Atas Insiden di Acara Pesta Rakyat, Keluarga Dewan Adat Garut Mengucapkan Turut Belasungkawa - Kilas Garut News

Atas Insiden di Acara Pesta Rakyat, Keluarga Dewan Adat Garut Mengucapkan Turut Belasungkawa

Avatar photo

- Reporter

Sabtu, 19 Juli 2025 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILASGARUTNEWS.id|Atas insiden yang tengah terjadi di acara Pesta Rakyat dalam rangka pernikahan Wakil Bupati Garut, drg Putri Karlina dengan Putra Sulung Gubernur Jawa barat hingga mengakibatkan meninggalnya 3 warga Garut yang salah satunya anggota Polri.

Demikian juga ucapan turut belasungkawa disampaikan Ketua beserta jajaran (keluarga besar) Dewan Adat Kabupaten Garut (DAKG),turut berduka cita yang sedalam dalamnya. 

Abah Cepi mengucapkan, kami segenap keluarga Besar Dewan Adat Garut mengucapkan belasungkawa yang sedalam dalamnya atas insiden kecelakaan di acara Pesta Rakyat dalam rangka memeriahkan pernikahan Wakil Bupati Garut dengan Putra Pertama Gubernur Jawa barat yang mengakibatkan meninggalnya 3 warga Garut yang salah satunya anggota Polri.

Ia berharap,semoga Mereka Husnul Khatimah, diterima amal ibadahnya di tempat kan di tempat yang mulia, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, juga keikhlasan.”harapnya

Kejadian ini merupakan sebuah duka yang mendalam untuk kami warga Garut. Meskipun kami sadar bahwa tidak ada kejadian yang tidak lepas dari kehendakNYA. Kami Dewan Adat Kabupaten Garut tidak menyalahkan siapapun dalam hal ini. Tetapi ada yang harus kami sampaikan tentang nilai- nilai Tradisi luhur di Garut yang harus diketahui oleh para Pengangung Negeri agar hal serupa tidak terjadi lagi

Garut merupakan wilayah Kabataraan atau Keramaian Pusat spiritual yang ditandai dengan berdiri kokohnya Gunung Cikuray atau Srimanganti sebagai puseur juga gunung – gunung yang mengelilingi kota Garut sebagai kemandalaan,sejarah panjang tentang Kerajaan Timbanganten, Kerajaan.

Baca Juga :  Milad ke-25 BAZNAS Garut, Bupati Syakur Tegaskan Zakat Kunci Cepat Atasi Bencana dan Kemiskinan

Kertarahayu,Galih Pakuan, Galuh Pakuan sebagai Pajajaran terakhir. 

Di dalam tradisi luhur Garut yang sekarang masih terjaga salah satunya yaitu mensakralkan bulan Muharram bulan yang disucikan sebagai awal pembuka tahun yang mana Bulan Muharam di tidak boleh kan atau Pamali Pengangung negri baik itu adipati tumenggung atau pun Demang untuk melaksanakan keriaan atau hajat pribadi karena bulan Muharram difokuskan untuk SEBA NAGARA yaitu Panglokatan/Ruwat wilayah bentuk rasa syukur atas kebaikan yg diraih di tahun kebelakang serta berdoa tolak bala agar tahun kedepan lebih baik makmur tentram kerta raharja,tradisi ini masih terjaga di Kemandalaan Panembong atau Ciburuy serta Ciela yang mana acara di dua tempat ini terjaga turun temurun dari ribuan tahun kebelakang

Di Ciela acara nyekar ke Batara Panembong diakhiri dengan syukuran juga membuka pusaka serta Peta Ciela yg dibuat 300 tahun sebelum tahun 1640 Masehi 

Di Ciburuy Acara SEBA diawali dengan ngikis dan ritual doa untuk keselamatan Negeri diakhiri dengan dibukanya Naskah Kuno yang pada zaman dahulu pemuka Negeri atau Gubernur bupati pada saat ini yang membacakan tentang naskah-naskah hidup sebagai petuah agar rakyatnya tetap didalam jalan Kemanusiaan adapun naskah yg di kupas pada masa itu adalah

