KILASGARUTNEWS.id|Warga Kampung Sagara, Desa Tenjo Nagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, tengah ramai membicarakan keberadaan sebuah air terjun yang dikenal warga dengan sebutan Curug Cigulawing. Rabu (19/8/2026).
Curug yang berada di kawasan tersembunyi di balik lahan pertanian tersebut mulai ramai dikunjungi masyarakat dalam sekitar dua bulan terakhir. Selain menawarkan suasana alam yang masih asri, warga setempat juga meyakini air curug tersebut memiliki sejumlah khasiat berdasarkan pengalaman dan cerita yang berkembang di masyarakat.
Lokasi Curug Cigulawing berjarak sekitar [… menit] berjalan kaki dari permukiman warga Kampung Sagara. Airnya mengalir dari kawasan bebatuan alami dan membentuk kolam yang cukup jernih, dengan udara pegunungan yang sejuk.
Media Kilas Garut News menemui salah seorang tokoh organisasi kepemudaan, Wawan, di lokasi curug, Rabu (19/8/2026). Menurut Wawan, keberadaan curug tersebut sebenarnya sudah diketahui warga sejak lama. Namun, lokasi itu baru mulai dikenal lebih luas setelah akses jalan menuju curug dibuka dan kawasan sekitarnya mulai ditata.
“Curug ini sebenarnya sudah ada dari dulu. Sekarang mulai ramai karena akses jalannya sudah dibuka dan lokasinya mulai diperkenalkan kepada masyarakat,” ujar Wawan.
Wawan menuturkan, sebagian pengunjung mengaku merasakan sensasi berbeda ketika berada maupun mandi di air Curug Cigulawing.
“Airnya dingin dan terasa berbeda. Banyak pengunjung yang mandi kemudian datang lagi. Mereka mengatakan ada khasiat yang dirasakan setelah mandi di sini,” katanya.
Menurut cerita yang berkembang di tengah masyarakat, terdapat tiga kepercayaan mengenai manfaat air di kawasan curug tersebut.
Pertama, warga meyakini kandungan mineral dari bebatuan di sekitar aliran air menjadi salah satu faktor yang membuat air curug dipercaya memiliki manfaat untuk kebugaran dan kesegaran kulit. Namun, klaim tersebut sejauh ini masih sebatas kepercayaan dan pengalaman masyarakat dan belum dibuktikan melalui penelitian ilmiah.
Kedua, terdapat pancuran yang oleh sebagian warga disebut memiliki khasiat untuk membantu membuat pikiran lebih tenang dan fokus.
“Kalau sedang banyak pikiran atau merasa sering lupa, ada yang menyarankan mandi atau minum air dari pancuran tertentu. Mereka menyebutnya sebagai ‘obat ingatan’. Tetapi itu merupakan kepercayaan masyarakat, belum ada penelitian ilmiahnya,” ungkap Wawan.
Ketiga, warga mengenal istilah “air mulang”, yang dalam bahasa Sunda bermakna mengembalikan. Air tersebut dipercaya dapat digunakan untuk ruatan atau pembersihan diri, khususnya bagi seseorang yang dianggap sedang sakit, lesu, atau mengalami kondisi kurang baik.
Kepercayaan tersebut telah berkembang secara turun-temurun di tengah masyarakat sekitar.
Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, masyarakat setempat mulai melakukan pembenahan secara swadaya. Warga membuat jalan setapak dan menyediakan area parkir sederhana agar pengunjung lebih mudah dan nyaman mencapai lokasi.
Wawan menyebutkan, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Sucinaraja, tetapi juga mulai berdatangan dari luar daerah.
“Saat ini kami secara swadaya membuat jalan setapak dan tempat parkir sederhana. Harapannya pengunjung yang datang bisa lebih nyaman,” ujarnya.
Ke depan, masyarakat berharap keberadaan Curug Cigulawing dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis desa tanpa menghilangkan keaslian lingkungan alamnya.
“Kami akan berkoordinasi dengan Disparbud Garut untuk melakukan survei dan melihat legalitasnya. Kalau memang aman dan memiliki potensi, mudah-mudahan bisa dikembangkan menjadi wisata desa,” kata Wawan.
Meski cerita mengenai khasiat air Curug Cigulawing mulai berkembang, hingga berita ini ditulis belum ada penelitian ilmiah dari instansi berwenang yang membuktikan kandungan mineral maupun manfaat kesehatan dari air curug tersebut.
Karena itu, masyarakat dan pengunjung diharapkan tidak menjadikan cerita mengenai khasiat tersebut sebagai pengganti pengobatan medis atau menganggapnya sebagai fakta kesehatan sebelum terdapat hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Wawan berharap Curug Cigulawing dapat dikelola secara baik dan berkelanjutan sehingga keberadaannya tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap akses jalan menuju Curug Cigulawing bisa semakin baik dan nyaman. Yang paling penting, alamnya tetap terjaga dan pengelolaannya nanti benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Wan)




























