salah satu teknologi yang dibahas adalah pertanian presisi, yakni Dalam aspek perubahan iklim, terdapat dua program unggulan yang saat ini sedang gencar-gencarnya digalakkan oleh pemerintah melalui Dinas Pertanian, yaitu Asuransi Usaha Tani (AUT) dan Penambahan Areal Tanam (PAT) melalui Pompanisasi, Irigasi Perpompaan dan Irigasi Perpipaan. Selain itu kami juga menggalakan kegiatan pembangunan Sumur Tanah Dangkal/Dalam, Pembangunan Embung dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier.

Selain itu, sektor perikanan dan peternakan juga mendapatkan perhatian, dengan teknologi seperti khususnya dalam breeding domba, yang mencakup seleksi genetik untuk memilih domba unggul, inseminasi buatan untuk memperluas keragaman genetik, serta transfer embrio untuk menghasilkan lebih banyak keturunan dari indukan berkualitas. Selain itu, teknologi penyaringan genetik membantu dalam memilih domba yang lebih sehat, sementara pengelolaan pakan dan nutrisi yang tepat mendukung pertumbuhan optimal. Penggunaan sensor dan aplikasi digital juga semakin berkembang untuk memantau kesehatan dan siklus reproduksi ternak, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas hasil ternak domba.

Baca Juga :  Dari Ladang ke Gudang Bulog, 4 Ton Jagung Cikelet Amankan Cadangan Pangan

Dalam diskusi tersebut, peserta sepakat bahwa untuk mencapai swasembada pangan, diperlukan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku lapangan. Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, serta Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut diharapkan dapat mendukung implementasi teknologi-teknologi terkini ini melalui program pelatihan, penyuluhan, dan penyediaan fasilitas yang memadai bagi petani dan peternak.

“Pemerintah daerah memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung adopsi teknologi baru di sektor pangan. Kami berharap rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi ini dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Garut, yang pada akhirnya juga berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan secara nasional,” ujar Pandi Irawan.

Kegiatan FGD ini tidak hanya diharapkan dapat memberikan rekomendasi konkret bagi Kabupaten Garut, tetapi juga menjadi bagian dari upaya lebih besar dalam mendukung program swasembada pangan yang digagas oleh pemerintah pusat. Pandi Irawan menegaskan bahwa mahasiswa, sebagai bagian dari generasi muda, memiliki peran penting untuk membantu mencari solusi terhadap masalah ketahanan pangan di Indonesia.

“Sebagai generasi muda, kami memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam menciptakan perubahan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait, kami berharap solusi yang dihasilkan dapat memberikan dampak positif bagi Kabupaten Garut, serta mendukung Indonesia menuju ketahanan pangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” tutup Pandi.(Deden Kurnia*).

Berita Terkait

78 Tahun Polwan Mengabdi, Polwan Polres Garut Perkuat Kepedulian Sosial dan Perlindungan Anak
Bupati Garut Serahkan SK Kenaikan Pangkat ASN, Tekankan Pelayanan Publik dan Penguatan Karakter Generasi Muda
Dandim 0611/Garut Tegaskan Upacara Bendera Bukan Sekadar Rutinitas, Jadi Pengingat Pengabdian kepada Bangsa
Yudha Soroti Nasib Sepasang Lansia di Pakenjeng: Masuk Desil 1 Selama 13 Tahun Lumpuh, Bantuan Sembako Tak Kunjung Terealisasi
Garut Diperketat! Kapolres dan Dandim Pimpin KRYD, 4 Penjual Miras Diamankan
Cari Sisa Padi Usai Panen, Lansia 88 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Jagung Leles
Terbaring Kaku, Dua Warga Disabilitas Desa Situsaeur Karangpawitan Terpaksa Datang ke Kecamatan Demi KTP
Polres Garut Kini Punya SPKLU, Sinergi dengan PLN Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 20:40 WIB

78 Tahun Polwan Mengabdi, Polwan Polres Garut Perkuat Kepedulian Sosial dan Perlindungan Anak

Selasa, 1 September 2026 - 00:28 WIB

Bupati Garut Serahkan SK Kenaikan Pangkat ASN, Tekankan Pelayanan Publik dan Penguatan Karakter Generasi Muda

Selasa, 1 September 2026 - 00:21 WIB

Dandim 0611/Garut Tegaskan Upacara Bendera Bukan Sekadar Rutinitas, Jadi Pengingat Pengabdian kepada Bangsa

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Yudha Soroti Nasib Sepasang Lansia di Pakenjeng: Masuk Desil 1 Selama 13 Tahun Lumpuh, Bantuan Sembako Tak Kunjung Terealisasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Garut Diperketat! Kapolres dan Dandim Pimpin KRYD, 4 Penjual Miras Diamankan

Berita Terbaru

 

ALERT : Content Is Protected !!