Naskah Jati Raga yg ditulis oleh Prabu Darmasiksa

Naskah Sanghyang hayu

Naskah siksa kandang karesian

Naskah darma patanjala dan yang lain nya

Tradisi luhur ini dilakukan di bulan Muharram waktu khusus yg harus dilakukan oleh pemimpin negeri sebagai bukti pengabdian kepada tanah dan airnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Baik TNI Satgas TMMD ke 120 Kodim 0611/Grt Dibantu Warga Bangun Jembatan Sementara Untuk Menyebrang

Kejadian musibah hari jumat kemarin jumat legi Wekasan atau penutup jumat di bulan Muharram bertepatan dengan acara ritual khusus adat Ciela yaitu lungsur Pusaka dan membuka Peta Kerajaan Timbanganten,kemudian tujuh hari setelah hari jumat akan dilaksanakan acara Seba di Ciburuy rebo Wekasan rabu penutup akhir Muharram juga bertepatan dengan 7 harinya kejadian yg mengakibatkan warga Garut meninggal dunia.

Tidak ada hal yang kebetulan justru dengan ini Para petinggi negeri seyogyanya memperhatikan tradisi leluhur ini agar tidak terjadi hal serupa dan meninggalnya warga Garut bukan halnya sepele perlu kita semua renungkan dan petik pelajaran dari hal buruk ini

Dalam tradisi leluhur Garut ketika ada balai yg terjadi kepada masyarakat maka pemimpin harus secepatnya membuat sebuah lokatan atau permohonan maaf terhadap lemah cai juga seisinya atas kekurangan serta kesalahan dalam menempatkan waktu sehingga terjadi balai dengan cara berdoa sedekah bumi dan mengikuti acara SEBA agar kedepan semua terselamatkan.

Ini ungkapan kami sebagai warga Garut yang masih memegang adat dan tradisi Garut tanda menghormati para pemimpin kami karena kami punya kewajiban menerangkan dan memberi saran kepada para pemimpin kami agar kejadian serupa tidak terjadi juga pemimpin beserta masyarakatnya selamat sehat sejahtera

” Ada pepatah larangan teu meunang dirampak bubuyut teu menang dirubah bisi kena Mamala”paparnya.

Berita Terkait

HUT Lantas ke-71, Anggota Polres Garut Donor Darah
Alasan Bupati Garut Tahan Kepulangan Korban Kapal Virgo 8 ke Rumah Masing-masing
Dua Jenazah Korban Tragedi Virgo Transport 8 Tiba di Karangpawitan, Keluarga dan Warga Tak Kuasa Menahan Air Mata
Polres Garut Ambil Sampel DNA Keluarga Korban Kapal Virgo 8, Upaya Identifikasi Terus Dilakukan
Kapolres Garut Tak Sekadar Datang Takziyah, Buka Akses Kerja Untuk Keluarga 22 Korban KMP Virgo
Sertijab Besar-Besaran di Polres Garut, Sejumlah Kasat dan Kapolsek Berganti
Duka Kapal Virgo Transport 8, Bupati Garut Turun Langsung Temui Keluarga Korban di Karangpawitan
Kapolda Jabar Ziarah ke Sunan Godog Garut, Santuni Warga dan Perkuat Silaturahmi
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:21 WIB

HUT Lantas ke-71, Anggota Polres Garut Donor Darah

Jumat, 18 September 2026 - 13:26 WIB

Alasan Bupati Garut Tahan Kepulangan Korban Kapal Virgo 8 ke Rumah Masing-masing

Rabu, 16 September 2026 - 20:54 WIB

Dua Jenazah Korban Tragedi Virgo Transport 8 Tiba di Karangpawitan, Keluarga dan Warga Tak Kuasa Menahan Air Mata

Selasa, 15 September 2026 - 19:26 WIB

Polres Garut Ambil Sampel DNA Keluarga Korban Kapal Virgo 8, Upaya Identifikasi Terus Dilakukan

Senin, 14 September 2026 - 16:06 WIB

Kapolres Garut Tak Sekadar Datang Takziyah, Buka Akses Kerja Untuk Keluarga 22 Korban KMP Virgo

Berita Terbaru

Ekonomi

Rafa Cell dan Subadri Jadi Pemenang Lelang CASA BRILink 2026

Jumat, 18 Sep 2026 - 18:27 WIB

Redaksi Kilas

HUT Lantas ke-71, Anggota Polres Garut Donor Darah

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:21 WIB

 

ALERT : Content Is Protected !!